Penjualan Tiket KAI Lebaran 2026 di Bandung Melejit, Rute Favorit Cepat Habis Terpesan

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:10:45 WIB
Penjualan Tiket KAI Lebaran 2026 di Bandung Melejit, Rute Favorit Cepat Habis Terpesan

JAKARTA - Antusiasme masyarakat menyambut masa mudik Lebaran 2026 mulai terlihat dari tingginya pemesanan tiket kereta api di wilayah Bandung. Sejak layanan penjualan dibuka, ribuan kursi langsung terserap penumpang yang ingin memastikan perjalanan mereka lebih awal.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat penjualan puluhan ribu tiket masa angkutan Lebaran sejak dibuka pada 25 Januari 2026. Hingga saat ini, sebanyak 42.344 tiket atau 32 persen dari total 285.824 tiket yang disediakan untuk 24 perjalanan kereta api jarak jauh telah terjual.

Data tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api tetap tinggi setiap musim Lebaran. Kereta api dinilai menjadi pilihan yang aman, nyaman, dan relatif tepat waktu untuk perjalanan jarak jauh.

Dari puluhan perjalanan yang tersedia, beberapa rute langsung mencatat tingkat pemesanan yang sangat tinggi. Hal ini menandakan bahwa masyarakat telah memiliki preferensi tertentu dalam memilih jalur mudik mereka.

Kereta api Kahuripan yang melayani rute Kiaracondong–Blitar menjadi pilihan favorit masyarakat. Tingginya minat penumpang membuat okupansi kereta tersebut mencapai sekitar 165 persen.

Angka okupansi tersebut menggambarkan betapa besarnya permintaan terhadap rute ini dibandingkan dengan kapasitas tempat duduk yang tersedia. Kondisi ini juga menjadi sinyal bahwa jalur tersebut memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah Jawa Barat dengan Jawa Timur.

Lonjakan penjualan tiket ini juga memperlihatkan pola masyarakat yang kini cenderung memesan lebih awal. Kebiasaan tersebut dilakukan untuk menghindari kehabisan tiket pada tanggal-tanggal favorit menjelang Lebaran.

Respons KAI terhadap Antusiasme Pemudik

Manajer Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan bahwa ketersediaan tiket Lebaran tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa KAI telah melakukan perencanaan kapasitas berdasarkan pengalaman periode angkutan Lebaran sebelumnya.

"Tentunya penjualan tiket H-45 ini bertujuan agar masyarakat bisa lebih mudah untuk menentukan tanggal keberangkatan dan mereka memiliki keleluasaan menentukan hari-hari keberangkatannya," ujar Kuswardojo, Rabu, 4 Februari 2026. Dengan kebijakan ini, masyarakat dapat merencanakan perjalanan jauh hari tanpa harus khawatir kehabisan tiket.

Langkah tersebut juga dinilai efektif dalam mengurangi kepadatan pemesanan mendekati hari keberangkatan. Selain itu, sistem penjualan lebih awal membantu KAI memantau pola permintaan penumpang sejak dini.

KAI berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk memilih jadwal yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dengan demikian, distribusi penumpang dapat lebih merata sepanjang periode angkutan Lebaran.

Di sisi lain, tingginya pemesanan sejak awal menjadi indikator kuat bahwa permintaan perjalanan tahun ini cenderung meningkat. Hal ini turut mencerminkan optimisme masyarakat dalam merencanakan aktivitas mudik dan silaturahmi.

Selain memberikan kemudahan bagi penumpang, kebijakan ini juga membantu KAI dalam mengatur operasional perjalanan kereta. Dengan data penjualan yang terpantau sejak awal, perusahaan dapat menyesuaikan layanan sesuai kebutuhan lapangan.

Antisipasi Penambahan Tiket dan Kebijakan Pemerintah

Namun, pihak KAI tetap menyiapkan kemungkinan penambahan tiket apabila pemerintah menetapkan perubahan kebijakan terkait masa libur Lebaran. Antisipasi ini dilakukan agar kebutuhan transportasi masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Kebijakan tersebut menjadi bentuk fleksibilitas KAI dalam merespons dinamika regulasi dan permintaan penumpang. Dengan demikian, peluang masyarakat untuk mendapatkan tiket perjalanan Lebaran tetap terbuka.

