Menjelajahi Wisata Rasa Kuliner Malam Jogja 2026 yang Viral dan Legendaris

Kamis, 05 Februari 2026 | 14:26:53 WIB
Menjelajahi Wisata Rasa Kuliner Malam Jogja 2026 yang Viral dan Legendaris

JAKARTA - Yogyakarta tidak pernah tidur jika bicara soal urusan perut. Memasuki tahun 2026, kota ini justru semakin mempertegas statusnya sebagai surga gastronomi malam hari.

Saat matahari terbenam, sudut-sudut jalanan Jogja berubah menjadi panggung bagi para pedagang makanan yang menawarkan aroma menggoda.Dari sekian banyak pilihan, terdapat lima destinasi kuliner malam yang tengah viral dan menjadi favorit utama para wisatawan karena keunikan rasa serta suasananya yang autentik.

Fenomena kuliner malam di Jogja bukan sekadar soal rasa, melainkan pengalaman menikmati kota dalam balutan kesederhanaan. Mulai dari santapan di pinggir jalan hingga kedai-kedai tersembunyi, setiap tempat memiliki cerita dan ciri khas rempah yang membuat siapa pun rela mengantre panjang demi sepiring kelezatan yang tak terlupakan.

Sensasi Pedas Manis Gudeg Mercon yang Membakar Lidah

Bagi Anda yang mengira gudeg selalu identik dengan rasa manis yang dominan, maka Gudeg Mercon adalah pendobrak stigma tersebut. Menjadi salah satu kuliner malam paling viral di tahun 2026, sajian ini menawarkan nangka muda yang dipadukan dengan oseng mercon berisi potongan cabai rawit yang melimpah. Rasa pedasnya yang meledak di mulut memberikan sensasi kontras yang unik saat bertemu dengan gurihnya ayam opor dan krecek.

Warung-warung gudeg mercon di kawasan Malioboro dan sekitarnya biasanya mulai beroperasi saat malam kian larut. Meski harus bersaing dengan hembusan angin malam, antrean pelanggan tetap mengular. Bagi pecinta tantangan kuliner, menyantap gudeg mercon di bawah temaram lampu kota adalah ritual wajib yang memberikan pengalaman wisata rasa yang sangat berbeda dari biasanya.

Kelezatan Sate Klathak dengan Aroma Rempah yang Kuat

Bergeser ke arah selatan, tepatnya di daerah Imogiri, sate klathak tetap menjadi primadona yang tak tergoyahkan. Keunikan sate ini terletak pada penggunaan jeruji besi sepeda sebagai tusuk sate, yang berfungsi sebagai konduktor panas agar daging kambing matang merata hingga ke bagian dalam. Bumbunya pun minimalis, hanya garam dan sedikit rempah, namun mampu menonjolkan rasa asli daging yang juicy dan tidak prengus.

Sate klathak biasanya disajikan dengan kuah gulai yang kental dan gurih, menciptakan kombinasi rasa yang hangat di perut. Wisatawan sering kali terpesona oleh cara pembuatannya yang masih tradisional menggunakan arang kayu, yang memberikan aroma smoky khas. Keaslian teknik inilah yang membuat sate klathak selalu masuk dalam daftar teratas kuliner malam yang wajib dicoba.

Menikmati Kehangatan Bakmi Jawa di Bawah Langit Malam

Tidak ada yang lebih menenangkan selain menikmati sepiring Bakmi Jawa hangat di tengah suasana Jogja yang syahdu. Bakmi Jawa yang dimasak menggunakan anglo (tungku arang) memberikan rasa dan aroma yang tidak bisa ditiru oleh kompor gas. Kekhasan lainnya adalah penggunaan telur bebek yang membuat kuah atau bumbunya terasa lebih gurih dan creamy.

Wisatawan bisa memilih antara bakmi godog (rebus) yang kaya kaldu atau bakmi goreng yang manis gurih dengan taburan bawang goreng melimpah. Proses memasaknya yang dilakukan satu per satu per porsi menuntut kesabaran, namun hasil akhirnya sebanding dengan penantiannya. Menunggu bakmi matang sambil berbincang ringan adalah bagian dari seni menikmati malam di Yogyakarta.

Eksplorasi Rasa Unik Oseng-Oseng Mercon yang Ikonik

Sesuai dengan namanya, Oseng-Oseng Mercon adalah hidangan bagi mereka yang berani bermain api. Terdiri dari lemak daging sapi (koyor), daging, dan urat yang dimasak dengan bumbu cabai yang sangat banyak, hidangan ini telah menjadi ikon kuliner malam Jogja yang tak lekang oleh waktu. Tekstur koyor yang kenyal berpadu dengan rasa pedas yang intens menciptakan ledakan rasa di setiap suapan.

Sajian ini biasanya dinikmati dengan nasi putih hangat yang berfungsi untuk sedikit meredam rasa pedas yang membakar. Popularitasnya yang terus meroket di media sosial membuat banyak kedai oseng mercon kini menawarkan kemasan kaleng sebagai oleh-oleh, namun menikmati versi segarnya langsung di trotoar Jogja tetap menjadi pengalaman yang paling dicari oleh para pelancong.

Menutup Malam dengan Kesegaran Wedang Ronde yang Autentik

Sebagai penutup petualangan wisata rasa, Wedang Ronde adalah pilihan yang sempurna untuk menghangatkan tubuh. Minuman tradisional ini terdiri dari bola-bola ketan berisi kacang tanah yang disiram kuah jahe panas yang manis. Tambahan kolang-kaling, roti tawar, dan kacang tanah sangrai memberikan tekstur yang beragam dalam satu mangkuk kecil.

Kesegaran jahe asli yang digunakan tidak hanya nikmat, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan. "Menikmati ronde di pinggir jalan sembari menyaksikan hiruk-pikuk malam di Jogja adalah cara terbaik untuk mengakhiri hari," sebagaimana diungkapkan oleh banyak pelancong yang terkesan dengan keramahan kota ini. Dengan harga yang sangat terjangkau, lima kuliner viral ini adalah alasan mengapa Jogja selalu dirindukan setiap tahunnya.

Terkini