JAKARTA - Partisipasi PT PLN (Persero) dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 membawa visi yang jauh lebih besar daripada sekadar pameran otomotif biasa.
PLN hadir dengan gagasan revolusioner mengenai masa depan mobilitas hijau di Indonesia yang terintegrasi sepenuhnya dalam satu platform digital. Melalui ekosistem Electric Vehicle (EV) yang didukung oleh aplikasi PLN Mobile, perusahaan listrik negara ini berusaha menghapus keraguan masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Fokus utama kali ini adalah memastikan bahwa setiap pemilik kendaraan listrik memiliki akses tanpa batas terhadap sumber daya energi, mulai dari pengisian daya di rumah hingga jaringan stasiun pengisian di jalan raya.
Visi Besar PLN dalam Membangun Kepercayaan Pengguna Kendaraan Listrik
Kehadiran PLN di IIMS 2026 bukan sekadar meramaikan pameran tahunan, melainkan membawa komitmen kuat untuk menjadi enabler transisi energi nasional. PLN ingin memastikan bahwa adopsi kendaraan listrik tidak hanya berhenti pada transaksi pembelian unit di pameran, tetapi berlanjut pada pengalaman penggunaan yang nyaman dan berkelanjutan. Strategi ini dirancang untuk memberikan ketenangan pikiran bagi para calon pembeli EV yang seringkali masih khawatir akan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
“Kami ingin para pemilik dan calon pemilik EV punya keyakinan bahwa setelah mereka membeli kendaraan listrik, sudah ada ekosistem yang mendukung seluruh kebutuhannya. Lewat PLN Mobile, semua kebutuhan itu dijawab dalam satu platform,” ujar Revanny dalam siaran pers yang diterima pada Minggu (8 Februari 2026). Dengan tema “EV Ecosystem Powered by PLN Mobile – Your EV Partner”, PLN memosisikan aplikasi tersebut sebagai gerbang utama layanan kelistrikan yang komprehensif, mencakup pengisian daya di rumah hingga kebutuhan darurat di perjalanan.
Home Charging Ultima sebagai Basis Utama Pengisian Daya Masa Depan
Salah satu pilar utama dalam ekosistem hijau yang diperkenalkan PLN adalah optimalisasi pengisian daya di rumah. PLN melihat bahwa pola pengisian daya kendaraan listrik sebenarnya sangat mirip dengan kebiasaan masyarakat mengisi daya ponsel pintar. Kendaraan diisi saat pemiliknya beristirahat, sehingga ketika pagi hari tiba, kendaraan sudah siap digunakan dengan kapasitas baterai penuh. Inilah yang menjadi landasan PLN meluncurkan produk Home Charging Ultima.
Revanny menjelaskan bahwa sebagian besar pengguna EV melakukan pengisian daya di rumah karena alasan kepraktisan. “Saat selesai beraktivitas dan beristirahat, mobil juga diistirahatkan sambil di-charge. Itulah fungsi utama home charging,” katanya. Produk ini menawarkan paket premium yang terintegrasi langsung dengan sistem kelistrikan PLN, memberikan kemudahan instalasi serta efisiensi biaya. Keunggulan yang paling menonjol adalah pemberian insentif berupa diskon tarif listrik pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB, yang secara signifikan dapat menekan biaya operasional kendaraan listrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Ekspansi SPKLU dan Dukungan bagi Transportasi Online Roda Dua
Meski pengisian daya di rumah menjadi basis utama, PLN menyadari bahwa infrastruktur publik tetap memegang peranan vital, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Hingga awal 2026, tercatat lebih dari 5.000 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah beroperasi di seluruh penjuru Indonesia. Infrastruktur ini terus diperkuat untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk pada periode krusial seperti musim mudik Lebaran. Melalui fitur peta real-time di PLN Mobile, pengguna dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU terdekat dan memantau status ketersediaan mesin pengisian.
Tidak hanya menyasar kendaraan roda empat, PLN juga memperluas ekosistem hijau ini untuk sektor transportasi roda dua melalui SPKLU R2. Layanan ini secara khusus dikembangkan untuk mendukung mitra pengemudi ojek daring yang kini mulai masif bermigrasi ke motor listrik. “Motor listrik digunakan mitra online untuk bekerja. Kebutuhan pengisian daya mereka harus dijawab agar tidak menjadi kendala,” tegas Revanny. Langkah ini menunjukkan bahwa PLN merangkul seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem transportasi rendah karbon.
Kemitraan Terbuka dan Kemudahan Akses Tanpa Birokrasi Rumit
PLN menegaskan bahwa mereka tidak menjalankan monopoli dalam pembangunan ekosistem EV ini. Sebaliknya, PLN membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya bagi para pelaku usaha dan mitra swasta untuk ikut membangun jaringan pengisian daya. Skema kemitraan ini dirancang sangat transparan dan dapat diajukan secara langsung melalui platform digital tanpa perlu melalui proses birokrasi yang melelahkan. “Skema kemitraan sudah tersedia dan bisa diajukan langsung melalui PLN Mobile,” ucap Revanny.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa digitalisasi layanan melalui PLN Mobile bertujuan untuk menciptakan aksesibilitas yang setara bagi semua orang. “Tidak perlu lagi mencari orang dalam atau kenalan. Semua layanan cukup diakses lewat PLN Mobile. Tujuan kami satu, semuanya makin mudah,” tegasnya. Melalui semangat green energy dan dukungan teknologi digital yang solid, PLN berupaya memastikan bahwa transisi menuju mobilitas hijau di Indonesia dapat berjalan lebih cepat, ekonomis, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.