BPS Catat Pengeluaran Wisman Triwulan II 2026 Capai 1285 Dolar AS

Senin, 03 Agustus 2026 | 23:14:32 WIB
Ilustrasi Penumpang Kereta Api.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan belanja wisatawan mancanegara (wisman) pada triwulan II tahun 2026 yang menyentuh angka 1.285 dolar Amerika Serikat (AS), mengalami peningkatan sekitar 7,17 persen dibandingkan triwulan II tahun 2025 lalu sebesar 1.199 dolar AS.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menerangkan bahwa kendati nominal itu naik dibanding periode setara tahun sebelumnya, rerata belanja tersebut masih lebih rendah bila dibandingkan rerata pengeluaran turis asing per kunjungan pada triwulan I 2026.

“Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai 1.285 dolar AS. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan rata-rata pengeluaran pada triwulan I tahun 2026, tetapi mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan triwulan II di tahun yang lalu atau tahun 2025,” kata Ateng dalam siaran resmi yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Di triwulan II-2026, BPS mencatat porsi belanja terbesar pelancong mancanegara tetap didominasi kebutuhan penginapan yang memakan 37,21 persen dari keseluruhan biaya. Berikutnya, konsumsi kuliner menyumbang 19,81 persen, sedangkan alokasi belanja serta suvenir mengambil porsi 11,04 persen.

Mengenai durasi tinggal turis asing di tanah air, BPS mengalkulasi rata-rata lama menginap pada triwulan II-2026 berada di angka 10,30 malam. Waktu melawat tersebut terhitung lebih singkat ketimbang triwulan I-2026 yang sempat menembus 10,83 malam, menandakan para turis menghabiskan durasi lebih sedikit selama melancong di Indonesia.

Walau demikian, dijumpai pergeseran kebiasaan konsumsi turis pada triwulan II. Alokasi pengeluaran untuk rekreasi, sewa transportasi, hingga penerbangan antarwilayah dalam negeri tercatat merangkak naik jika disandingkan dengan kurun waktu triwulan I-2026.

Lonjakan pada tiga komponen pos pengeluaran tersebut memperlihatkan bahwa wisatawan asing tidak sekadar menghabiskan dana untuk pemenuhan fasilitas dasar selama liburan, melainkan makin gencar mengalokasikan modal untuk mengeksplorasi destinasi wisata dan bepergian ke pelbagai penjuru daerah di Indonesia.

Terkini