Pemerintah Indonesia dan China Bahas Kerja Sama Investasi Perumahan

Jumat, 31 Juli 2026 | 19:41:02 WIB
RI dan China Jajaki Kerja Sama Investasi Sektor Perumahan [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintahan negara Indonesia bersama pihak China tengah merundingkan peluang peningkatan kerja sama dalam bidang perumahan, utamanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta masyarakat berpenghasilan menengah.

Di samping itu, kedua belah pihak negara pun turut menjajaki bentuk kolaborasi perihal pertukaran pengalaman, penerapan inovasi teknologi konstruksi, sokongan pembiayaan, hingga pengembangan penanaman modal yang berorientasi saling menguntungkan.

Diskusi mengenai rencana kerja sama bidang perumahan tersebut diselenggarakan dalam agenda pertemuan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan China, Ni Hong pada hari Rabu (29/7/2026).

Pada kesempatan perjumpaan tersebut, Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan China, Ni Hong mengemukakan bahwa jalinan kerja sama sektor perumahan antara Indonesia dan Tiongkok mempunyai potensi yang luar biasa besar untuk terus ditumbuhkembangkan.

Sebagai respons atas pernyataan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwasanya Indonesia menyambut antusias penguatan kemitraan yang dibangun di atas prinsip hubungan yang saling menguntungkan (mutual benefit).

Maruarar menekankan bahwa Indonesia tidak berkeinginan sekadar diposisikan sebagai pasar sasaran investasi semata, melainkan bertekad menjadi mitra strategis yang sanggup memberikan nilai tambah konkret bagi kedua belah pihak negara.

Guna mendukung terwujudnya hal tersebut, dirinya menegaskan bahwa pihak Pemerintah Indonesia bakal menyiapkan berbagai bidang lahan strategis untuk dikembangkan, menyediakan data kebutuhan perumahan yang presisi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), serta merapikan regulasi demi menciptakan iklim kerja sama dan investasi yang semakin ramah dan kondusif.

“Kami akan siapkan lahan, kami akan siapkan data market, dan kami akan siapkan aturan-aturan yang ada. Tiga hal ini yang akan kami siapkan untuk kemudian dipelajari dan didiskusikan lebih lanjut bersama pihak Tiongkok,” kata Maruarar dikutip dari laman resmi Kementerian PKP, Jumat (31/7/2026).

Lebih lanjut, Maruarar turut menaruh harapan agar setiap proyek kolaborasi yang digarap mampu mendatangkan dampak nyata bagi perekonomian dalam negeri dengan cara memprioritaskan pemanfaatan bahan material bangunan hasil produksi lokal Indonesia serta melibatkan para pelaku usaha UMKM daerah ke dalam rantai pasok konstruksi.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan Tiongkok di bidang perumahan. Namun kami tidak ingin hanya menjadi market, kami ingin menjadi mitra strategis yang sama-sama memberikan manfaat. Dalam setiap kerja sama yang dilakukan, kami juga ingin agar material bangunan dari dalam negeri dapat digunakan dan industri lokal ikut terlibat, sehingga memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” ujar Maruarar.

Dengan demikian, bentuk kerja sama sektor perumahan antara Indonesia dan China bukan sekadar mempercepat pemenuhan hunian yang layak serta terjangkau bagi publik, melainkan turut menggerakkan roda pertumbuhan industri domestik, membuka lapangan pekerjaan baru, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang berkesinambungan bagi kedua negara.

Terkini