JAKARTA - BYD tidak hanya dikenal sebagai produsen baterai, tetapi juga sebagai inovator arsitektur kendaraan listrik.
Melalui e-Platform 3.0, BYD menciptakan standar baru dalam hal efisiensi, keamanan, dan kecerdasan berkendara. Salah satu perwujudan paling mutakhir dari filosofi teknologi ini terlihat pada Denza Z9 GT, sebuah Grand Tourer mewah hasil kolaborasi strategis antara BYD dan Mercedes-Benz yang mengusung performa di atas rata-rata mobil listrik konvensional.
Pilar Utama e-Platform 3.0: Tulang Punggung EV Modern
e-Platform 3.0 dirancang khusus untuk kendaraan listrik murni (dedicated EV platform), yang memberikan keunggulan teknis signifikan dibandingkan platform adaptasi:
Sistem Penggerak 8-in-1: Integrasi komponen seperti motor, inverter, dan kontroler ke dalam satu unit kompak. Hasilnya adalah pengurangan bobot dan peningkatan efisiensi sistem hingga mencapai 89%.
Arsitektur 800 Volt: Mendukung pengisian daya ultra-cepat. Penambahan jarak tempuh hingga 150 km dapat dicapai hanya dalam waktu pengisian sekitar 5 menit.
Teknologi CTB (Cell-to-Body): Baterai bukan lagi komponen terpisah, melainkan bagian integral dari struktur sasis. Ini meningkatkan kekakuan torsi kendaraan setara dengan mobil sport mewah, sekaligus menurunkan pusat gravitasi untuk stabilitas maksimal.
Denza Z9 GT: Menembus Batas Teknologi dengan e3 (Yi-San)
Jika model standar menggunakan e-Platform 3.0, Denza Z9 GT memperkenalkan evolusi yang lebih gahar, yakni teknologi e3 (dibaca Yi-San). Teknologi ini merupakan sistem penggerak independen tiga motor pertama di dunia untuk kendaraan produksi massal.
Fitur Unggulan Denza Z9 GT:
Konfigurasi Tiga Motor: Satu motor di depan dan dua motor di belakang yang bekerja secara independen. Kombinasi ini menghasilkan tenaga dahsyat melebihi 900 HP dan akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 3 detik.
Kemampuan Manuver Ekstrem: Berkat kontrol motor belakang yang independen, Denza Z9 GT mampu melakukan Crab Walk (berjalan miring) dan memiliki radius putar yang sangat kecil untuk mobil sepanjang 5,2 meter.
VMC (Vehicle Motion Control): Sistem ini mengintegrasikan kemudi, pengereman, dan suspensi udara secara harmonis, memungkinkan mobil tetap stabil meski melakukan manuver tajam di kecepatan tinggi.
Desain Aero-Cosmic: Pertemuan Estetika dan Sains
Denza Z9 GT tidak hanya canggih di dalam, tetapi juga di luar. Desainnya yang disebut Aero-Cosmic berfokus pada aerodinamika untuk menekan koefisien hambatan udara (drag coefficient). Penggunaan kamera sebagai pengganti spion konvensional (pada varian tertentu) dan gagang pintu flush bukan sekadar gaya, melainkan upaya memperpanjang jarak tempuh baterai melalui efisiensi angin.