Panduan Lengkap KUR BRI 2026 untuk UMKM, Plafon hingga Rp500 Juta

Rabu, 21 Januari 2026 | 10:51:04 WIB
Panduan Lengkap KUR BRI 2026 untuk UMKM, Plafon hingga Rp500 Juta

JAKARTA - Akses permodalan masih menjadi tantangan utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam mengembangkan bisnisnya. Memasuki tahun 2026, Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI kembali hadir sebagai instrumen penting untuk menjawab kebutuhan pembiayaan usaha produktif.

Program KUR BRI 2026 dirancang untuk mendorong pertumbuhan UMKM melalui skema pinjaman berbunga rendah. Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat daya saing pelaku UMKM di tengah dinamika ekonomi.

KUR BRI merupakan pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan melalui perbankan. Skema ini menitikberatkan pada kemudahan akses modal dengan cicilan terjangkau.

Salah satu produk yang paling banyak diminati pada KUR BRI 2026 adalah KUR Kecil. Jenis pinjaman ini menawarkan plafon besar hingga Rp500 juta dengan tenor yang fleksibel.

Melalui KUR Kecil BRI, pelaku usaha memiliki peluang lebih luas untuk melakukan ekspansi. Tambahan modal ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan skala bisnis maupun kapasitas produksi.

KUR BRI diperuntukkan bagi pelaku usaha yang menjalankan usaha produktif dan layak. Program ini menyasar pelaku UMKM yang belum pernah menerima kredit produktif bersifat komersial dari perbankan.

Meski demikian, terdapat beberapa pengecualian tertentu dalam ketentuan penerima. Kredit konsumtif untuk keperluan rumah tangga masih diperbolehkan dalam batas tertentu.

Calon debitur KUR BRI 2026 juga tidak sedang memiliki pinjaman aktif pada skema ultra mikro. Selain itu, debitur tidak memiliki pinjaman berjalan di layanan pendanaan berbasis teknologi atau perusahaan pembiayaan digital.

Ketentuan tersebut diterapkan agar penyaluran KUR benar-benar tepat sasaran. Pemerintah dan perbankan ingin memastikan bantuan modal menyentuh pelaku usaha yang membutuhkan.

Skema Suku Bunga KUR BRI 2026 yang Kompetitif

KUR BRI 2026 menawarkan suku bunga rendah yang telah disubsidi pemerintah. Besaran bunga ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi UMKM.

Untuk KUR Supermikro, suku bunga ditetapkan sebesar 3 persen efektif per tahun. Skema ini ditujukan bagi pelaku usaha ultra kecil yang baru berkembang.

Sementara itu, KUR Mikro dan KUR Kecil memiliki skema bunga bertahap. Pinjaman pertama dikenakan bunga 6 persen efektif per tahun.

Pada pinjaman kedua, suku bunga naik menjadi 7 persen efektif per tahun. Pinjaman ketiga dikenakan bunga 8 persen efektif per tahun.

Untuk pinjaman keempat, suku bunga berada di level 9 persen efektif per tahun. Skema bertahap ini mendorong kedisiplinan pembayaran kredit.

Besaran suku bunga tersebut berpengaruh langsung terhadap cicilan bulanan. Semakin rendah bunga, semakin ringan beban angsuran yang ditanggung pelaku usaha.

Keringanan cicilan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan UMKM. Dengan beban pembayaran yang terukur, arus kas usaha dapat tetap terjaga.

KUR BRI 2026 juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menyusun perencanaan keuangan. Kepastian bunga membantu UMKM memproyeksikan biaya usaha jangka menengah.

Akumulasi Plafon Pinjaman KUR BRI 2026

Dalam tabel KUR BRI 2026, terdapat ketentuan mengenai akumulasi plafon pinjaman. Aturan ini disesuaikan dengan jenis KUR yang diajukan.

Untuk KUR Supermikro, jumlah akad tidak dibatasi. Skema ini memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha ultra kecil.

Pada KUR Mikro sektor produksi 4P, yaitu pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan, terdapat ketentuan khusus. Debitur dapat melakukan maksimal empat kali akad dengan akumulasi plafon hingga Rp400 juta.

Sementara itu, KUR Mikro di luar sektor 4P memiliki batas berbeda. Maksimal dua kali akad diperbolehkan dengan akumulasi plafon hingga Rp200 juta.

Untuk KUR Kecil, akumulasi plafon pinjaman ditetapkan hingga Rp500 juta per debitur. Skema ini menjadi favorit bagi UMKM yang ingin naik kelas.

