Kolaborasi Negara-Swasta Wujudkan Hunian Vertikal dengan Fasilitas Pendidikan dan Ekonomi Lengkap

Senin, 06 April 2026 | 12:32:55 WIB
Kolaborasi Negara-Swasta Wujudkan Hunian Vertikal dengan Fasilitas Pendidikan dan Ekonomi Lengkap

JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan pentingnya pembangunan rumah susun berbasis kolaborasi antara negara dan swasta. Model ini dianggap strategis untuk menyediakan hunian layak, khususnya di perkotaan dengan keterbatasan lahan.

Contohnya terlihat pada Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng, Jakarta. Ara, sapaan Maruarar, menyebut proyek ini menunjukkan bagaimana tanah negara bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat dengan pengelolaan profesional.

“Ini contoh nyata bagaimana negara dan swasta bisa bekerja bersama. Tanah negara dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, sementara pengelolaannya dilakukan secara profesional agar kualitas hunian tetap terjaga dan berkelanjutan,” ujar Ara di Jakarta.

Model kolaborasi ini bertujuan memastikan kualitas hunian tetap terjaga. Pendekatan profesional membantu menjaga keberlanjutan dan kenyamanan penghuni dalam jangka panjang.

Rusun sebagai Percontohan Hunian Terintegrasi

Ara menilai Rusun Cinta Kasih Tzu Chi sebagai contoh ideal pembangunan rumah susun berbasis ekosistem lengkap. Rusun ini tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga fasilitas yang mendukung pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

“Saya mengapresiasi rusun ini sebagai percontohan yang ideal. Di sini tidak hanya ada hunian, tetapi juga ekosistem yang lengkap mulai dari fasilitas pendidikan dari TK hingga SMA/SMK, rumah sakit, taman bermain, hingga pujasera UMKM warga,” jelas Ara.

Pendekatan terintegrasi ini diharapkan menjadi model bagi hunian vertikal di wilayah perkotaan lainnya. Kehadiran fasilitas pendukung membuat kehidupan penghuni lebih nyaman dan mandiri.

Rusun ini juga menjadi contoh bagaimana hunian bisa menyatu dengan kebutuhan sosial dan ekonomi warga. Fasilitas pendidikan dan ekonomi menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

Dukungan Lintas Sektor untuk Percepatan Perumahan

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menegaskan komitmen mendukung percepatan penyediaan perumahan nasional. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperluas model hunian vertikal seperti yang ada di Cengkareng.

“Kami siap mendukung Program 3 Juta Rumah dengan mendorong model hunian seperti ini untuk direplikasi di berbagai daerah. Tahap awal, kami akan fokus pada lima wilayah utama yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar,” ujar Dony.

BP BUMN akan melakukan pemetaan lokasi potensial dan menyusun daftar yang kemudian diserahkan ke Kementerian PKP. Langkah ini mempermudah koordinasi antara pemerintah pusat dan pihak swasta dalam pembangunan hunian.

Dukungan sektor swasta penting agar proyek dapat dikelola profesional dan berkelanjutan. Hal ini memastikan kualitas layanan tetap tinggi dan hunian dapat memenuhi standar modern.

Kolaborasi ini diharapkan mendorong replikasi hunian vertikal di berbagai daerah strategis. Proyek serupa akan memanfaatkan aset negara namun tetap dikelola secara profesional.

Manfaat Hunian Vertikal untuk Masyarakat Perkotaan

Model hunian vertikal seperti Rusun Cinta Kasih Tzu Chi membantu mengatasi keterbatasan lahan di kota besar. Hunian ini menyediakan solusi strategis bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan rumah layak di perkotaan.

Selain itu, hunian ini mendukung kegiatan ekonomi lokal melalui keberadaan pujasera dan UMKM warga. Fasilitas ini memberikan peluang usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan penghuni.

Adanya fasilitas pendidikan dari TK hingga SMA/SMK membantu membangun generasi yang lebih terampil. Anak-anak penghuni memiliki akses mudah ke pendidikan berkualitas tanpa harus bepergian jauh.

Fasilitas kesehatan dan taman bermain menambah kenyamanan lingkungan hunian. Strategi ini membuat rusun tidak hanya tempat tinggal, tetapi juga pusat aktivitas sosial masyarakat.

Model ini juga membantu pemerintah memenuhi target Program 3 Juta Rumah. Dengan mengintegrasikan fasilitas pendukung, hunian vertikal menjadi lebih menarik dan fungsional bagi masyarakat perkotaan.

Langkah Profesional dan Keberlanjutan Pengelolaan

Pemerintah mendorong aset negara dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan hunian. Pengelolaan oleh pihak swasta profesional menjadi strategi untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan fasilitas.

Pendekatan profesional ini memastikan hunian tetap aman, nyaman, dan terawat. Warga dapat menikmati fasilitas secara maksimal tanpa risiko penurunan kualitas.

Kolaborasi negara-swasta juga meminimalkan biaya pembangunan berlebihan. Efisiensi pengelolaan membantu menekan harga hunian agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Replikasi model ini di berbagai wilayah memungkinkan distribusi hunian layak lebih merata. Hal ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam pemerataan pembangunan perkotaan.

Dengan pengelolaan profesional, rusun tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat komunitas yang produktif. Warga bisa memanfaatkan fasilitas untuk pendidikan, usaha, dan rekreasi sehari-hari.

Terkini