Layanan Taksi Jadi Penopang Utama Pendapatan Blue Bird Pada 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:21:32 WIB
Sejumlah taksi Blue Bird menunggu penumpang di Jakarta.

JAKARTA - Emiten jasa transportasi milik keluarga Djokosoetono, PT Blue Bird Tbk (BIRD), membukukan pendapatan mencapai Rp2,97 triliun pada semester I/2026. Capaian ini tumbuh 11,3 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Merujuk pada laporan keuangan perseroan, pertumbuhan pendapatan tersebut ikut mengerek perolehan EBITDA hingga Rp714 miliar serta laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp320,56 miliar hingga akhir Juni 2026.

Meskipun masih sanggup mengamankan kinerja laba yang solid, perolehan laba bersih tersebut sejatinya mengalami penyusutan tipis sekitar 4,44 persen YoY jika dibandingkan semester I/2025 yang tercatat sebesar Rp335,44 miliar.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono menyampaikan bahwa kontribusi terbesar pendapatan perseroan masih didominasi oleh segmen layanan taksi yang menyumbang sekitar 69 persen dari akumulasi pendapatan.

"Segmen ini mencatatkan pertumbuhan 11,4% yoy, didorong oleh peningkatan produktivitas armada dan membaiknya kinerja operasional di berbagai wilayah," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu (5/8/2026).

Sementara itu, lini bisnis non-taksi yang mencakup jasa shuttle, sewa kendaraan, bus, hingga layanan mobilitas lainnya memberikan sumbangsih sekitar 31 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

Akselerasi bisnis perseroan juga didukung oleh efisiensi serta optimalisasi kanal digital yang makin mempermudah jangkauan akses pelanggan terhadap jajaran layanan Bluebird Group.

Di antara jajaran lini usaha non-taksi, unit layanan shuttle melalui Cititrans menjadi segmen dengan pertumbuhan paling pesat sepanjang paruh pertama tahun ini.

Performa positif tersebut disokong oleh bertambahnya ketersediaan armada, optimasi rute perjalanan, serta melonjaknya mobilitas masyarakat selama momentum libur sekolah.

Pada saat bersamaan, lini bisnis bus lewat Bigbird konsisten menorehkan kinerja solid berkat tingginya permintaan dari segmen korporasi dan perjalanan kelompok. Adapun bisnis sewa kendaraan terus merangkak naik seiring stabilnya kebutuhan dari basis pelanggan korporasi.

Di luar pengembangan armada mobilitas, perseroan turut memaksimalkan pengelolaan siklus hidup armada lewat penjualan unit eks-operasional yang telah direkondisi sesuai standar tinggi Bluebird.

Pendekatan tersebut tak sekadar memaksimalkan nilai aset perusahaan, melainkan juga menjawab tingginya permintaan pasar atas unit kendaraan bekas yang berkualitas.

Memasuki paruh kedua 2026, jajaran manajemen mengaku optimistis terhadap prospek bisnis mendatang. Perseroan berencana memperkuat portofolio layanan, memacu produktivitas armada, serta menjaga disiplin operasional.

"Pada paruh kedua tahun ini, kami akan terus memperkuat portofolio dengan layanan baru, meningkatkan produktivitas armada, serta menjalankan operasional secara disiplin agar dapat terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan," terangnya.

Terkini