Tempat Liburan di Jogja: Destinasi Seru yang Bisa Kamu Kunjungi!

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:28:00 WIB
tempat liburan di jogja

Jakarta - Tempat liburan di Jogja selalu menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin melepas penat dan menikmati suasana yang berbeda. 

Rasanya sulit menemukan orang yang tidak tertarik berkunjung ke kota ini. Yogyakarta menawarkan beragam destinasi yang lengkap dan menyenangkan untuk dijelajahi. 

Kota yang dikenal sebagai Kota Pelajar ini menghadirkan wisata budaya, kuliner khas yang menggugah selera, panorama alam yang memukau, hingga spot-spot estetik yang cocok untuk berfoto.

Baik bagi kamu yang baru pertama kali berkunjung maupun yang sudah sering datang dan ingin mencoba pengalaman baru, selalu ada destinasi menarik yang bisa ditemukan. 

Beragam rekomendasi tersebut siap memperkaya rencana perjalananmu saat mencari tempat liburan di Jogja berikutnya.

Tempat Liburan di Jogja 

Jika ini adalah kunjungan pertamamu ke Yogyakarta, ada beberapa destinasi ikonik yang sebaiknya tidak dilewatkan agar pengalamanmu terasa lengkap. 

Beragam tempat liburan di jogja tersebut menjadi tujuan favorit wisatawan dan sering dianggap sebagai spot wajib sebelum benar-benar merasa sudah menikmati suasana kota ini.

1. Jalan Malioboro

Destinasi ini hampir selalu menempati urutan teratas dalam daftar kunjungan saat berada di Yogyakarta. 

Rasanya belum sah berkunjung ke kota ini jika belum menyempatkan diri singgah, atau setidaknya melintas, di Jalan Malioboro. Kawasan ini menjadi pusat keramaian sekaligus ikon wisata yang paling dikenal.

Di sepanjang jalan, kamu bisa menemukan berbagai toko oleh-oleh khas, pedagang kaki lima, hingga pusat perbelanjaan. 

Tak hanya berburu cendera mata, Malioboro juga surga kuliner. Saat malam tiba, deretan warung tenda mulai berdiri, menawarkan aneka hidangan yang menggugah selera dengan suasana khas Jogja yang hangat.

Jika kamu tiba di Yogyakarta menggunakan kereta api, lokasinya sangat strategis karena hanya perlu berjalan kaki dari Stasiun Tugu Yogyakarta untuk mencapai kawasan ini. 

Apalagi bila datang menjelang sore, kamu bisa langsung menikmati suasana senja sekaligus mencicipi kuliner malam tanpa harus repot mencari transportasi tambahan.

2. Kraton Yogyakarta

Yogyakarta memiliki status sebagai Daerah Istimewa yang dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwono X. 

Sebagai pusat pemerintahan dan budaya, tentu terdapat istana resmi yang menjadi simbol kekuasaan sekaligus warisan sejarah, yaitu Kraton Yogyakarta.

Di kompleks inilah pengunjung dapat menyaksikan secara langsung jejak panjang Kesultanan Yogyakarta, mulai dari koleksi benda bersejarah, arsitektur tradisional Jawa, hingga berbagai pertunjukan budaya yang kadang digelar di area tertentu.

Kompleks utama Kraton dibuka untuk umum mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB, sementara khusus hari Jumat hanya sampai pukul 11.00 WIB. 

Pengunjung dapat memilih menggunakan jasa pemandu untuk mendapatkan penjelasan lebih detail mengenai sejarah dan filosofi bangunan, namun berjalan mandiri pun tetap memungkinkan.

Harga tiket masuknya sangat terjangkau, yakni Rp5.000 untuk wisatawan domestik, dengan tambahan Rp1.000 jika ingin membawa kamera untuk berfoto.

Kraton Yogyakarta
Waktu Buka: Setiap hari, 08.30–13.00 WIB (kecuali Jumat, 08.30–11.00 WIB)
Tiket Masuk: Mulai dari Rp5.000 untuk wisatawan domestik

3. Alun-Alun Selatan

Terletak di sisi selatan Kraton dan masih termasuk dalam area Benteng Kraton Yogyakarta, Alun-Alun Selatan atau yang sering disebut Alun-Alun Kidul merupakan salah satu tanah milik Sultan. 

Berbeda dengan Alun-Alun Utara yang biasanya ramai ketika ada acara besar, kawasan ini hampir selalu hidup setiap hari.

Tempat ini menjadi ruang publik favorit bagi warga lokal maupun wisatawan. Banyak orang datang untuk sekadar duduk santai, bermain bulu tangkis, menikmati jajanan dari warung tenda, atau mencoba kereta hias yang bisa disewa untuk berkeliling lapangan. 

