JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia kini bukan lagi sekadar penopang ekonomi domestik, melainkan telah bertransformasi menjadi pemain yang diperhitungkan di kancah internasional.
Memasuki Februari 2026, semakin banyak produk lokal yang berhasil menembus pasar mancanegara, membuktikan bahwa kreativitas dan standar kualitas pengusaha kita mampu bersaing ketat dengan produk global. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi "Go Global" yang dicanangkan pemerintah mulai membuahkan hasil nyata.
Kualitas Standar Internasional Jadi Kunci Utama
Keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor tidak terjadi secara instan. Peningkatan daya saing ini didorong oleh kesadaran pelaku usaha untuk memenuhi kriteria global:
sertifikasi dan Standardisasi: Banyak UMKM kini telah mengantongi sertifikasi internasional (seperti ISO, HACCP, hingga sertifikasi organik/halal), yang menjadi "paspor" utama untuk masuk ke pasar Eropa, Amerika, dan Asia Timur.
Inovasi Desain: Produk kerajinan, fesyen, dan furnitur Indonesia mulai mengadaptasi selera pasar global tanpa kehilangan identitas budaya lokal, menjadikannya unik dan eksklusif.
Dukungan Ekosistem Digital dan Pendampingan
Transformasi digital memainkan peran krusial dalam memangkas jarak antara produsen lokal dan pembeli luar negeri.
Pemanfaatan E-Commerce Global: Melalui berbagai platform marketplace internasional, UMKM Indonesia dapat bertransaksi langsung dengan konsumen mancanegara.
Program Akselerasi Ekspor: Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan perusahaan besar (BUMN/Swasta) dalam memberikan pelatihan manajemen ekspor membantu UMKM memahami regulasi dagang dan sistem logistik yang kompleks.
Sektor Unggulan yang Mendominasi Pasar Dunia
Beberapa sektor UMKM tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai ekspor non-migas nasional di awal tahun 2026:
Makanan dan Minuman Olahan: Produk kopi, rempah-rempah, dan camilan sehat dengan kemasan modern.
Industri Kreatif: Kerajinan tangan (handicraft) dan wastra nusantara (batik, tenun) yang diaplikasikan pada busana siap pakai.
Produk Ramah Lingkungan: Barang-barang berbahan dasar bambu, rotan, dan material daur ulang yang sangat diminati oleh pasar yang sadar akan isu keberlanjutan (ESG).