Jangan Abaikan Nyeri Lutut Saat Liburan, Kenali Tanda, Penanganan, dan Solusi Medis Tepat

Jumat, 02 Januari 2026 | 08:57:43 WIB
Jangan Abaikan Nyeri Lutut Saat Liburan, Kenali Tanda, Penanganan, dan Solusi Medis Tepat

JAKARTA - Momen liburan sering kali diisi dengan aktivitas yang lebih padat dibanding hari biasa. Berjalan jauh, berdiri lama, hingga naik turun tangga menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda perjalanan.

Namun, di balik keseruan tersebut, kesehatan lutut sering luput dari perhatian. Nyeri lutut kerap muncul saat aktivitas fisik meningkat dan dapat mengganggu kenyamanan bergerak.

Bagi sebagian orang, nyeri lutut hanya dianggap keluhan ringan. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, kondisi ini bisa semakin memburuk.

Nyeri yang awalnya terasa ringan dapat berkembang menjadi keterbatasan gerak. Hal ini tentu berdampak pada kualitas liburan dan aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, penting bagi siapa pun yang merencanakan liburan untuk lebih peka terhadap kondisi lutut. Mengenali tanda awal dan pilihan penanganan menjadi langkah awal menjaga kualitas hidup.

Menjaga kesehatan sendi bukan hanya soal menghindari rasa sakit. Ini juga berkaitan dengan menjaga kebebasan bergerak dalam jangka panjang.

Nyeri Lutut Bisa Menjadi Tanda Radang Sendi

Menurut dr. Eka Mulyana, SpOT(K) dari Mayapada Hospital Bandung, nyeri lutut yang muncul atau semakin terasa saat liburan perlu diwaspadai. Terutama ketika keluhan muncul saat berjalan jauh, naik turun tangga, atau berdiri dalam waktu lama.

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya radang sendi atau arthritis. Radang sendi bukan hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga dapat dialami usia produktif.

“Radang sendi ini bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti osteoarthritis akibat proses penuaan, rheumatoid arthritis yang berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, maupun cedera, sehingga perlu dikenali dan ditangani dengan tepat agar tidak mengganggu aktivitas liburan,” jelas dr. Eka.

Osteoarthritis umumnya terjadi akibat proses penuaan yang menyebabkan bantalan sendi menipis. Kondisi ini membuat gesekan antar tulang meningkat dan menimbulkan nyeri.

Sementara itu, rheumatoid arthritis berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Sistem imun menyerang sendi sehingga menyebabkan peradangan kronis.

Cedera lutut juga dapat menjadi pemicu nyeri yang menetap. Jika tidak ditangani dengan benar, cedera dapat mempercepat kerusakan sendi.

Nyeri lutut akibat arthritis sering kali bersifat progresif. Artinya, keluhan dapat bertambah berat seiring waktu bila tidak ditangani.

Oleh karena itu, mengenali penyebab nyeri menjadi langkah awal yang sangat penting. Penanganan yang tepat akan membantu mencegah kerusakan sendi lebih lanjut.

Tahapan Penanganan Nyeri Lutut Hingga Operasi

Penanganan nyeri lutut umumnya dilakukan secara bertahap sesuai tingkat keparahan. Langkah awal biasanya dimulai dari pengaturan aktivitas harian.

Pengurangan aktivitas berat dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi. Selain itu, istirahat yang cukup juga berperan penting dalam proses pemulihan.

Fisioterapi menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat otot sekitar lutut. Latihan yang tepat dapat membantu meningkatkan stabilitas sendi.

Pada beberapa kondisi, dokter juga dapat meresepkan obat pereda nyeri. Obat ini bertujuan mengurangi peradangan dan meningkatkan kenyamanan bergerak.

Namun, tidak semua nyeri lutut dapat teratasi dengan cara konservatif. Pada kondisi tertentu, nyeri dapat menjadi semakin berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ketika penanganan awal tidak lagi efektif, tindakan lanjutan dapat dipertimbangkan. Salah satu pilihan medis adalah knee arthroplasty.

“Knee Arthroplasty merupakan operasi penggantian sendi lutut yang rusak dengan sendi buatan dari plastik atau logam untuk mengurangi nyeri dan memulihkan fungsi lutut. Prosedur ini umumnya berlangsung sekitar 1–2 jam dan bertujuan membantu pasien kembali bergerak lebih nyaman,” terang dr. Eka.

Prosedur ini dilakukan pada pasien dengan kerusakan sendi yang signifikan. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi lutut dan mengurangi nyeri kronis.

Knee arthroplasty bukan keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum merekomendasikan tindakan ini.

Persiapan dan Pemulihan Setelah Knee Arthroplasty

Sebelum menjalani tindakan knee arthroplasty, pasien perlu melakukan berbagai persiapan. Persiapan ini bertujuan memastikan prosedur berjalan aman dan optimal.

Pasien biasanya diminta berpuasa selama 8 jam sebelum tindakan. Selain itu, pemeriksaan laboratorium dan jantung juga perlu dilakukan.

“Pasien juga diminta memberi tahu dokter tentang riwayat penyakit serta obat atau suplemen yang dikonsumsi agar tindakan berjalan aman,” ungkap dr. Eka.

Informasi medis yang lengkap membantu dokter menyesuaikan prosedur dengan kondisi pasien. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko komplikasi.

Setelah prosedur selesai, pasien akan mendapatkan penanganan lanjutan. Obat pereda nyeri diberikan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Pemulihan dilakukan secara bertahap dan terkontrol. Pasien tidak dianjurkan langsung melakukan aktivitas berat.

“Selama masa pemulihan, pasien dianjurkan menggunakan alat bantu jalan sementara, menghindari aktivitas berat, serta melakukan latihan lutut ringan agar pemulihan berjalan lebih cepat,” anjur dr. Eka.

Latihan ringan membantu menjaga kelenturan sendi. Proses ini juga mempercepat adaptasi tubuh terhadap sendi buatan.

Dengan pemulihan yang tepat, pasien dapat kembali bergerak dengan lebih nyaman. Fungsi lutut pun dapat kembali mendekati normal.

Dukungan Layanan Kesehatan untuk Menjaga Sendi

Mengenali dan menangani nyeri lutut sejak dini membantu menjaga kualitas liburan. Aktivitas dapat dilakukan dengan lebih nyaman tanpa keterbatasan gerak.

Dukungan layanan kesehatan yang menyeluruh juga berperan penting. Pendekatan yang tepat membantu pasien mendapatkan solusi sesuai kondisi.

Mayapada Hospital memiliki layanan Orthopedic Center yang menangani berbagai masalah tulang, sendi, dan otot. Layanan ini mencakup pendekatan operatif dan non-operatif.

Tindakan minimal invasif hingga perawatan pasca-tindakan tersedia secara komprehensif. Pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medisnya.

Konsultasi dengan dokter Orthopedic Center Mayapada Hospital dapat dilakukan melalui call centre 150770. Layanan juga tersedia melalui aplikasi MyCare.

Selain konsultasi, berbagai informasi kesehatan tulang dan sendi dapat diakses dengan mudah. Informasi ini tersedia dalam fitur Health Articles & Tips di aplikasi MyCare.

Aplikasi tersebut juga menyediakan fitur Personal Health. Fitur ini memungkinkan pengguna memantau detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index.

Dengan perhatian terhadap kesehatan lutut, liburan dapat dinikmati tanpa hambatan. Sendi yang sehat menjadi kunci untuk tetap aktif dan produktif.

Terkini