Momentum Natal dan Tahun Baru Dorong Kebersamaan serta Harapan Baru Ekonomi Kreatif Daerah

Rabu, 07 Januari 2026 | 09:43:04 WIB
Momentum Natal dan Tahun Baru Dorong Kebersamaan serta Harapan Baru Ekonomi Kreatif Daerah

JAKARTA - Perayaan Natal dan Tahun Baru tidak hanya menjadi penanda pergantian waktu, tetapi juga ruang refleksi bagi berbagai sektor kehidupan. Dalam suasana ini, nilai kebersamaan dan optimisme masa depan kembali mendapat sorotan.

Bagi sektor ekonomi kreatif, momen Natal dan Tahun Baru atau Nataru dipandang sebagai kesempatan strategis untuk menumbuhkan semangat kolaborasi. Momentum ini juga dinilai mampu mendorong penguatan kekayaan intelektual lokal dari berbagai daerah.

Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memaknai Nataru sebagai sarana memperkuat nilai kebersamaan nasional. Ia juga melihatnya sebagai peluang menumbuhkan harapan baru bagi pengembangan IP lokal.

Menurut Teuku Riefky, perayaan keagamaan memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang saling berkaitan. Dari sinilah potensi ekonomi kreatif dapat berkembang lebih berdaya dan berkelanjutan.

Nataru sebagai Ruang Penguatan Nilai dan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky menegaskan bahwa Natal dan Tahun Baru bukan sekadar perayaan iman semata. Momentum ini juga menjadi sarana meneguhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Natal dan Tahun Baru bukan hanya perayaan iman, tetapi juga momentum untuk meneguhkan semangat kebersamaan, saling menguatkan, dan membuka ruang bagi ekonomi kreatif agar tumbuh lebih berdaya yang dimulai dari daerah,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima dan dikonfirmasi pada Selasa.

Ia memandang penguatan ekonomi kreatif harus berangkat dari potensi lokal yang dimiliki setiap daerah. Dengan demikian, IP lokal dapat tumbuh sebagai identitas sekaligus sumber nilai ekonomi.

Dalam konteks libur panjang, aktivitas masyarakat cenderung meningkat di berbagai sektor. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan pasar.

Kementerian Ekonomi Kreatif melihat pentingnya kehadiran negara dalam momen ini. Dukungan pemerintah diharapkan mampu memperkuat posisi pelaku ekraf di tengah tingginya aktivitas ekonomi.

Sebagai bagian dari rangkaian Nataru, Kementerian Ekraf melakukan peninjauan langsung ke sejumlah daerah. Langkah ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendampingi pelaku ekonomi kreatif.

Lima daerah menjadi lokasi peninjauan, yakni Jakarta, Banten, Bandung, Yogyakarta, dan Surakarta. Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang aktif dan beragam.

Peninjauan ini tidak hanya bersifat seremonial. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kolaborasi antara pelaku ekraf, pemerintah daerah, dan sektor swasta berjalan optimal.

Kehadiran Negara di Tengah Aktivitas Ekonomi Libur Panjang

Selama masa libur Nataru, aktivitas ekonomi kreatif mengalami peningkatan di berbagai daerah. Pemerintah menilai kondisi ini perlu direspons dengan pendampingan yang konkret.

Kementerian Ekraf memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh para pegiat ekonomi kreatif. Pendekatan ini diharapkan memberi rasa aman dan kepercayaan bagi pelaku usaha.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta dinilai mampu memperkuat daya saing IP lokal.

Teuku Riefky menekankan bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar sektor pendukung. Ekraf kini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui momentum Nataru, pemerintah ingin memastikan pelaku ekraf tidak berjalan sendiri. Dukungan kebijakan dan fasilitasi menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

Dalam rangkaian agenda Nataru, Menteri Ekraf juga menghadiri Puncak Perayaan Natal Nasional 2025. Acara tersebut digelar pada Senin, 5 Januari 2026.

Kehadiran Menekraf menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap kegiatan lintas iman. Acara ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Safari Natal yang telah berlangsung sejak November 2025.

Safari Natal Nasional 2025 dirancang sebagai rangkaian kegiatan yang sarat nilai kebangsaan. Kegiatan ini juga mengangkat isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan.

Rangkaian acara diisi dengan seminar kebangsaan yang membahas nilai persatuan. Selain itu, terdapat ibadah bersama yang menjadi ruang refleksi spiritual.

Kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dalam rangkaian Natal Nasional. Aksi-aksi ini menegaskan peran agama dalam mendorong kepedulian sosial.

Pesan Persatuan dalam Puncak Perayaan Natal Nasional

Selain kegiatan sosial dan ibadah, rangkaian Natal Nasional 2025 juga menghadirkan refleksi Natal. Refleksi ini mengajak masyarakat melihat makna Natal dalam konteks kebangsaan.

Peluncuran buku Ekoteologi menjadi salah satu agenda penting. Buku ini mengangkat hubungan antara iman, lingkungan, dan keberlanjutan hidup.

Selain itu, diluncurkan pula Kurikulum Cinta untuk Sekolah Teologi Kristen. Kurikulum ini menekankan nilai kasih, toleransi, dan kepedulian sosial.

Agenda lintas iman turut mewarnai rangkaian kegiatan. Isu kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan menjadi tema utama dalam dialog tersebut.

Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran Presiden menegaskan pentingnya Natal sebagai momentum persatuan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Natal adalah momen memperkuat solidaritas bangsa. Ia menilai perayaan ini mencerminkan kerukunan Indonesia.

“Perayaan ini membuktikan bangsa Indonesia bangsa yang rukun, bangsa yang harmonis, kita saling hormat menghormati saudara-saudara. Inilah Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap satu tujuan. Marilah kita jaga persatuan kita,” ujar Presiden Prabowo.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Nilai Bhinneka Tunggal Ika kembali ditegaskan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Perayaan Natal Nasional tidak hanya bersifat seremonial. Acara ini juga menjadi ruang konsolidasi nilai kebangsaan dan toleransi.

Puncak acara dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni. Musik paduan suara gereja menjadi salah satu suguhan utama.

Selain itu, seni pertunjukan teater Natal turut memeriahkan suasana. Pertunjukan ini menyampaikan pesan kasih dan pengharapan.

Refleksi Natal menjadi penutup rangkaian acara. Momen ini mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan makna Natal dalam kehidupan sehari-hari.

Harapan Penguatan IP Lokal Pasca Nataru

Melalui rangkaian kegiatan Nataru, pemerintah berharap ekonomi kreatif semakin mendapat ruang. Penguatan IP lokal menjadi salah satu fokus utama ke depan.

Teuku Riefky menilai IP lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Dengan dukungan yang tepat, IP tersebut dapat bersaing di tingkat nasional maupun global.

Momentum Nataru menjadi titik awal penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pemerintah ingin memastikan keberlanjutan program pasca libur panjang.

Kehadiran negara di daerah diharapkan memberi dampak nyata. Pelaku ekonomi kreatif diharapkan semakin percaya diri mengembangkan karya dan inovasi.

Melalui pendekatan berbasis daerah, ekonomi kreatif diharapkan tumbuh lebih merata. Setiap daerah memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan potensinya.

Nilai kebersamaan yang diperkuat selama Nataru menjadi modal sosial penting. Modal ini diharapkan mendorong ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif.

Dengan semangat persatuan dan kolaborasi, ekonomi kreatif diharapkan terus berkontribusi bagi pembangunan nasional. Momentum Natal dan Tahun Baru menjadi awal langkah menuju penguatan IP lokal yang berkelanjutan.

Terkini