Plafon besar memungkinkan pelaku usaha melakukan ekspansi signifikan. Dana dapat digunakan untuk membeli aset, mesin, atau memperluas jaringan usaha.

KUR Kecil BRI juga dinilai relevan bagi usaha yang telah memiliki skala menengah. Pembiayaan ini mendukung peningkatan produktivitas jangka panjang.

Dengan pengaturan plafon yang jelas, risiko kredit dapat dikelola lebih baik. Bank dan debitur memiliki kepastian mengenai batas pembiayaan.

Syarat dan Ketentuan KUR Kecil BRI 2026

Pengajuan KUR Kecil BRI 2026 mensyaratkan kepemilikan usaha produktif dan layak. Usaha harus menghasilkan barang atau jasa yang memiliki prospek keberlanjutan.

Calon debitur juga harus mampu menunjukkan kemampuan membayar cicilan. Pendapatan usaha menjadi indikator utama dalam penilaian kelayakan kredit.

Usaha yang diajukan wajib telah aktif minimal enam bulan. Ketentuan ini bertujuan memastikan usaha memiliki rekam jejak operasional yang jelas.

Riwayat usaha selama enam bulan menjadi bahan analisis pihak bank. Stabilitas usaha menjadi pertimbangan penting dalam persetujuan kredit.

Calon debitur tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain. Aturan ini diterapkan agar KUR benar-benar diberikan kepada pelaku usaha yang belum terlayani.

Legalitas usaha menjadi syarat mutlak dalam pengajuan KUR Kecil. Debitur wajib memiliki IUMK, NIB, atau izin usaha sejenis.

Plafon pinjaman KUR Kecil BRI berada pada kisaran Rp50 juta hingga Rp500 juta. Nilai ini cukup besar untuk mendukung pengembangan usaha.

Jenis pinjaman yang tersedia meliputi Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Masing-masing memiliki fungsi dan tenor yang berbeda.

Kredit Modal Kerja digunakan untuk kebutuhan operasional harian. Tenor maksimal yang diberikan adalah empat tahun.

Sementara itu, Kredit Investasi ditujukan untuk pembelian aset jangka panjang. Tenor maksimal kredit investasi adalah lima tahun.

Suku bunga untuk pinjaman pertama KUR Kecil ditetapkan sebesar 6 persen efektif per tahun. Skema subsidi ini membuat cicilan menjadi lebih ringan.

Untuk KUR Kecil, bank mewajibkan adanya agunan tambahan. Nilai dan jenis agunan disesuaikan dengan besaran pinjaman.

Simulasi Cicilan dan Cara Pengajuan KUR BRI 2026

Simulasi cicilan KUR BRI 2026 memberikan gambaran beban angsuran bagi debitur. Untuk plafon Rp500 juta, cicilan bervariasi sesuai tenor.

Pada tenor 12 bulan, cicilan per bulan sebesar Rp44.166.667. Tenor ini cocok bagi usaha dengan perputaran kas cepat.

Untuk tenor 24 bulan, cicilan menjadi Rp23.333.333 per bulan. Skema ini memberi ruang pengelolaan kas yang lebih longgar.

Tenor 36 bulan menghasilkan cicilan Rp16.388.889 per bulan. Angsuran ini relatif seimbang antara beban dan waktu pembayaran.

Pada tenor 48 bulan, cicilan ditetapkan sebesar Rp12.916.667 per bulan. Skema ini banyak dipilih pelaku usaha menengah.

Tenor terpanjang 60 bulan memiliki cicilan Rp10.833.333 per bulan. Pilihan ini memberikan fleksibilitas pembayaran jangka panjang.

Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan secara offline melalui kantor cabang. Proses ini tetap diminati oleh pelaku usaha di berbagai daerah.

Calon debitur perlu datang ke kantor cabang BRI terdekat. Dokumen seperti KTP, KK, dan izin usaha wajib dibawa.

Jika belum memiliki rekening BRI, calon debitur perlu membukanya terlebih dahulu. Rekening ini digunakan untuk pencairan dan pembayaran cicilan.

Selanjutnya, debitur mengajukan permohonan KUR kepada petugas bank. Proses wawancara dan verifikasi awal akan dilakukan.

Pihak bank kemudian melakukan survei usaha dan analisis kelayakan. Keputusan kredit diterbitkan setelah seluruh proses selesai.

Dengan plafon besar, bunga rendah, dan cicilan ringan, KUR Kecil BRI 2026 menjadi peluang strategis bagi UMKM. Program ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha naik kelas secara berkelanjutan.

Terkini