Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru 5 Februari 2026 di Seluruh Indonesia Turun Signifikan

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:10:27 WIB
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru 5 Februari 2026 di Seluruh Indonesia Turun Signifikan

JAKARTA - Pergerakan harga bahan bakar minyak di awal Februari 2026 menjadi perhatian publik karena adanya penyesuaian pada sejumlah jenis BBM nonsubsidi. Kondisi ini memberikan dampak langsung terhadap pengeluaran masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha transportasi.

Harga BBM Pertamina pada Kamis, 5 Februari 2026, tercatat berbeda-beda di setiap wilayah Indonesia. Penyesuaian ini mencakup jenis pertalite hingga pertamax, yang sebagian besar mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan harga tersebut memberikan ruang bernapas bagi masyarakat di tengah fluktuasi biaya hidup. Dengan turunnya harga BBM nonsubsidi, diharapkan daya beli masyarakat dapat tetap terjaga.

Salah satu penyesuaian paling menonjol terjadi pada harga Pertamax yang kini turun menjadi Rp11.800 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter. Selain itu, Pertamax Turbo juga turun menjadi Rp12.700 per liter dari sebelumnya Rp13.400 per liter.

Tidak hanya itu, Pertamax Green 95 kini dijual Rp12.450 per liter dari sebelumnya Rp13.150 per liter. Dexlite juga mengalami penurunan menjadi Rp13.250 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex tercatat turun menjadi Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp13.600 per liter. Penyesuaian ini menandai langkah Pertamina dalam menyesuaikan harga BBM nonsubsidi dengan dinamika pasar energi global.

Penurunan harga ini berlaku di sejumlah wilayah Indonesia dengan variasi harga sesuai zona distribusi. Kondisi geografis dan biaya logistik menjadi faktor utama perbedaan harga antar daerah.

Dengan adanya pembaruan harga ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih jenis BBM sesuai kebutuhan kendaraan dan kemampuan ekonomi. Penyesuaian ini juga diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor.

Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Jadi Kabar Baik Bagi Pengguna Kendaraan

Penurunan harga BBM nonsubsidi menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Langkah ini membantu mengurangi beban pengeluaran rutin masyarakat yang bergantung pada bahan bakar.

Harga Pertalite sendiri masih dipertahankan di angka Rp10.000 per liter di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dan Pertamina untuk menjaga stabilitas harga BBM yang paling banyak digunakan masyarakat.

Untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertalite tetap di Rp10.000 per liter. Sementara itu, Pertamax dijual Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter.

Di wilayah yang sama, Dexlite dipatok Rp13.550 per liter dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter. Harga Solar subsidi juga tetap berada di angka Rp6.800 per liter.

Sementara itu, wilayah Free Trade Zone Sabang juga mengalami penyesuaian harga. Di kawasan ini, Pertalite dijual Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp11.100 per liter.

Harga Dexlite di FTZ Sabang ditetapkan Rp12.350 per liter. Solar subsidi tetap dijual Rp6.800 per liter, sama seperti wilayah lainnya.

Untuk wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Pertamax di wilayah ini dijual Rp12.400 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.250 per liter.

Dexlite di wilayah tersebut ditetapkan Rp13.850 per liter dan Pertamina Dex Rp14.100 per liter. Solar subsidi tetap di angka Rp6.800 per liter.

Perbedaan harga ini menunjukkan adanya variasi biaya distribusi antar wilayah. Namun, secara umum tren penurunan harga BBM nonsubsidi tetap dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.

Daftar Harga BBM Pertamina 5 Februari 2026 di Jawa dan Bali

Wilayah FTZ Batam juga mengalami penyesuaian harga BBM Pertamina. Di kawasan ini, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Pertamax dijual Rp11.300 per liter.

Pertamax Turbo di FTZ Batam ditetapkan Rp12.050 per liter. Dexlite dijual Rp12.550 per liter dan Pertamina Dex Rp12.800 per liter, sementara Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Untuk wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung, harga Pertalite masih Rp10.000 per liter. Pertamax dijual Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter.

Dexlite di wilayah tersebut ditetapkan Rp13.550 per liter dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter. Solar subsidi tetap dijual Rp6.800 per liter.

Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Pertamax kini turun menjadi Rp11.800 per liter dan Pertamax Turbo menjadi Rp12.700 per liter.

Untuk wilayah ini, Pertamax Green 95 dijual Rp12.450 per liter. Dexlite ditetapkan Rp13.250 per liter dan Pertamina Dex Rp13.500 per liter, sementara Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Di Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Pertamax dan Pertamax Turbo masing-masing dijual Rp11.800 per liter dan Rp12.700 per liter.

Dexlite di wilayah tersebut ditetapkan Rp13.250 per liter dan Pertamina Dex Rp13.500 per liter. Solar subsidi tetap berada di angka Rp6.800 per liter.

Sementara itu, wilayah Nusa Tenggara Timur juga mengalami penyesuaian harga serupa. Pertalite dijual Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp12.100 per liter.

Pertamax Turbo di wilayah ini dijual Rp13.000 per liter. Dexlite ditetapkan Rp13.550 per liter dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter, sementara Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Penyesuaian harga di wilayah Jawa dan Bali ini dinilai cukup signifikan karena wilayah tersebut memiliki jumlah pengguna kendaraan terbanyak. Dampaknya terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi pun cukup besar.

Harga BBM Pertamina Terbaru di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua

Di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Pertamax dijual Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter.

Dexlite di wilayah tersebut ditetapkan Rp13.550 per liter dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter. Solar subsidi tetap berada di angka Rp6.800 per liter.

Sementara itu, wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara memiliki harga Pertalite Rp10.000 per liter. Pertamax di wilayah ini dijual Rp12.400 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.250 per liter.

Dexlite di wilayah tersebut ditetapkan Rp13.850 per liter dan Pertamina Dex Rp14.100 per liter. Solar subsidi tetap di angka Rp6.800 per liter.

Di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Pertamax dijual Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter.

Dexlite di wilayah tersebut ditetapkan Rp13.550 per liter dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter. Solar subsidi tetap berada di angka Rp6.800 per liter.

Wilayah Maluku dan Maluku Utara juga mencatat harga Pertalite Rp10.000 per liter. Pertamax dijual Rp12.100 per liter dan Dexlite Rp13.550 per liter.

Solar subsidi di wilayah ini tetap Rp6.800 per liter. Tidak ada perubahan harga untuk Pertamax Turbo dan Pertamina Dex di wilayah ini pada periode tersebut.

Sementara itu, wilayah Papua memiliki harga Pertalite Rp10.000 per liter. Pertamax dijual Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter.

Dexlite di wilayah Papua ditetapkan Rp13.550 per liter dan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter. Penyesuaian harga ini diharapkan dapat menjaga stabilitas distribusi BBM di wilayah timur Indonesia.

Untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Pertamax dijual Rp12.100 per liter dan Dexlite Rp13.550 per liter.

Pertamina Dex di wilayah tersebut ditetapkan Rp13.800 per liter dan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter. Sementara itu, wilayah Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan juga mengikuti harga serupa.

Di wilayah Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, Pertalite dijual Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp12.100 per liter. Dexlite ditetapkan Rp13.550 per liter dan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Penyesuaian harga BBM di wilayah timur Indonesia ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Meskipun biaya distribusi lebih tinggi, harga BBM tetap dijaga agar tidak terlalu jauh berbeda dari wilayah lainnya.

Secara keseluruhan, penurunan harga BBM Pertamina pada 5 Februari 2026 menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dalam aktivitas sehari-hari.

Terkini