Analisis IHSG Dan Rekomendasi Saham Pilihan Untuk Perdagangan Senin 23 Februari 2026

Senin, 23 Februari 2026 | 15:06:11 WIB
Analisis IHSG Dan Rekomendasi Saham Pilihan Untuk Perdagangan Senin 23 Februari 2026

JAKARTA - Pasar modal Indonesia membuka pekan keempat di bulan Februari 2026 dengan dinamika yang cukup menarik perhatian para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak variatif dalam rentang konsolidasi yang cenderung menguji level psikologis baru.

Fokus pelaku pasar hari ini tertuju pada rilis data ekonomi domestik serta arah kebijakan moneter global yang terus memberikan pengaruh terhadap arus modal asing (foreign flow).

Di tengah volatilitas pasar yang masih terjaga, pemilihan saham berbasis fundamental kuat dan momentum teknis menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan imbal hasil portofolio investasi di awal minggu ini.

Proyeksi Pergerakan IHSG: Menguji Level Resisten Di Tengah Konsolidasi

Secara teknis, IHSG menunjukkan pola pergerakan yang berupaya keluar dari fase konsolidasi jangka pendeknya. Para analis memperkirakan indeks akan bergerak pada rentang support kuat di level 7.350 hingga resisten di kisaran 7.520.

Stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang relatif terjaga di awal tahun 2026 ini memberikan sentimen positif tambahan bagi emiten-emiten berkapitalisasi besar (big caps). Investor disarankan untuk mencermati volume perdagangan sebagai konfirmasi apakah tren penguatan hari ini memiliki daya dorong yang cukup untuk menembus level resisten terdekat.

Selain faktor teknis, sentimen dari laporan keuangan tahunan (FY2025) yang mulai dirilis secara bertahap oleh emiten menjadi penggerak utama. Pergerakan IHSG hari ini juga akan dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global, terutama energi dan mineral, yang sering kali menjadi penggerak indeks sektor sektoral.

Sikap wait and see masih terlihat pada sebagian pelaku pasar institusi, menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai arah inflasi di negara-negara maju yang dapat berdampak pada kebijakan suku bunga bank sentral global dalam waktu dekat.

Rekomendasi Saham Sektor Perbankan Dan Infrastruktur Unggulan

Sektor perbankan tetap menjadi tulang punggung dalam rekomendasi saham hari ini. Bank-bank besar dengan fundamental solid seperti BBCA, BBRI, dan BMRI masih menjadi pilihan utama bagi investor jangka panjang.

Efisiensi operasional yang meningkat serta penyaluran kredit yang tumbuh positif menjadi katalisator penguatan harga sahamnya. Analis merekomendasikan strategi buy on weakness pada saham-saham perbankan ini mengingat perannya sebagai instrumen safe haven saat terjadi fluktuasi indeks yang signifikan.

Di sisi lain, sektor infrastruktur dan telekomunikasi juga layak masuk dalam radar pantauan. Emiten seperti TLKM dan ASII diprediksi memiliki ruang penguatan teknis setelah mengalami penyesuaian harga di pekan sebelumnya.

Fokus pemerintah pada keberlanjutan proyek strategis nasional dan digitalisasi ekonomi memberikan sentimen positif jangka panjang bagi sektor ini. Investor diharapkan tetap memperhatikan manajemen risiko dengan menerapkan level stop loss yang disiplin guna melindungi modal di tengah pergerakan pasar yang dinamis.

Sentimen Global Dan Arus Modal Asing Di Pasar Modal Indonesia

Dinamika pasar global tetap menjadi faktor eksternal yang tidak bisa diabaikan. Rilis data tenaga kerja dan manufaktur dari Amerika Serikat akhir pekan lalu memberikan pengaruh terhadap ekspektasi investor global terhadap pasar berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.

Arus modal asing yang masuk (net foreign buy) pada beberapa saham blue chip menunjukkan bahwa Indonesia masih dipandang sebagai destinasi investasi yang menarik karena stabilitas makroekonominya yang unggul di kawasan Asia Tenggara.

Kesenjangan imbal hasil antara obligasi pemerintah dan dividen saham juga menjadi pertimbangan penting dalam alokasi aset saat ini. Seiring dengan upaya pemerintah menjaga defisit anggaran, kepercayaan investor asing terhadap surat utang dan saham Indonesia diharapkan tetap solid.

Para pelaku pasar hari ini akan mencermati bagaimana respon pasar regional Asia menghadapi pembukaan perdagangan, yang sering kali menjadi indikator awal bagi pergerakan IHSG di sesi pertama hingga penutupan sore nanti.

Strategi Investasi Dan Manajemen Risiko Bagi Trader Harian

Bagi para trader harian, volatilitas yang terjadi di sesi pembukaan dapat dimanfaatkan untuk mencari peluang swing trading. Saham-saham dengan kapitalisasi pasar menengah (second liners) yang memiliki katalis berita positif atau aksi korporasi tertentu bisa menjadi pilihan alternatif di luar saham-saham utama.

Namun, kehati-hatian tetap menjadi prioritas; hindari melakukan pembelian yang bersifat impulsif (FOMO) pada saham-saham yang telah mengalami penguatan secara tidak wajar dalam waktu singkat.

Penting bagi setiap investor untuk selalu memperbarui informasi terkait perubahan kebijakan regulasi maupun perkembangan geopolitik terbaru. Menggunakan analisis teknis seperti indikator Moving Average (MA) dan Relative Strength Index (RSI) dapat membantu dalam menentukan titik masuk dan keluar yang lebih akurat.

Dengan perencanaan yang matang dan disiplin yang tinggi, perdagangan hari ini diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal bagi para pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026 ini.

Terkini