Menjelang sore hingga malam hari, suasananya semakin meriah karena jumlah pengunjung yang terus bertambah.

Ada pula tradisi unik yang selalu menarik perhatian, yaitu berjalan lurus melewati dua pohon beringin kembar di tengah lapangan dengan mata tertutup. 

Konon, siapa pun yang berhasil melakukannya dipercaya akan mendapatkan harapan yang diinginkan.

Alun-Alun Selatan Yogyakarta
Waktu Buka: 24 jam
Tiket Masuk: Gratis

4. Taman Sari

Masih berada di dalam kawasan Benteng Kraton, Taman Sari dulunya berfungsi sebagai tempat pemandian pribadi bagi Sultan dan para permaisuri. 

Meski kini tidak lagi digunakan sebagai tempat kerajaan, kompleks ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan, terutama bagi yang baru pertama kali datang ke Yogyakarta.

Bangunan bekas pemandian dengan arsitektur khas menjadi daya tarik utama. Selain itu, pengunjung dapat menjelajahi lorong-lorong bawah tanah yang sarat nilai sejarah. 

Salah satu bagian paling populer adalah masjid bawah tanah, dikenal sebagai Sumur Gumuling, yang memiliki struktur tangga melingkar unik dan sering dijadikan latar berfoto karena tampilannya yang estetis.

Taman Sari
Waktu Buka: Setiap hari, 09.00–15.00 WIB
Tiket Masuk: Mulai dari Rp5.000 untuk wisatawan domestik

5. Tugu Yogyakarta

Tugu Yogyakarta termasuk simbol kota yang tidak boleh dilewatkan, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali datang. Monumen ini sering dijadikan latar foto sebagai bukti telah berkunjung ke Kota Gudeg.

Mengambil gambar dengan latar Tugu memang memerlukan sedikit strategi karena letaknya berada di tengah persimpangan jalan yang ramai. 

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah berfoto dari trotoar di sisi seberang dengan memperhatikan momen lalu lintas agar hasilnya maksimal.

Alternatif lainnya, kamu bisa mengunjungi restoran atau kafe yang berada tepat di seberang Tugu. 

Beberapa di antaranya memiliki area lantai dua dengan teras terbuka, sehingga memungkinkan mengambil gambar dari sudut pandang yang lebih tinggi. 

Tentu saja, tetap hormati tempat tersebut dengan memesan makanan atau minuman sebelum berfoto.

Tugu Yogyakarta
Waktu Buka: Setiap hari
Tiket Masuk: Gratis

6. Candi Prambanan

Candi Prambanan dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Lokasinya berada di wilayah Klaten, tepat di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah. 

Destinasi ini termasuk yang paling banyak dikunjungi wisatawan dan bahkan pernah dijadikan lokasi pengambilan gambar untuk salah satu program hiburan internasional.

Kompleks candi ini didirikan sekitar tahun 850 Masehi oleh Raja Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Kuno. 

Seiring berjalannya waktu, bangunan ini sempat terbengkalai dan mengalami kerusakan akibat berbagai bencana alam. 

Sebagian struktur berhasil direstorasi, sementara bagian lainnya tidak dapat dibangun kembali dan kini tersusun sebagai reruntuhan di sekitar area utama. 

Dahulu, jumlah bangunan di kawasan ini diperkirakan mencapai 240 candi, namun saat ini yang masih berdiri dan dapat dilihat hanya sekitar 18 candi.

7. Candi Borobudur

Meski secara administratif berada di Muntilan, Jawa Tengah, dan bukan di wilayah Yogyakarta, Candi Borobudur tetap menjadi destinasi yang hampir selalu masuk dalam agenda wisata saat berkunjung ke Jogja. 

Jaraknya sekitar 40 kilometer dari pusat kota, atau kurang lebih satu setengah jam perjalanan menggunakan mobil, sehingga masih cukup mudah dijangkau.

Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur memiliki struktur berbentuk persegi dengan sembilan tingkat bertingkat serta satu stupa utama di puncaknya. 

Keindahannya dapat dinikmati baik dari permukaan tanah maupun dari sudut pandang yang lebih tinggi. 

Dinding-dindingnya dipenuhi relief yang bukan sekadar hiasan, melainkan rangkaian kisah yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa lampau hingga ajaran Buddha.

Candi Borobudur sangat ramai saat perayaan Waisak, terutama ketika prosesi pelepasan lampion menjadi bagian dari rangkaian acara. 

Selain itu, kawasan ini juga terkenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbit. 

