Transformasi TelkomGroup Dorong Kinerja Pendapatan InfraNexia 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:59:01 WIB
PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).

JAKARTA - PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mengumumkan laporan kinerja keuangan semester pertama tahun 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan positif di berbagai lini indikator utama.

Mengawali rentang enam bulan pertama tahun 2026, InfraNexia sukses membukukan perolehan pendapatan mencapai Rp7,7 triliun.

Struktur komposisi pendapatan InfraNexia masih didominasi oleh ekosistem TelkomGroup, selaras dengan peran utamanya dalam menyokong kebutuhan konektivitas grup secara menyeluruh.

Pada saat yang sama, porsi pendapatan dari pelanggan luar TelkomGroup pada portofolio bisnis yang kini dikelola InfraNexia melonjak 31 persen secara tahunan menjadi Rp939 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut mencerminkan menguatnya tingkat kepercayaan dari para pelaku industri, termasuk operator telekomunikasi, ISP, penyedia layanan digital, hingga pelanggan korporasi terhadap keandalan infrastruktur InfraNexia.

Kondisi ini makin memperkokoh posisi perusahaan sebagai penyedia sarana infrastruktur telekomunikasi terbuka yang siap mendukung kebutuhan konektivitas industri secara lebih luas.

Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia turut mengawal komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat pilar fondasi ekonomi digital nasional.

Langkah transformasi yang dieksekusi InfraNexia berjalan seiring dengan upaya mendorong pengelolaan aset negara agar lebih produktif, berdaya saing, serta sanggup menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Sejak pengalihan sebagian lini bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang mulai berlaku efektif per 1 Januari 2026, InfraNexia resmi memasuki fase baru dengan kapasitas operasional yang lebih besar.

Transformasi ini menjadi momentum strategis sebagai motor pertumbuhan baru dalam mengendalikan pengelolaan aset jaringan agar lebih terfokus dan efisien, sekaligus membuka peluang monetisasi serta kemitraan yang lebih luas di pasar eksternal.

Melihat dari pilar portofolio, segmen Wholesale Network yang mencakup Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia membukukan kenaikan pendapatan sebesar 12,7 persen secara tahunan setelah pengelolaannya diserahkan ke InfraNexia.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya konsistensi permintaan terhadap layanan core network serta kebutuhan kapasitas jaringan yang terus berkembang seiring maraknya aktivitas digital.

Segmen FTTx & Infrastructure Sharing juga konsisten memperkuat portofolio bisnis InfraNexia, terutama dalam menyokong kebutuhan konektivitas dan optimalisasi pemanfaatan skema berbagi infrastruktur.

Melalui portofolio ini, InfraNexia mendorong terciptanya skema penyediaan infrastruktur yang jauh lebih efisien sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi seluruh entitas pelaku industri.

Dari sisi profitabilitas, InfraNexia sukses mengantongi margin EBITDA sebesar 54,5 persen pada semester I 2026.

Capaian tersebut ditopang oleh konsistensi penerapan disiplin operasional, efisiensi alokasi biaya, digitalisasi alur bisnis, serta tata kelola aset yang kian terintegrasi.

“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf.

Sejalan dengan ekspansi skala bisnis, InfraNexia turut meningkatkan kapasitas struktur organisasinya, di mana jumlah tenaga kerja perusahaan bertambah dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang sepanjang semester I 2026.

Langkah penambahan personel ini dilakukan guna mendukung kompleksitas operasional, pengembangan portofolio layanan, serta percepatan eksekusi agenda transformasi perusahaan.

Melanjutkan tren positif tersebut, Lukman menegaskan bahwa semester pertama tahun 2026 menjadi fase krusial bagi InfraNexia dalam membangun fondasi sebagai perusahaan infrastruktur digital yang makin solid dan kompetitif.

Pencapaian ini membuktikan bahwa strategi transformasi yang dijalankan mulai memberikan hasil nyata terhadap pertumbuhan serta tingkat efisiensi operasional.

Ia juga menekankan bahwa InfraNexia akan terus memacu kualitas layanan lewat inovasi, modernisasi jaringan, serta memperluas jangkauan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan industri.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan aset infrastruktur demi menghadirkan nilai tambah yang lebih besar bagi pelanggan, pemegang saham, industri, serta negara.

“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Lukman.

Terkini