JAKARTA - Arus balik Lebaran 2026 di wilayah KAI Daop 8 Surabaya menunjukkan mobilitas penumpang yang masih tinggi. Diperkirakan 52.409 penumpang memanfaatkan layanan kereta api pada 29 Maret 2026, terdiri dari 29.346 penumpang datang dan 23.063 penumpang berangkat.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan jumlah ini berpotensi bertambah. Hal ini karena jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api masih berlangsung hingga malam hari.
Stasiun dengan Volume Penumpang Tertinggi
Tiga stasiun mencatat jumlah penumpang paling tinggi, yakni Stasiun Surabaya Gubeng dengan total 16.294 penumpang. Rinciannya terdiri dari 6.584 penumpang naik dan 9.710 penumpang turun.
Stasiun Surabaya Pasarturi berada di urutan kedua dengan total 15.104 penumpang. Jumlah tersebut meliputi 6.467 penumpang naik dan 8.637 penumpang turun.
Stasiun Malang menempati posisi ketiga dengan total 8.358 penumpang. Penumpang naik tercatat 2.836 orang dan penumpang turun mencapai 5.522 orang.
Total Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026
Selama periode Angkutan Lebaran 11–29 Maret 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 902.543 penumpang. Rinciannya terdiri dari 457.917 penumpang berangkat dan 444.626 penumpang datang.
Secara keseluruhan, KAI Daop 8 Surabaya memproyeksikan total penumpang mencapai 990.294. Angka ini terdiri dari 497.008 penumpang berangkat dan 493.286 penumpang datang.
Puncak Arus Balik dan Strategi Pengaturan Penumpang
Puncak arus balik tercatat pada 24 Maret 2026. Pada hari itu, jumlah penumpang mencapai 57.210 orang, terdiri dari 31.684 penumpang datang dan 25.526 penumpang berangkat.
Untuk menjaga kelancaran perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau pelanggan agar tidak tiba terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan. Pengaturan waktu kedatangan di stasiun lebih awal sangat penting untuk menghindari risiko tertinggal kereta.
Imbauan dan Persiapan KAI Daop 8 Surabaya
KAI terus mempersiapkan layanan optimal selama puncak arus balik Lebaran. Pengaturan operasional, termasuk penambahan petugas dan koordinasi antar-stasiun, dilakukan untuk memastikan perjalanan aman dan nyaman.
Kesadaran pelanggan untuk datang lebih awal juga menjadi kunci kelancaran. Dengan strategi ini, KAI berharap seluruh penumpang dapat menikmati perjalanan tanpa gangguan, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat pasca-Lebaran.