Purbaya Siap Guyur Lagi Dana Pemerintah ke Bank Himbara Tahun 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:38:31 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kesiapannya untuk kembali menyuntikkan penempatan dana pemerintah ke dalam jajaran bank milik negara (Himbara) apabila kondisi likuiditas perbankan dianggap belum mencukupi untuk memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat.

Purbaya menyampaikan dirinya bakal terus mengintensifkan dialog bersama jajaran direksi bank Himbara guna menjamin ketersediaan likuiditas tetap aman.

Ia menceritakan perihal adanya keluhan dari kalangan perbankan pada pertengahan Juni lalu yang dibayangi ancaman pengetatan likuiditas operasional.

"Kemarin, pertengahan Juni lah, perbankan komplain ke saya mereka mengalami ancaman likuiditas. Ya kami rapat lah dengan mereka, 'Anda mau apa?', 'Saya mau pemerintah terus membantu likuiditas di perbankan'," ujar Purbaya saat memberi sambutan di GIIAS 2026, Selasa (4/8/2026).

Sebagai kilas balik, pihak pemerintah sebelumnya telah menempatkan dana awal di bank Himbara senilai Rp200 triliun pada September 2025.

Pada Maret 2026, Purbaya kembali menambah gelontoran dana ke perbankan. Kendati demikian, Kementerian Keuangan sempat menarik kembali dana sekitar Rp100 triliun, sehingga menyisakan dana cadangan sebesar Rp170 triliun di Himbara per Juni 2026.

Ternyata, penarikan dana tersebut menuai kekhawatiran dari para pelaku industri perbankan.

Menanggapi keluhan perbankan tersebut, Purbaya mengambil keputusan untuk menyuntikkan kembali dana pemerintah hingga menyentuh total akumulasi sekitar Rp400 triliun.

Rencananya, dana besar tersebut bakal dialokasikan di lima bank Himbara hingga pengujung tahun.

Kini, Purbaya bahkan membuka opsi untuk memperpanjang jangka waktu penempatan dana tersebut hingga tahun mendatang.

Ia juga bersiap menggelontorkan pasokan likuiditas tambahan yang bersumber dari kas dana pemerintah yang belum terpakai di Bank Indonesia (BI).

"Itu untuk memastikan sistem finansial kami bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Harusnya sekarang nih, dua minggu lalu saya injek lagi uang yang Rp400 triliun itu, harusnya sekarang sih [penjualan] untuk mobil, motor, sudah mulai recover [membaik]. Kalau masih kurang, hari ini saya tambah lagi sampai jumlahnya cukup di perekonomian," tegasnya.

Terkini