JAKARTA - Memasuki pekan kedua Februari 2026, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memberikan peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi pada saham-saham dengan fundamental kuat dan momentum teknikal yang menarik.
Berdasarkan analisis terbaru, tiga saham dari sektor perbankan syariah, telekomunikasi, dan pertambangan—yakni BRIS, EXCL, dan ADMR—menunjukkan indikasi yang patut dicermati.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
Saham BRIS terus menjadi perhatian seiring dengan kinerja keuangan yang solid dan posisinya sebagai pemimpin pasar perbankan syariah di Indonesia.
Analisis Teknikal: Saham BRIS terlihat bergerak dalam tren uptrend jangka menengah. Area support kuat terbentuk pada level harga tertentu yang menjaga stabilitasnya.
Sentimen: Pertumbuhan aset dan peningkatan penyaluran pembiayaan di awal tahun 2026 menjadi katalis positif bagi kepercayaan investor institusi.
Strategi: Buy on Weakness jika terjadi koreksi sehat menuju area support terdekat.
PT XL Axiata Tbk (EXCL)
Sektor telekomunikasi tetap defensif namun progresif di tengah tingginya konsumsi data masyarakat.
Analisis Teknikal: EXCL menunjukkan pola konsolidasi yang cenderung mengarah pada penembusan (breakout) area resisten. Volume transaksi yang stabil menunjukkan adanya akumulasi bertahap.
Sentimen: Efisiensi operasional dan potensi integrasi layanan menjadi daya tarik utama bagi saham ini untuk bersaing di industri telko nasional.
Strategi: Perhatikan level breakout untuk melakukan buy dengan target kenaikan jangka pendek ke level harga selanjutnya.
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
Sebagai pemain kunci di sektor batu bara metalurgi, ADMR sangat dipengaruhi oleh permintaan industri baja global.
Analisis Teknikal: Pergerakan ADMR cenderung volatil namun memiliki potensi rebound dari level oversold. Indikator momentum mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah.
Sentimen: Harga komoditas mineral yang masih terjaga dan ekspansi kapasitas produksi menjadi sentimen penggerak bagi performa saham ini di tahun 2026.
Strategi: Speculative Buy dengan disiplin ketat pada level stop loss untuk meminimalisir risiko volatilitas komoditas.