Saham Big Banks Bangkit, Investor Masih Menanti Sinyal Jangka Panjang

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:16:32 WIB
Saham BBCA.

JAKARTA - Setelah sempat tertekan, saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo (big banks) berhasil kembali ke zona hijau. 

BBCA menutup perdagangan pekan lalu di level Rp 5.925 (naik 16,75% sepekan), BBNI di Rp 3.560 (naik 10,9%), BMRI di Rp 4.200 (naik 9,38%), dan BBRI di Rp 2.850 (naik 4,01%). Kenaikan ini searah dengan penguatan IHSG sebesar 7,38% ke level 6.007,65.

Namun, penguatan ini mayoritas ditopang oleh investor domestik. Data menunjukkan asing masih mencatatkan net sell pada BBNI, BMRI, dan BBRI, sementara hanya BBCA yang mencatatkan net buy asing sebesar Rp 192,85 miliar. 

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa tren positif ini mencerminkan keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi nasional yang solid. 

Terkait isu buyback saham BUMN oleh Danantara, Dony menyebutnya sebagai mekanisme wajar saat harga pasar belum mencerminkan nilai fundamental sebenarnya.

Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya, menilai kenaikan ini lebih didorong oleh valuasi yang murah setelah aksi bargain hunting, serta meredanya tekanan makro. 

Menurutnya, efek buyback maupun dividen cenderung bersifat jangka pendek. "Untuk menciptakan tren kenaikan yang lebih berkelanjutan, pasar tetap membutuhkan perbaikan sentimen makro, stabilisasi rupiah, dan kembalinya arus dana asing ke pasar saham Indonesia," papar Andrey.

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menambahkan bahwa sektor perbankan sangat bergantung pada aliran dana asing. Saat ini, investor asing terlihat masih selektif dan cenderung memilih emiten yang dianggap defensif. 

Jika asing mulai melakukan net buy konsisten, sektor perbankan berpotensi menjadi motor pemulihan IHSG di semester kedua 2026. 

Namun, investor tetap harus mewaspadai risiko perlambatan kredit, potensi kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL), dan tekanan daya beli masyarakat.

Terkini