BAKTI: Sektor Pendidikan Jadi Penerima Manfaat Terbesar SATRIA-1 di 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 21:59:31 WIB
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

JAKARTA - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan bahwa sektor pendidikan menjadi penerima manfaat terbesar dari konektivitas Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) sepanjang tahun 2026.

Hingga 5 Juni 2026, tercatat 31.803 lokasi telah terhubung dengan SATRIA-1, dengan 21.718 lokasi atau sekitar 68,16 persen di antaranya merupakan titik layanan pendidikan.

"Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal, pendidikan memang menjadi prioritas utama pemanfaatan kapasitas SATRIA-1 karena konektivitas merupakan fondasi bagi pemerataan kualitas layanan pendidikan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," ujar Direktur Utama BAKTI Kemkomdigi, Fadhillah Mathar, Kamis (18/6/2026).

Selain menyediakan infrastruktur konektivitas, BAKTI juga aktif melakukan pendampingan berupa literasi digital. 

Sepanjang tahun 2025, BAKTI telah melampaui target dengan memberikan literasi kepada 21.160 peserta dari 18 kelompok masyarakat di daerah 3T, termasuk pelajar, pelaku UMKM, petani, hingga nelayan.

Selain sektor pendidikan, SATRIA-1 juga menjangkau fasilitas publik lainnya, antara lain:

Kantor Pemerintahan: 6.353 lokasi (19,94 persen)

Fasilitas Kesehatan: 1.880 lokasi (5,9 persen)

Pertahanan dan Keamanan: 528 lokasi

Pusat Kegiatan Masyarakat: 488 lokasi

Tempat Ibadah: 437 lokasi

Sektor Lain (Pariwisata, Usaha, Transportasi): 399 lokasi

Sebagai informasi, SATRIA-1 yang diluncurkan pada 2023 merupakan satelit berteknologi Very High-Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas 150 Gbps. 

Proyek ini merupakan kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp6,42 triliun, yang didukung oleh 11 gateway di seluruh Indonesia untuk memastikan jaringan internet nasional tetap optimal.

Terkini