Optimalkan Peran Danantara BRI Perkuat Kerangka Transformasi Bisnis

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:17:01 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkokoh skema transformasi bisnis perseroan demi memaksimalkan kontribusi Danantara Indonesia dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI memastikan setiap langkah transformasi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memperluas kontribusi terhadap ekonomi kerakyatan,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Strategi transformasi tersebut terangkum dalam program BRIvolution Reignite yang berlandaskan pada dua pilar utama.

Pilar pertama, yakni Transform the Funding Franchise, difokuskan guna memperkokoh struktur pendanaan BRI agar makin efisien, stabil, serta berbasis dana murah melalui optimalisasi CASA dan peningkatan kapasitas transaction banking.

Sementara pilar kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, difokuskan untuk memperkuat penyaluran kredit mikro sebagai bisnis inti, sekaligus mencetak mesin pertumbuhan baru di sektor consumer banking yang adaptif terhadap kebutuhan nasabah serta dinamika industri.

Hery menjelaskan bahwa BRIvolution Reignite dirancang agar BRI sanggup tumbuh makin sehat, efisien, dan memiliki daya saing tinggi, dengan tetap konsisten menjalankan tugasnya sebagai perbankan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan.

“Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia,” ujarnya.

Sebagai informasi, hingga triwulan I-2026, akumulasi aset BRI Group melonjak 7,2 persen secara tahunan (year-on-year) hingga menyentuh Rp2.250 triliun, sedangkan penyaluran kredit serta pembiayaan tumbuh 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.

Di periode serupa, perseroan berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,5 triliun.

Dari ranah pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) sukses menembus Rp1.555,1 triliun atau naik 9,4 persen secara tahunan, yang turut memicu penurunan cost of fund dari 2,98 persen pada triwulan I-2025 menjadi 2,33 persen di triwulan I-2026.

Mengenai aspek intermediasi, BRI telah mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp103,81 triliun kepada 2 juta pelaku UMKM hingga Juni 2026. Selain itu, realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi BRI telah menembus Rp18,39 triliun untuk lebih dari 134 ribu debitur.

Berbekal kerangka kerja BRIvolution Reignite, BRI menargetkan penguatan kinerja internal sekaligus memastikan setiap laju pertumbuhan yang diraih sanggup memberikan dampak positif bagi masyarakat luas serta perekonomian tanah air.

“BRI optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” tuturnya.

Terkini