Banyak pengunjung datang sejak dini hari demi menikmati panorama sunrise yang memukau dengan latar siluet stupa-stupa megah.

8. Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis sering dianggap sebagai destinasi yang sangat populer di kalangan wisatawan. 

Walaupun terkesan ramai, pantai ini tetap menjadi tujuan yang patut dikunjungi, khususnya bagi yang baru pertama kali datang ke Yogyakarta.

Bentangan garis pantainya cukup panjang dengan hamparan pasir yang luas, memberikan banyak pilihan aktivitas. 

Pengunjung bisa berfoto di area gumuk pasir, mencoba mengendarai ATV atau delman, bermain pasir, atau sekadar duduk santai menikmati hembusan angin laut.

Pantai ini juga dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbenam. Karena itu, waktu paling ideal untuk datang adalah menjelang sore agar bisa menyaksikan perubahan warna langit yang indah saat senja tiba.

9. Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo merupakan salah satu pasar tradisional tertua di Yogyakarta dan menjadi surga bagi pencinta belanja serta budaya lokal. 

Di tempat ini, pengunjung dapat menemukan beragam produk, mulai dari kain batik tradisional, aneka kerajinan tangan, tekstil, aksesori, hingga berbagai pilihan kuliner khas daerah.

Berbelanja di pasar ini membutuhkan kemampuan menawar, karena interaksi langsung dengan pedagang menjadi bagian dari pengalaman tersendiri. 

Dengan tawar-menawar yang tepat, kamu bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang lebih bersahabat dibandingkan toko modern. 

Jangan lupa juga menyempatkan diri mencicipi jajanan yang dijual di kios-kios makanan di dalam area pasar.

Cocok untuk Pecinta Aktivitas Luar Ruangan

Bagi kamu yang lebih menyukai wisata alam, Yogyakarta juga memiliki banyak pilihan destinasi terbuka. 

Mulai dari lokasi yang menantang adrenalin hingga tempat yang cocok untuk bersantai menikmati pemandangan, semuanya tersedia dan bisa disesuaikan dengan preferensi perjalananmu.

10. Lereng Gunung Merapi

Untuk mengunjungi Gunung Merapi, ada dua opsi yang bisa dipilih: mendaki hingga ke jalur pendakian resmi atau mengikuti tur menggunakan jeep menuju kawasan Kaliadem di lerengnya. 

Jika memilih mendaki, tentu diperlukan persiapan fisik dan perlengkapan yang matang karena medan Gunung Merapi cukup menantang.

Sementara itu, tur jeep menjadi alternatif yang lebih fleksibel dan dapat dilakukan hampir kapan saja. 

Dalam perjalanan ini, pengunjung akan diajak menyusuri area bekas aliran lava dan melihat langsung Bunker Kaliadem serta sisa-sisa dampak letusan pada masa lalu. 

Selain itu, pemandangan Gunung Merapi dari jarak dekat memberikan pengalaman tersendiri yang sulit dilupakan, terutama bagi pecinta petualangan dan lanskap alam.

11. Goa Jomblang

Goa Jomblang menjadi salah satu destinasi yang popularitasnya meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. 

Daya tarik utamanya adalah fenomena cahaya yang masuk dari celah gua dan sering disebut sebagai “Cahaya Surga”, yang membuat tempat ini banyak dibagikan di media sosial.

Namun, untuk mencapai lokasi tersebut dibutuhkan kondisi fisik yang cukup prima. Pengunjung harus diturunkan menggunakan peralatan khusus ke dalam lubang vertikal sedalam kurang lebih 60 meter. 

Setelah sampai di dasar, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalur berlumpur menuju bagian dalam gua. Medan yang licin dan lembap membuat perjalanan terasa menantang.

Meski begitu, rasa lelah akan terbayar lunas ketika tiba di titik utama. Pemandangan sinar matahari yang menembus kegelapan gua menciptakan suasana dramatis yang sulit dilupakan dan benar-benar memukau.

12. Hutan Pinus Pengger

Hutan Pinus Pengger menawarkan suasana alam yang sejuk dengan deretan pohon pinus yang menjulang tinggi. 

Tempat ini tidak hanya menghadirkan panorama hutan yang asri, tetapi juga berbagai instalasi kreatif yang terbuat dari kayu dan ranting pohon.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari ketika udara terasa lebih segar dan aroma khas pinus semakin terasa. 

Selain berjalan santai menikmati suasana, pengunjung juga dapat berburu foto di berbagai spot menarik.

Salah satu ikon yang paling diminati adalah instalasi berbentuk tangan raksasa yang menghadap ke panorama kota dari ketinggian. 

