Rayakan Imlek 2026 dengan Karya Sinema: 5 Rekomendasi Film China Klasik yang Wajib Ditonton

Senin, 09 Februari 2026 | 10:03:08 WIB
Rayakan Imlek 2026 dengan Karya Sinema: 5 Rekomendasi Film China Klasik yang Wajib Ditonton

JAKARTA - Libur Tahun Baru Imlek 2026 merupakan momen yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga di rumah.

 Selain tradisi makan bersama, menonton film bertema budaya Tionghoa bisa menjadi aktivitas yang menghibur sekaligus edukatif. Untuk Anda yang ingin merasakan kedalaman cerita dan estetika visual yang kuat, film-film klasik adalah pilihan yang tak lekang oleh waktu. Berikut adalah lima rekomendasi film China klasik yang sangat cocok untuk menemani liburan Imlek Anda tahun ini.

Farewell My Concubine (1993): Mahakarya Drama dan Seni Opera
Film ini merupakan salah satu film paling berpengaruh dalam sejarah sinema China. Disutradarai oleh Chen Kaige, film ini membawa penonton menyelami sejarah politik China melalui kacamata dua aktor Opera Peking.

Alasan Menonton: Visualnya yang sangat indah dan akting luar biasa dari mendiang Leslie Cheung menjadikannya sebuah karya seni yang sangat emosional. Film ini mengajarkan tentang loyalitas, identitas, dan pengorbanan di tengah perubahan zaman.

Raise the Red Lantern (1991): Visual Estetis yang Penuh Makna
Karya sutradara Zhang Yimou ini dikenal karena penggunaan warna merah yang sangat ikonik. Film ini berkisah tentang kehidupan seorang wanita muda yang menjadi selir keempat dari seorang pria kaya di era 1920-an.

Alasan Menonton: Film ini menggambarkan tradisi kuno dengan sangat detail dan penuh simbolisme. Konflik batin dan persaingan antar selir di dalam satu rumah besar memberikan gambaran tentang struktur sosial dan tekanan tradisi di masa lalu.

Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000): Keanggunan Seni Bela Diri
Bagi Anda yang menyukai genre wuxia (pendekar pedang), film arahan Ang Lee ini adalah standar emas. Film ini memadukan aksi bela diri yang puitis dengan kisah cinta yang tragis dan mendalam.

Alasan Menonton: Selain koreografi aksi yang memukau seperti "terbang" di atas pohon bambu, film ini mengeksplorasi nilai-nilai kehormatan, kebebasan, dan pengekangan diri yang sangat kental dengan filosofi Timur.

In the Mood for Love (2000): Romantisme yang Puitis
Jika Anda mencari suasana yang lebih intim dan melankolis, film karya Wong Kar-wai ini adalah jawabannya. Berlatar belakang Hong Kong tahun 1960-an, film ini mengisahkan dua tetangga yang menyadari bahwa pasangan mereka masing-masing berselingkuh.

Alasan Menonton: Penggunaan kostum Cheongsam (Qipao) yang elegan dan sinematografi yang cantik membuat setiap bingkai film ini tampak seperti lukisan. Ini adalah film tentang rindu dan cinta yang tak terucap, dikemas dengan estetika yang luar biasa.

To Live (1994): Perjalanan Daya Tahan Sebuah Keluarga
Satu lagi karya hebat dari Zhang Yimou yang mengisahkan perjalanan hidup sebuah keluarga dari masa perang saudara hingga revolusi kebudayaan. Film ini memperlihatkan bagaimana sebuah keluarga bertahan hidup melewati berbagai tragedi besar.

Alasan Menonton: Film ini memberikan perspektif yang sangat manusiawi tentang sejarah China. Melalui suka dan duka karakter utamanya, kita diingatkan tentang pentingnya keluarga dan semangat untuk terus hidup meski dalam kondisi tersulit sekalipun.

Terkini