JAKARTA - PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) memutuskan membagikan laba bersih 2025 sebagai dividen tunai bagi pemegang saham. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa, Selasa, 7 April 2026.
Rincian Pembagian Dividen
Dari laba tahun buku 2025, Sari Roti hanya menyisihkan Rp 2 miliar sebagai dana cadangan. Sisanya, sebesar Rp 256,44 miliar, dibagikan langsung kepada pemegang saham sebagai dividen tunai.
Perusahaan juga memanfaatkan Rp 193,55 miliar dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya. Sehingga total dividen yang dibagikan mencapai Rp 449,99 miliar.
Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 80,04 per saham. Dengan harga saham ROTI Rp 755 per 7 April 2026, yield dividen perusahaan tercatat cukup tinggi, sekitar 10,60%.
Performa Saham ROTI di Pasar
Saham ROTI dalam sepekan terakhir naik 0,67% menurut data Bursa Efek Indonesia. Lonjakan ini menunjukkan antusiasme investor terhadap dividen tunai yang tinggi dari perusahaan.
Meskipun membagikan dividen besar, laba bersih ROTI pada akhir 2025 tercatat Rp 258,5 miliar. Angka ini turun 28,7% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring penurunan pendapatan 4,4% menjadi Rp 3,8 triliun.
Alasan Penurunan Laba dan Strategi Perusahaan
Penurunan laba bersih terjadi karena penurunan pendapatan dari sektor penjualan roti dan produk terkait. Meski demikian, perusahaan tetap berfokus pada pembagian dividen untuk menjaga kepercayaan pemegang saham.
Langkah ini juga menunjukkan komitmen ROTI dalam membagi hasil kinerja perusahaan sekaligus menjaga loyalitas investor. Strategi dividen tinggi diharapkan dapat menarik investor baru dan mempertahankan nilai saham di pasar.
Dampak Terhadap Investor dan Pasar Modal
Dengan yield dividen mencapai 10,60%, ROTI menjadi salah satu emiten menarik bagi investor yang mencari pendapatan rutin. Besarnya dividen mencerminkan kemampuan perusahaan untuk tetap memberikan imbal hasil meski laba menurun.
Investor dapat memanfaatkan momentum pembagian dividen untuk mendapatkan keuntungan tambahan. Di sisi lain, keputusan ini memperkuat persepsi pasar bahwa ROTI memiliki manajemen keuangan yang disiplin dan stabil.
Strategi Keuangan ROTI
Pembagian dividen Rp 449,99 miliar menjadi bukti nyata ROTI tetap memprioritaskan kepentingan pemegang saham. Strategi ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menyeimbangkan kebutuhan internal dengan kepentingan investor di tengah kondisi pendapatan yang menurun.