Penambahan tiket biasanya dilakukan melalui optimalisasi rangkaian kereta maupun penambahan perjalanan khusus. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi tekanan pada rute-rute favorit yang cepat habis terjual.

KAI juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait ketersediaan tiket. Hal ini penting agar calon penumpang tidak tertinggal kesempatan apabila terjadi penambahan kuota.

Dengan sistem penjualan daring yang semakin mudah diakses, masyarakat kini dapat memeriksa jadwal dan ketersediaan kursi secara real time. Kemudahan ini turut mendorong peningkatan minat pemesanan sejak jauh hari.

KAI juga menegaskan bahwa seluruh layanan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Hal ini menjadi prioritas utama dalam setiap periode angkutan Lebaran.

Melalui kesiapan operasional yang matang, KAI berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang positif bagi masyarakat. Keandalan layanan kereta api menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Rute Favorit

Menurut Kuswardojo, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18, 19, dan 20 Maret 2026. Tiket keberangkatan pada tanggal tersebut bahkan sudah habis terjual.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki preferensi kuat terhadap tanggal tertentu untuk memulai perjalanan mudik. Umumnya, penumpang memilih hari-hari tersebut agar dapat tiba di kampung halaman lebih awal dan memiliki waktu lebih lama bersama keluarga.

Fenomena tiket habis pada tanggal puncak arus mudik juga terjadi hampir setiap tahun. Hal ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel jika memungkinkan.

Dengan memilih tanggal alternatif di luar puncak arus mudik, penumpang berpeluang mendapatkan tiket dengan lebih mudah. Selain itu, perjalanan juga cenderung lebih nyaman karena kepadatan penumpang relatif berkurang.

Tingginya permintaan terhadap rute-rute favorit, seperti Kiaracondong–Blitar, menandakan adanya pola mobilitas tertentu di kalangan pemudik. Jalur tersebut menjadi penghubung penting antara wilayah asal dan tujuan mudik.

KAI terus memantau perkembangan pemesanan tiket untuk memastikan layanan tetap berjalan optimal. Evaluasi dilakukan secara berkala agar setiap perjalanan dapat menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional selama masa angkutan Lebaran. Hal ini mencakup kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru terkait jadwal dan ketersediaan tiket. Dengan perencanaan yang matang, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung aman dan nyaman.

Secara keseluruhan, lonjakan penjualan tiket di Daop 2 Bandung menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama saat Lebaran. Hal ini sekaligus mempertegas peran penting KAI dalam mendukung mobilitas nasional.

Dengan kesiapan armada dan sistem penjualan yang semakin baik, KAI optimistis mampu melayani kebutuhan penumpang selama periode mudik tahun ini. Antusiasme masyarakat menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Melalui berbagai langkah antisipatif, mulai dari penjualan tiket lebih awal hingga kemungkinan penambahan perjalanan, KAI berupaya memberikan solusi terbaik bagi pemudik. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan perjalanan yang lebih teratur dan nyaman.

Ke depan, pola pemesanan tiket yang semakin dini juga diharapkan menjadi kebiasaan positif masyarakat. Dengan demikian, kepadatan pada tanggal tertentu dapat ditekan dan distribusi penumpang menjadi lebih merata.

Situasi ini sekaligus menjadi cerminan bahwa moda transportasi kereta api tetap menjadi andalan masyarakat Indonesia. Kecepatan, keamanan, dan keterjangkauan harga menjadi faktor utama yang mendorong tingginya minat penumpang.

Dengan penjualan tiket yang terus meningkat, KAI Daop 2 Bandung menunjukkan kesiapan dalam menghadapi musim angkutan Lebaran 2026. Dukungan masyarakat terhadap layanan kereta api diharapkan terus berlanjut di masa mendatang.

Terkini