Dirjen Bea Cukai Ungkap Empat Fokus Strategis Kebijakan Tahun 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 00:15:31 WIB
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.

JAKARTA - Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, memaparkan empat fokus utama kebijakan serta rencana kerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk tahun 2027. Langkah ini disusun guna mendukung tema pembangunan nasional, yaitu akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui investasi dan industrialisasi.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026), Djaka merinci empat fokus tersebut:

Pengelolaan Fiskal yang Sehat dan Berkelanjutan: Fokus pada peningkatan fasilitas kepabeanan guna menarik investasi, mendorong ekspor (termasuk UMKM), serta mendukung hilirisasi industri.

Perlindungan Masyarakat dan Dukungan Ekonomi: Menguatkan kapasitas pengawasan di wilayah laut, perbatasan, pesisir, hingga bandar udara dan pelabuhan.

Optimalisasi Penerimaan Negara: Melalui intensifikasi tarif cukai hasil tembakau dan bea masuk, serta ekstensifikasi objek penerimaan yang adaptif terhadap dinamika ekonomi.

Penguatan Layanan dan Tata Kelola: Membentuk organisasi yang lebih dinamis melalui penyempurnaan proses bisnis, peningkatan kompetensi integritas SDM, serta pemutakhiran teknologi informasi (Smart Custom).

DJBC mendapatkan alokasi pagu indikatif sebesar Rp2,81 triliun untuk tahun anggaran 2027. 

Dana tersebut disalurkan melalui tiga program utama: Program Kebijaksanaan Fiskal, Sektor Keuangan, dan Ekonomi sebesar Rp4,159 miliar; Program Pengelolaan Penerimaan Negara senilai Rp749,37 miliar; serta Program Dukungan Manajemen sebesar Rp2,056 triliun.

"Kebijakan ini diarahkan untuk mendukung investasi, ekspor, dan hilirisasi guna memperkuat struktur ekonomi nasional," pungkas Djaka.

Terkini