Dengan latar pemandangan alam dan cahaya yang tepat, hasil fotonya terlihat unik. Selain itu, masih banyak struktur artistik lain berbahan kayu yang bisa dijadikan latar swafoto.

13. Goa Pindul dan Sungai Oyo

Terletak di wilayah Gunungkidul, Goa Pindul merupakan gua wisata yang memiliki aliran sungai bawah tanah. 

Berbeda dengan Goa Jomblang yang menekankan eksplorasi vertikal, di sini pengunjung dapat menyusuri sungai menggunakan ban pelampung dalam aktivitas yang dikenal sebagai river tubing. 

Aliran tersebut terhubung hingga ke Sungai Oyo, sehingga pengalaman menyusuri air terasa lebih panjang dan menyenangkan.

Bagi yang belum pernah mencoba river tubing, aktivitas ini bisa menjadi pengalaman yang berkesan. 

Menyusuri sungai dengan arus yang relatif tenang sambil menikmati formasi batuan di dalam gua memberikan sensasi petualangan yang berbeda. 

Selain itu, paket wisata yang ditawarkan umumnya cukup terjangkau, sehingga cocok untuk berbagai kalangan.

14. Waduk Sermo

Waduk Sermo berada di Kabupaten Kulon Progo dan berfungsi sebagai penampungan air untuk kebutuhan irigasi pertanian serta perkebunan di sekitarnya. 

Selain fungsi utamanya tersebut, kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menyuguhkan panorama perbukitan dan perairan yang menenangkan.

Bagi yang ingin merasakan suasana berbeda, berkemah di tepi waduk bisa menjadi pilihan menarik. 

Menghabiskan malam di alam terbuka dengan pemandangan air yang tenang menciptakan pengalaman liburan yang berkesan. 

Pengunjung juga dapat mencoba aktivitas lain seperti bermain kano, kayak, atau memancing untuk menambah keseruan.

15. Pantai Nglambor

Pantai Nglambor termasuk salah satu pantai di wilayah Gunungkidul yang memiliki karakteristik berbeda dibanding pantai selatan lainnya. 

Jika sebagian besar pantai di kawasan ini dikenal dengan ombak besar, Pantai Nglambor justru relatif tenang dan aman untuk snorkeling maupun berenang.

Keistimewaan tersebut disebabkan oleh dua batu karang besar yang berada di depan garis pantai. 

Formasi alami ini berfungsi sebagai pemecah ombak, sehingga gelombang besar tidak langsung mencapai bibir pantai. 

Kondisi air yang lebih tenang membuat area ini terasa seperti kolam alami, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan bawah laut dengan lebih nyaman.

Tempat Wisata untuk Keluarga

Bagi yang berencana berlibur bersama keluarga dan anak-anak, Yogyakarta juga memiliki banyak pilihan destinasi yang ramah untuk segala usia. 

Mengunjungi tempat-tempat yang sesuai untuk keluarga akan membuat suasana liburan semakin menyenangkan dan membuat anak-anak merasa betah menikmati waktu bersama.

16. Taman Pelangi

Taman Pelangi merupakan taman hiburan yang berada di kawasan Museum Monumen Yogya Kembali, tepatnya di Ring Road Utara. Keunikan tempat ini terletak pada jam operasionalnya yang dimulai sore hingga malam hari. 

Daya tarik utamanya adalah instalasi lampu warna-warni yang menyala saat gelap, menciptakan suasana semarak yang membuat area Monjali tampak seperti lautan cahaya menyerupai pelangi.

Karena tampilannya yang cantik di malam hari, lokasi ini kerap menjadi pilihan untuk berfoto. 

Namun, bukan hanya sekadar tempat berburu gambar, pengunjung juga bisa menikmati berbagai wahana permainan bersama keluarga. 

Beberapa di antaranya adalah bola air, perahu kayuh, rumah balon, trampolin, bom-bom car, serta aneka permainan lainnya yang cocok untuk segala usia.

17. Taman Pintar

Berbeda dari destinasi hiburan pada umumnya, Taman Pintar mengusung konsep taman bermain berbasis edukasi sains. 

Tempat ini dirancang bukan sekadar untuk rekreasi, tetapi juga untuk menumbuhkan minat anak-anak terhadap ilmu pengetahuan melalui pengalaman langsung.

Berbagai wahana yang tersedia menampilkan peragaan ilmiah yang interaktif. Salah satu contoh yang menarik adalah Generator Van De Graaff, alat yang dapat membuat rambut pengunjung tampak berdiri akibat efek listrik statis. 

