Kementrans Utus 1.476 Patriot Muda ke 53 Kawasan Transmigrasi di 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:13:31 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari.

JAKARTA - Pemerintah lewat Kementerian Transmigrasi memberangkatkan sebanyak 1.476 patriot muda ke 53 kawasan transmigrasi di pelbagai daerah guna melakukan riset, kajian, serta pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam rekaman video yang diterima pada Rabu menerangkan bahwa para patriot muda tersebut disaring dari 10 perguruan tinggi sebagai langkah mempercepat pembangunan wilayah transmigrasi.

"Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi telah merekrut dan mengirim 1.476 patriot muda dari Tim Ekspedisi Patriot ke 53 kawasan transmigrasi untuk melaksanakan riset, kajian, dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Qodari.

Dirinya memaparkan bahwa agenda ini merupakan kelanjutan dari Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang dulunya menerjunkan 2.000 sumber daya manusia (SDM) unggulan ke daerah transmigrasi.

Pada tahun 2026, pemerintah kembali menugaskan 1.476 SDM terpilih di 53 kawasan transmigrasi, melingkupi Salor di Papua Selatan, Selaut di Aceh, Lunang Silaut dan Muara Takung Kamang Baru di Sumatera Barat, Batu Betumpang di Kepulauan Bangka Belitung, hingga Barelang di Kepulauan Riau.

Menurut pemaparan Qodari, program ini menggandeng 10 kampus ternama, yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, serta Universitas Hasanuddin.

"Kemitraan ini merupakan kelanjutan Tim Ekspedisi Patriot 2025. Pada 2026, kemitraan bertambah dengan Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin," ujarnya.

Ia menjelaskan perguruan tinggi mitra turut memfasilitasi proses verifikasi berkas, seleksi, hingga pemberian pembekalan akademik bagi para peserta sebelum diberangkatkan. Selama masa tugas, tiap kampus juga mendampingi lokasi riset masing-masing.

Qodari menyampaikan program ini diharapkan dapat menjadikan lokasi transmigrasi sebagai wadah riset terapan yang mendulang rekomendasi kebijakan untuk perencanaan, pembangunan, serta pengembangan wilayah.

"Program ini diharapkan mampu menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium riset terapan yang menghasilkan rekomendasi kebijakan nyata untuk perencanaan, pembangunan, dan pengembangan kawasan yang didampingi akademisi," katanya.

Ia menyertakan bahwa pemerintah memberi porsi perhatian khusus pada pembangunan wilayah Papua dengan menempatkan sekitar 1.200 peserta atau 80 persen dari keseluruhan anggota Tim Ekspedisi Patriot di 10 kawasan transmigrasi setempat.

Menurut Qodari, temuan riset dari Tim Ekspedisi Patriot akan digunakan sebagai pijakan rekomendasi kebijakan yang ditindaklanjuti secara berkesinambungan demi menyokong pembangunan kawasan transmigrasi dan mengerek kesejahteraan warga.

Ia menaruh harapan agar sinergi antara pemerintah, akademisi, serta masyarakat luas mampu mendorong kawasan transmigrasi berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang kompetitif, berkelanjutan, dan menyejahterakan warga.

Terkini