Update Harga Pangan Nasional Per 2 Januari 2025, Beras dan Daging Sapi Kompak Naik

Jumat, 02 Januari 2026 | 09:58:27 WIB
Update Harga Pangan Nasional Per 2 Januari 2025, Beras dan Daging Sapi Kompak Naik

JAKARTA - Pergerakan harga pangan nasional pada hari ini menunjukkan arah yang beragam dengan kecenderungan penurunan. Meski begitu, beberapa komoditas utama justru masih mencatat kenaikan harga.

Situasi ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang belum sepenuhnya stabil. Konsumen pun perlu mencermati perubahan harga karena selisihnya cukup terasa di tingkat rumah tangga.

Secara umum, harga pangan hari ini mengalami penurunan rata-rata secara nasional. Namun, sejumlah komoditas strategis seperti beras justru mengalami kenaikan.

Data harga pangan yang dihimpun menunjukkan kondisi pasar masih fluktuatif. Perubahan harga terjadi hampir di seluruh kelompok bahan pangan utama.

Berdasarkan catatan Harga Pangan yang dihimpun Bank Indonesia, pemantauan dilakukan pada Jumat, 2 Januari 2025 pukul 08.36 WIB. Data tersebut menggambarkan pergerakan harga harian dibandingkan kondisi sebelumnya.

Pergerakan Harga Beras Masih Mengalami Kenaikan

Komoditas beras menjadi salah satu bahan pangan yang mencatat kenaikan harga. Kenaikan ini terjadi pada hampir seluruh jenis kualitas beras yang beredar di pasaran.

Harga beras kualitas bawah I tercatat naik sebesar 2,45 persen. Angkanya menjadi Rp14.650 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya.

Beras kualitas bawah II juga mengalami peningkatan harga yang lebih tinggi. Kenaikannya mencapai 3,37 persen menjadi Rp15.350 per kilogram.

Sementara itu, harga beras medium turut mengalami penguatan. Beras medium naik 4,46 persen menjadi Rp16.400 per kilogram.

Untuk beras kualitas super I, kenaikan harga juga masih terjadi. Harganya meningkat 2,08 persen dan berada di level Rp17.200 per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan bahwa beras masih berada dalam tekanan kenaikan harga. Kebutuhan konsumsi yang tinggi menjadi salah satu faktor pendorongnya.

Meski beberapa komoditas lain menurun, beras tetap menunjukkan tren berbeda. Hal ini membuat konsumen perlu mengatur kembali anggaran belanja harian.

Harga Bawang, Cabai, dan Gula Mengalami Variasi

Selain beras, komoditas hortikultura menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi. Sebagian mengalami penurunan, sementara lainnya justru naik tipis.

Harga bawang merah tercatat mengalami penurunan cukup signifikan. Komoditas ini turun 3,44 persen menjadi Rp50.550 per kilogram.

Berbeda dengan bawang merah, harga bawang putih cenderung stagnan. Harga bawang putih berada di angka Rp39.800 per kilogram.

Untuk komoditas cabai, pergerakan harga terlihat tidak seragam. Cabai merah besar mengalami penurunan harga sebesar 0,97 persen.

Harga cabai merah besar kini berada di level Rp51.050 per kilogram. Penurunan ini memberikan sedikit kelonggaran bagi konsumen.

Namun, harga cabai merah keriting justru bergerak naik. Kenaikannya tercatat sebesar 0,89 persen menjadi Rp51.100 per kilogram.

Cabai rawit hijau mengalami penurunan harga yang cukup dalam. Harga komoditas ini turun 5,94 persen menjadi Rp55.450 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah. Harganya merosot 6,02 persen menjadi Rp69.500 per kilogram.

Selain cabai, harga gula pasir lokal juga mengalami penurunan. Gula pasir lokal turun 0,55 persen menjadi Rp18.150 per kilogram.

Pergerakan harga ini menunjukkan pasokan hortikultura relatif lebih stabil. Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga di tingkat konsumen.

Telur, Daging, dan Minyak Goreng Bergerak Beragam

Komoditas protein hewani juga menunjukkan dinamika harga yang berbeda-beda. Beberapa harga tercatat stagnan, sementara lainnya mengalami perubahan.

Harga telur ayam ras terpantau tidak mengalami perubahan. Telur ayam ras tetap berada di harga Rp33.450 per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam ras segar justru mengalami penurunan. Penurunan tercatat sebesar 1,56 persen menjadi Rp44.250 per kilogram.

Penurunan harga daging ayam memberikan angin segar bagi konsumen. Komoditas ini menjadi salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi.

Berbeda dengan ayam, harga daging sapi justru mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi pada dua kategori kualitas daging sapi.

Harga daging sapi murni kualitas I naik 1,14 persen. Harganya kini mencapai Rp142.350 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi kualitas II mengalami kenaikan lebih tinggi. Daging sapi kualitas II naik 2,79 persen menjadi Rp135.500 per kilogram.

Kenaikan harga daging sapi ini menunjukkan tekanan pada pasokan. Permintaan yang tetap tinggi turut memengaruhi pergerakan harga.

Di sisi lain, harga minyak goreng juga mencatat perubahan. Minyak goreng kemasan curah mengalami kenaikan tipis.

Harga minyak goreng kemasan curah naik 0,52 persen. Angkanya kini berada di level Rp19.400 per liter.

Berbeda dengan kemasan curah, minyak goreng kemasan bermerek justru mengalami penurunan. Minyak goreng kemasan bermerek 1 turun 0,65 persen.

Harga minyak goreng kemasan bermerek 1 kini berada di angka Rp22.850 per kilogram. Perbedaan harga ini memberi pilihan bagi konsumen.

Stabilitas Harga Pangan Masih Menjadi Perhatian

Pergerakan harga pangan hari ini menunjukkan kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil. Kenaikan dan penurunan terjadi secara bersamaan di berbagai komoditas.

Situasi ini menuntut konsumen untuk lebih cermat dalam mengatur belanja. Pemantauan harga menjadi penting agar pengeluaran tetap terkendali.

Di sisi lain, fluktuasi harga juga mencerminkan kondisi distribusi dan pasokan. Perubahan cuaca dan permintaan turut memengaruhi harga pangan.

Harga beras yang masih naik menjadi perhatian tersendiri. Komoditas ini memiliki peran penting dalam kebutuhan konsumsi masyarakat.

Sementara itu, penurunan harga cabai dan bawang memberikan sedikit kelegaan. Komoditas tersebut sering memicu lonjakan inflasi saat harganya naik.

Pergerakan harga protein hewani juga patut dicermati. Daging sapi yang mengalami kenaikan dapat memengaruhi pola konsumsi masyarakat.

Minyak goreng yang bergerak beragam menunjukkan adanya perbedaan strategi harga di pasar. Konsumen dapat memilih produk sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Secara keseluruhan, harga pangan hari ini mencerminkan dinamika pasar yang aktif. Kondisi ini membutuhkan pengawasan agar stabilitas tetap terjaga.

Dengan terus memantau perkembangan harga, masyarakat dapat mengambil keputusan belanja yang lebih bijak. Perubahan harga harian menjadi indikator penting bagi kondisi ekonomi rumah tangga.

Terkini