Bank Indonesia Hadirkan PIDI Untuk Penggerak Talenta Dan Startup Sistem Keuangan Digital

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:00:47 WIB
Bank Indonesia Hadirkan PIDI Untuk Penggerak Talenta Dan Startup Sistem Keuangan Digital

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) secara resmi memperkenalkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai langkah konkret dalam memperkuat pilar ekonomi masa depan.

Kehadiran PIDI diproyeksikan menjadi katalisator utama atau penggerak bagi talenta-talenta muda dan perusahaan rintisan (startup) di sektor sistem keuangan digital. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen otoritas moneter untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan aman, sejalan dengan visi transformasi digital nasional yang tengah digalakkan pemerintah.

Melalui PIDI, Bank Indonesia ingin memastikan bahwa perkembangan teknologi finansial (fintech) di tanah air tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah, tetapi juga memiliki kualitas dan fundamental yang kokoh.

Pusat inovasi ini dirancang untuk menjadi wadah kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan para inovator guna melahirkan solusi-solusi keuangan digital yang mampu menjawab tantangan pasar domestik maupun global.

Pusat Inkubasi Sebagai Wadah Pengembangan Talenta Digital

Salah satu fokus utama dari pembentukan PIDI adalah pengembangan talenta digital. Bank Indonesia menyadari bahwa ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang teknologi keuangan adalah kunci keberlanjutan sistem keuangan masa depan. PIDI akan berperan dalam:

Program Edukasi dan Pelatihan: Memberikan pembekalan teknis mengenai regulasi keuangan, keamanan siber, dan teknologi blockchain.

Mentorship: Menghubungkan para talenta muda dengan para ahli di industri perbankan dan teknologi untuk mempertajam visi bisnis mereka.

Standardisasi Kompetensi: Menciptakan standar keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri keuangan digital saat ini.

Mendorong Pertumbuhan Startup Melalui Pendekatan Regulatori

Bagi para pelaku startup, PIDI menawarkan lingkungan yang sangat mendukung melalui pendekatan yang terintegrasi dengan fungsi regulasi Bank Indonesia. Startup yang bergabung dalam ekosistem ini akan mendapatkan kemudahan dalam memahami koridor aturan yang berlaku, sehingga inovasi yang dihasilkan tetap berada dalam jalur kepatuhan hukum (compliance).

Hal ini juga berkaitan dengan optimalisasi Regulatory Sandbox, di mana PIDI menjadi gerbang awal bagi perusahaan rintisan untuk menguji produk dan model bisnis mereka dalam lingkungan terbatas yang dipantau oleh BI.

Dengan demikian, risiko sistemik dapat diminimalisir, sementara inovasi tetap diberikan ruang untuk bertumbuh dan berkembang sebelum dilepas ke pasar luas.

Sinergi Ekosistem Keuangan Digital Yang Terintegrasi

Kehadiran PIDI tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari cetak biru Sistem Pembayaran Indonesia (SPI). Bank Indonesia berupaya menyatukan berbagai elemen, mulai dari sistem pembayaran ritel, infrastruktur pasar keuangan, hingga sistem perlindungan konsumen dalam satu naungan inovasi digital.

PIDI diharapkan mampu memicu lahirnya inovasi-inovasi seperti sistem pembayaran lintas negara (cross-border payment) yang lebih murah, integrasi data keuangan yang lebih terbuka (open API), hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi transaksi keuangan yang mencurigakan.

Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi ekonomi secara keseluruhan dan mempercepat pemulihan ekonomi melalui digitalisasi.

Visi Jangka Panjang Bagi Ekonomi Nasional

Bank Indonesia meyakini bahwa dengan adanya PIDI, Indonesia dapat memposisikan diri sebagai pemain utama dalam kancah sistem keuangan digital internasional.

Keberhasilan pusat inovasi ini akan diukur dari seberapa banyak talenta lokal yang mampu bersaing dan seberapa besar kontribusi startup digital dalam meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat bawah yang selama ini belum terjangkau oleh layanan perbankan konvensional (unbanked).

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BI, dan sektor swasta melalui wadah PIDI, masa depan sistem keuangan digital Indonesia diprediksi akan semakin cerah.

Inisiatif ini bukan hanya soal teknologi, melainkan tentang membangun pondasi ekonomi yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman melalui pemberdayaan potensi manusia dan inovasi tanpa batas.

Terkini

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 Naik Rp40000

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:29 WIB

Harga Emas Pegadaian 24 Februari 2026 Naik UBS Tembus 3078

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:28 WIB

Harga Perak Antam Hari Ini Naik Ke Rp54.950 Per Gram

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:26 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini Saat IHSG Dibuka Menguat Pagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:47:25 WIB