Kejar Target SDGs, KIJA Fokus Rehabilitasi Mangrove hingga PDU

Rabu, 08 Juli 2026 | 01:30:41 WIB
Langkah Emiten Jababeka Perkuat Target SDGs di Kawasan Industri [FOTO: NET].

JAKARTA - Perusahaan publik yang bergerak di bidang pengembangan kawasan industri, PT Jababeka Tbk. (KIJA), memperkokoh penerapan sasaran Sustainable Development Goals (SDGs) lewat pelaksanaan aneka ragam program di sektor lingkungan hidup, aspek sosial, serta penguatan ekonomi warga yang digulirkan di seputar area lingkungan industrinya.

Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi memaparkan, sederet program yang dieksekusi oleh pihak Jababeka diorientasikan guna menyokong realisasi tiga pilar utama dalam SDGs, yang mencakup aspek ekonomi, sosial, berbarengan dengan lingkungan hidup. 

Salah satu wujud konkretnya ditempuh lewat agenda pemulihan wilayah hutan mangrove di kawasan pesisir Muara Gembong, yang dibidik untuk melestarikan ekosistem pantai sekaligus menggandeng warga setempat dalam aktivitas konservasi serta optimalisasi lini ekowisata.

"Di bidang pengelolaan lingkungan, perusahaan juga mengembangkan Pusat Daur Ulang [PDU] Mekarmukti melalui pengolahan limbah organik menggunakan budidaya maggot Black Soldier Fly [BSF]," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

Program yang bertumpu pada peran serta masyarakat tersebut bukan sekadar berkontribusi memangkas timbunan volume sampah organik, melainkan ikut melahirkan ceruk perputaran ekonomi baru lewat optimalisasi produk hasil pemrosesan limbah.

"Sementara itu, aspek sosial diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penguatan Badan Usaha Milik Desa [BUMDes], pelatihan keterampilan menjahit, hingga pendampingan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan," lanjutnya.

Didik memberikan penegasan bahwa agenda pembangunan berkelanjutan semata-mata baru bisa terealisasi lewat jalinan sinergi yang solid antara sektor dunia usaha, jajaran pemerintah, beserta lapisan masyarakat.

"Bagi Jababeka, tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan dampak yang berkelanjutan," ujarnya.

Menurut pandangan Didik, skema program yang selama ini diproduksi bersama dengan elemen masyarakat sekaligus bertindak selaku pemacu motivasi untuk konsisten mendongkrak kontribusi bagi pembangunan wilayah setempat.

Direktur PT Jababeka Infrastruktur Vega Violetta Puspa menambahkan, pihak korporasi bakal memperlebar jangkauan kolaborasi bersama jajaran pemerintah daerah, kalangan akademisi, serta beraneka ragam pemangku kepentingan agar eksekusi program tanggung jawab sosial mampu menyuguhkan faedah dalam skala yang jauh lebih meluas.

Ia memaparkan bahwa manuver tersebut merefleksikan bagian dari ikhtiar perusahaan dalam menyokong agenda pembangunan berkelanjutan di level nasional lewat tata kelola kawasan industri yang tidak semata-mata berfokus pada grafik pertumbuhan ekonomi, melainkan ikut menaruh perhatian besar pada aspek kelestarian lingkungan serta tingkat kesejahteraan masyarakat.

Lewat peluncuran beraneka program tersebut, Jababeka berupaya merajut ekosistem kawasan industri yang jauh lebih ramah lingkungan dengan menyatukan kepentingan bisnis, proteksi lingkungan hidup, serta penguatan kapasitas masyarakat. 

Pola pendekatan ini dinilai berjalan searah dengan tren perkembangan industri yang kian menempatkan kaidah Environmental, Social, and Governance (ESG) serta sasaran SDGs selaku bagian fundamental dari strategi jangka panjang korporasi.

Secara lebih mendalam, strategi tersebut merepresentasikan porsi dari dedikasi perusahaan demi melahirkan sebuah wilayah dengan ekosistem yang saling terhubung, sekaligus bertransformasi menatap masa depan yang jauh lebih hijau serta cerdas.

"Sebagaimana komitmen Jababeka, yakni tak hanya membangun kota mandiri berbasis industri terintegrasi saja, tapi Jababeka ingin membangun masa depan industri," terangnya.

Terkini