Pelajar Jepang Ikut Tanam Pohon di Tahura SSH Riau Bersama Belantara

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:17:01 WIB
Belantara Foundation Ajak Pelajar Jepang Tanam Pohon di Tahura Riau [FOTO: NET].

JAKARTA - Belantara Foundation melibatkan puluhan pelajar serta mahasiswa asal negara Jepang untuk berpartisipasi dalam aksi nyata penanaman pohon di area Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Provinsi Riau, guna menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2026. 

Agenda ini diinisiasi agar dapat berfungsi sebagai wadah strategis dalam menumbuhkan rasa kepedulian kaum generasi muda terhadap isu pelestarian hutan serta upaya mitigasi krisis perubahan iklim global.

Sejumlah 25 orang yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, serta guru pendamping dari University of Tsukuba Senior High School at Sakado, Ehime University Senior High School, serta University of Tsukuba turut serta melaksanakan prosesi penanaman bibit pohon secara simbolis bertempat di Tahura SSH pada hari Kamis (30/7/2026).

Pelaksanaan kegiatan sosial lingkungan tersebut merupakan wujud kerja sama sinergis antara Belantara Foundation dengan pihak Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura serta Kelompok Tani Hutan Sultan Syarif Hasyim. Adapun varian bibit tanaman yang ditanam mencakup jenis balangeran (Shorea balangeran), kulim (Scorodocarpus borneensis), serta buah tampui (Baccaurea macrocarpa).

Ketiga varietas pohon tersebut dipilih secara saksama lantaran mempunyai nilai ekologis yang tinggi serta mendatangkan banyak manfaat langsung bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitar. Tanaman balangeran sendiri dikenal luas sebagai spesies flora asli hutan hujan tropis wilayah Sumatra dan Kalimantan yang memegang peranan krusial dalam pemulihan ekosistem lahan gambut.

Jenis pohon ini terbukti tangguh dalam merawat cadangan ketersediaan air tanah, mencegah ancaman bahaya erosi, menyediakan habitat yang layak bagi satwa liar, sekaligus menyerap emisi karbon sehingga diposisikan sebagai salah satu prioritas utama dalam program rehabilitasi kawasan hutan di Indonesia.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, mengemukakan bahwa pelibatan unsur generasi muda dalam kegiatan penanaman ini merupakan sebuah bentuk investasi jangka panjang yang sangat bernilai demi membangun kesadaran peduli lingkungan sejak dini.

"Pelibatan pelajar dan mahasiswa dari Jepang dalam kegiatan penanaman pohon merupakan investasi bagi masa depan. Belantara Foundation berharap mereka menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pelestarian alam dan lingkungan serta mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia melalui restorasi hutan," ujar Dolly.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa agenda penanaman pohon yang mengusung tema utama "Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia" tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penyambutan momentum Hari Konservasi Alam Nasional yang rutin diperingati setiap tanggal 10 Agustus.

Di sisi lain, Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, memaparkan bahwa kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim merupakan wilayah konservasi resmi yang telah ditetapkan sejak tahun 1999 dengan bentangan luas melebihi angka 6.000 hektare. Meskipun demikian, sebagian besar dari area kawasan tersebut kini dihadapkan pada persoalan berat berupa deforestasi serta degradasi lingkungan akibat aktivitas melanggar hukum seperti perambahan ilegal dan pembalakan liar.

Ia menilai bahwa keikutsertaan para pelajar dan mahasiswa asal negeri sakura tersebut merupakan bentuk sokongan moril yang amat berharga bagi kelangsungan upaya pemulihan ekosistem kawasan hutan tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi upaya Belantara Foundation dan para pemangku kepentingan lainnya yang telah mendorong berbagai pihak, termasuk pelajar dan mahasiswa dari Jepang, untuk terlibat aktif dalam gerakan menanam pohon di kawasan Tahura SSH yang telah terdegradasi. Keterlibatan generasi muda dari berbagai negara memperkuat fungsi Tahura SSH sebagai laboratorium alam yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan konservasi biodiversitas," katanya.

Head Teacher of International Studies Senior High School at Sakado, University of Tsukuba, Yoshikazu Tatemoto, mengungkapkan pandangannya bahwa kegiatan lingkungan ini memberikan kesempatan pengalaman empiris secara langsung bagi para peserta didik untuk memahami kompleksitas tantangan konservasi hutan tropis sekaligus menyadari pentingnya arti kolaborasi lintas negara dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.

"Melalui partisipasi aktif dalam penanaman pohon, mereka tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini serta dapat berkontribusi dalam mencegah dampak perubahan iklim yang saat ini menjadi perhatian dunia," ujar Tatemoto.

Di samping menjalankan agenda aksi penanaman pohon di wilayah Riau, rombongan pelajar dan mahasiswa asal Jepang tersebut dijadwalkan pula untuk mengikuti kegiatan edukatif bertajuk Belantara Biodiversity Class dengan tema "Mengenal Biodiversitas Kebun Raya Bogor" pada tanggal 1 Agustus 2026. 

Acara tersebut dirancang untuk membekali para peserta dengan materi pelatihan teknis seputar tata cara pendataan serta identifikasi keanekaragaman hayati di ruang lingkup perkotaan sebagai bagian dari penguatan pilar pendidikan lingkungan hidup.

Terkini