Melalui eksperimen semacam ini, anak-anak tidak hanya merasa terhibur, tetapi juga mendapatkan pemahaman sederhana mengenai konsep sains dengan cara yang menyenangkan. 

Di sini, belajar terasa lebih hidup dan tidak membosankan.

18. Waterboom Jogja (Jogja Bay Waterpark)

Waterboom Jogja merupakan taman rekreasi air terbesar di Yogyakarta dengan luas hampir delapan hektare. 

Tempat ini sebelumnya dikenal dengan nama Jogja Bay Waterpark dan memiliki beragam wahana yang memacu adrenalin maupun yang bersifat santai.

Beberapa permainan yang cukup menantang antara lain Memo Racer, perosotan yang memungkinkan pengunjung berlomba kecepatan; 

Bekti Adventures, seluncuran panjang yang membawa pengunjung melintasi berbagai area; serta Brando Boomeranggo yang menghadirkan sensasi meluncur cepat dengan lintasan unik.

Bagi yang ingin bersantai, tersedia wahana ramah keluarga seperti Mimi Family, area ombak buatan South Beach yang aktif setiap satu jam sekali, serta Donte Wild River yang memungkinkan pengunjung menyusuri aliran air dengan tenang. 

Selain itu, taman ini juga kerap mengadakan acara bubble bath party yang menambah keseruan suasana.

19. Sindu Kusuma Edupark

Sindu Kusuma Edupark atau SKE merupakan taman hiburan yang memadukan konsep rekreasi dan edukasi dalam satu lokasi. 

Di sini tersedia berbagai permainan yang bisa dinikmati semua kalangan, termasuk wahana bianglala ikonik bernama Cakra Manggilingan yang memiliki tinggi sekitar 48 meter.

Dari ketinggian tersebut, pengunjung dapat melihat panorama kawasan taman, sebagian wilayah Kota Yogyakarta, bahkan hingga Gunung Merapi saat cuaca cerah. 

Selain bianglala, tersedia pula beragam wahana lain seperti Bioskop 8D, Montor Tumbur, Panggon Lunjak, Kursi Mabur, Taman Lampu, hingga House of Terror.

Tidak hanya permainan, SKE juga memiliki area edukatif seperti Omah Batik dan Omah Musik yang memperkenalkan budaya serta seni kepada pengunjung dengan cara interaktif.

20. Kids Fun Park

Kids Fun Park adalah taman bermain yang terletak di wilayah Piyungan, Bantul. Tempat ini menawarkan beragam wahana yang dirancang untuk menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak maupun keluarga.

Sesuai namanya, kawasan ini menghadirkan berbagai permainan mulai dari bumper car, komidi putar, hingga wahana yang lebih menantang seperti flying fox dan roller coaster. 

Secara keseluruhan terdapat 24 wahana reguler yang bisa dinikmati dengan satu tiket masuk, sehingga pengunjung bebas mencoba semuanya. Anak-anak biasanya merasa puas karena banyak pilihan aktivitas dalam satu lokasi.

Letaknya yang berada di tepi Jalan Wonosari membuat tempat ini cukup mudah ditemukan oleh pengunjung.

21. Aqua Splash

Aqua Splash merupakan taman bermain air yang masih berada dalam satu kawasan dengan Kids Fun Park. 

Setelah menikmati berbagai wahana darat, anak-anak dapat langsung berpindah ke area ini untuk bermain air.

Kehadiran Aqua Splash melengkapi pengalaman rekreasi keluarga dalam satu hari penuh. Dengan kombinasi permainan darat dan air, waktu yang dihabiskan di area ini terasa semakin seru dan menyenangkan bagi anak-anak.

22. Yogya Gokart

Selain Kids Fun Park dan Aqua Splash, kawasan yang sama juga memiliki arena Yogya Gokart di Jalan Wonosari KM 10. Di sinilah pengunjung dapat menguji keterampilan mengemudi dalam lintasan khusus gokart.

Tersedia beberapa jenis kendaraan sesuai usia. Anak berusia 6 hingga 12 tahun dapat menggunakan Gokart Talon. 

Untuk anak yang lebih kecil, tersedia Gokart Double yang memungkinkan mereka berkendara bersama orang dewasa. 

Sementara itu, remaja usia 13 tahun ke atas dapat mencoba Gokart Eagle yang memiliki kecepatan maksimal hingga 60 km/jam. 

Aktivitas ini menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang ingin merasakan sensasi balapan dalam suasana aman dan terkendali.

Sebagai penutup, beragam pilihan tempat liburan di jogja siap menghadirkan pengalaman seru, mulai dari wisata alam, budaya, hingga hiburan keluarga.

Terkini