JAKARTA - Pemerintah melalui sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung tradisi pulang kampung masyarakat Indonesia.
Di tahun 2026 ini, skala program Mudik Asyik Bersama BUMN mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tidak tanggung-tanggung, program ini diproyeksikan mampu menampung lebih dari 100.000 pemudik, sebuah angka yang mencerminkan upaya masif negara dalam memfasilitasi pergerakan massa yang aman, terorganisir, dan tentunya bebas biaya.
Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan instrumen strategis untuk memecah kepadatan lalu lintas di jalur-jalur rawan kecelakaan. Dengan menyediakan kuota besar untuk transportasi massal, BUMN berupaya memberikan alternatif nyata bagi pemudik yang semula berencana menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, untuk beralih ke moda yang lebih terjamin keselamatannya.
Persiapan Matang Menuju Pembukaan Pendaftaran 12 Februari
Bagi masyarakat yang sudah menantikan kesempatan ini, kalender pendaftaran telah ditetapkan secara resmi. Registrasi untuk kuota seratus ribu orang tersebut dijadwalkan akan mulai dibuka pada tanggal 12 Februari 2026. Mengingat besarnya target peserta tahun ini, sistem pendaftaran digital telah diperkuat guna menangani lonjakan trafik akses dari jutaan calon pendaftar yang ingin mengamankan kursi mereka.
Calon peserta diimbau untuk menyiapkan dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) dalam bentuk digital agar proses pengunggahan data berjalan lancar. Pengumuman "Mudik Gratis BUMN 2026 sasar 100 ribu lebih pemudik, pendaftaran dibuka 12 Februari," menjadi peringatan bagi publik untuk bersiap sejak dini, karena meskipun kuota bertambah, peminat program ini selalu melampaui kapasitas yang tersedia.
Sinergi Lintas Sektoral: Bus, Kereta Api, dan Kapal Laut
Untuk mencapai angka 100.000 lebih peserta, BUMN mengerahkan seluruh kekuatan armadanya di berbagai sektor transportasi. Integrasi ini melibatkan perusahaan di bidang darat, laut, dan perkeretaapian untuk memastikan cakupan wilayah yang merata dari Sabang hingga Merauke.
Sektor Darat: Ribuan bus berstandar pariwisata disiapkan untuk melayani rute-rute populer di Pulau Jawa dan Sumatra.
Sektor Rel: Kereta api tetap menjadi primadona dengan penambahan gerbong khusus mudik gratis di berbagai rute jarak jauh.
Sektor Maritim: Bagi pemudik antarpulau, kapal laut PELNI dan ASDP akan menjadi andalan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar dengan kapasitas angkut yang masif.
Mekanisme Pendaftaran Digital dan Syarat Kepesertaan
Mekanisme pendaftaran tahun ini dilakukan sepenuhnya secara daring melalui portal terpadu atau aplikasi masing-masing BUMN yang terlibat. Kemudahan ini memungkinkan warga dari berbagai pelosok daerah untuk mendaftar tanpa harus mendatangi kantor pusat perusahaan terkait. Syarat utamanya tetap mengedepankan prinsip satu akun untuk satu keluarga, guna memastikan distribusi bantuan yang merata bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.
Pihak panitia juga menekankan pentingnya kejujuran data saat pendaftaran. Verifikasi akan dilakukan secara ketat, dan bagi peserta yang dinyatakan lolos, akan diberikan konfirmasi resmi melalui email atau WhatsApp sebagai bukti sah untuk pengambilan atribut mudik dan tiket keberangkatan.
Dampak Ekonomi dan Keselamatan Transportasi Nasional
Keberhasilan menyerap lebih dari 100.000 pemudik dalam program gratis ini diprediksi akan memberikan dampak positif ganda. Secara ekonomi, anggaran rumah tangga masyarakat dapat dialihkan untuk kebutuhan lain di kampung halaman, yang secara otomatis menggerakkan roda ekonomi di daerah-daerah tujuan mudik. Secara operasional, beban jalan raya dapat dikurangi, sehingga risiko kecelakaan fatal dapat ditekan seminimal mungkin.
Memasuki tahun 2026, program Mudik Gratis BUMN telah berevolusi menjadi standar emas dalam pelayanan publik di Indonesia. Dengan target yang terus meningkat setiap tahunnya, pemerintah membuktikan bahwa sinergi korporasi negara mampu memberikan solusi nyata atas tantangan mobilitas tahunan yang sangat besar di tanah air.