Ekonomi Bali-Nusra Tumbuh 6,1 Persen Tertinggi di Indonesia

Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:09:01 WIB
Suasana ruas Jalan tol Bali di Bali Mandara di Bali [FOTO: NET].

JAKARTA - Kondisi perekonomian Indonesia secara spasial menampilkan tren yang menggembirakan karena seluruh wilayah berhasil membukukan pertumbuhan positif sepanjang kuartal II/2026. Kawasan Bali dan Nusa Tenggara (Bali-Nusra) keluar sebagai daerah dengan tingkat percepatan pertumbuhan ekonomi paling pesat di seluruh penjuru Indonesia.

Merujuk pada pengumuman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi nasional secara umum menyentuh level 5,29% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal kedua tahun ini.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud memaparkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II/2026 tercatat senilai Rp6.552,1 triliun berdasarkan besaran harga berlaku, serta mencapai angka Rp3.576,2 triliun atas dasar harga konstan.

Apabila dikalkulasikan secara kuartalan (quarter to quarter/QtQ), perekonomian menunjukkan kenaikan sebesar 3,73%, sementara secara kumulatif semesteran (cumulative-to-cumulative/CtC) mampu tumbuh hingga 5,45% jika dibandingkan kurun waktu semester I/2025.

Bila ditinjau secara spasial, Edy memberikan penekanan khusus pada lonjakan performa ekonomi yang terjadi di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.

"Jadi Pulau Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 6,10% yang merupakan pertumbuhan tertinggi," jelasnya dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta pada Rabu (5/8/2026).

Pencapaian angka pertumbuhan sebesar 6,10% YoY di wilayah Bali-Nusra tersebut melompat cukup tajam apabila dikomparasikan dengan rentang waktu yang serupa tahun lalu (kuartal II/2025) yang kala itu hanya bertengger di kisaran 3,72% YoY. Secara akumulatif, kawasan ini memberikan sumbangsih porsi distribusi sebesar 2,84% terhadap total PDB nasional secara keseluruhan.

BPS merinci bahwa motor penggerak utama di balik angka pertumbuhan 6,10% YoY di kawasan Bali-Nusra tersebut utamanya disokong oleh Provinsi Bali yang menyumbang andil 2,77%, disusul oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kontribusi 2,21%, serta Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan besaran andil 1,12%.

Sementara itu, apabila dilihat dari sektor lapangan usaha, BPS mencatat ada tiga bidang utama yang menjadi sumber pertumbuhan sentral bagi perekonomian di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, yakni sektor Pertambangan, sektor Perdagangan, serta sektor Administrasi Pemerintahan.

Kinerja Wilayah Lain

Kendati kawasan Bali-Nusra memegang takhta tertinggi dari sisi kecepatan laju pertumbuhan, Pulau Jawa tetap kokoh bertindak sebagai pusat episentrum perekonomian nasional dengan menguasai dominasi distribusi PDB terbesar yakni mencapai 56,47%.

Perkembangan ekonomi di Pulau Jawa sendiri tercatat berada di angka 5,65% YoY pada kuartal II/2026, mengalami kenaikan dari posisi sebelumnya yang sebesar 5,24% YoY pada kuartal II/2025.

Menyusul di posisi berikutnya, Pulau Sulawesi membukukan pertumbuhan sebesar 5,53% YoY dengan besaran kontribusi terhadap PDB nasional menembus angka 7,28%.

Selanjutnya, Pulau Sumatra bertumbuh sebesar 5,06% YoY sekaligus memantapkan posisinya sebagai kontributor PDB terbesar kedua di tingkat nasional dengan porsi mencapai 22,50%.

Di sisi lain, Pulau Kalimantan justru mengalami tren pelambatan laju dengan persentase pertumbuhan di angka 4,10% YoY (merosot dari catatan sebelumnya di posisi 4,94% pada Q2/2025), dengan tingkat distribusi terhadap PDB berada di level 8,15%.

Adapun kawasan Maluku & Papua menduduki posisi sebagai wilayah dengan eskalasi pertumbuhan paling minim, yakni hanya sebesar 1,36% YoY (mengalami koreksi tajam melambat dari angka 3,28% pada Q2/2025), serta menyumbangkan porsi sebesar 2,76% terhadap struktur perekonomian nasional.

Terkini