JAKARTA - Masalah pori-pori tersumbat sering kali menjadi pemicu utama munculnya komedo, tekstur wajah yang tidak rata, hingga timbulnya jerawat. Penumpukan minyak berlebih, kotoran, dan sel kulit mati yang tersumbat di dalam pori menjadi penyebab utamanya.
Seorang dokter spesialis kulit, Dr. Nicole Hawkins, mengungkapkan bahwa tingkat kelembapan udara yang tinggi dapat memperparah masalah ini lantaran membuat kulit terasa lebih lengket.
"Berbagai kondisi, seperti meningkatnya kelembapan udara, dapat membuat kulit menjadi lengket sehingga memicu pori-pori tersumbat," kata Dr. Hawkins, seperti disadur Best Health, Selasa (4/8/2026).
Ia menambahkan bahwa sumbatan pada pori-pori tersebut sangat rentan berkembang menjadi jerawat meradang apabila terkontaminasi oleh bakteri. Di bawah ini merupakan beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk merawatnya.
7 Cara mengatasi pori-pori tersumbat:
Hindari memencet komedo atau pori-pori yang tersumbat. Keinginan memencet komedo memang sulit ditahan lantaran dianggap sebagai solusi instan untuk membersihkan pori. Namun, kebiasaan buruk ini justru berisiko merusak jaringan kulit serta membuat ukuran pori-pori kian membesar.
Dr. Hawkins menjelaskan, dorongan keras ketika memencet area wajah bisa merenggangkan struktur pori sehingga semakin sulit kembali normal. Di samping itu, kuman pada jemari dapat memicu infeksi hingga timbul jerawat parah.
Oleh sebab itu, proses pembersihan pori-pori sebaiknya dilakukan secara berkala menggunakan perawatan yang tepat tanpa dipaksa.
Gunakan bahan aktif. Memakai produk perawatan wajah yang mengandung alpha hydroxy acid (AHA) maupun beta hydroxy acid (BHA) terbukti efektif mengangkat sel kulit mati penutup pori.
"Saya menyukai AHA seperti asam laktat atau asam glikolat karena tidak terlalu membuat kulit kering. Kandungan ini membantu mengeksfoliasi kulit dan mengurangi komedo secara bertahap," imbau Dr. Hawkins.
Meski demikian, perubahan tidak bisa terjadi secara instan, sehingga pemakaian produk ini perlu dilakukan secara rutin dan konsisten.
Tambahkan retinol secara bertahap dalam rutinitas. Retinol juga termasuk kandungan yang sering disarankan guna menangani sumbatan pada pori-pori. Bahan ini bekerja mempercepat regenerasi sel kulit sekaligus meredakan peradangan.
Menurut Hawkins, efektivitas retinol baru terlihat bila dipakai secara konsisten dalam kurun waktu tertentu. Pengguna dianjurkan memulainya dari frekuensi rendah agar kulit memiliki waktu untuk beradaptasi.
Pilih produk berlabel non-komedogenik. Ketika memilih produk pembersih maupun kosmetik, pastikan mencari label non-comedogenic. Formulanya dirancang khusus supaya tidak mudah menyumbat pori-pori wajah.
Aturan ini tidak hanya berlaku untuk pelembap dan serum, melainkan juga tabir surya hingga produk makeup. Dengan begitu, potensi penumpukan kotoran di dalam pori dapat ditekan.
Kurangi penggunaan produk bertekstur terlalu berat. Produk kosmetik yang tebal, seperti foundation berat, riskan bercampur dengan minyak wajah saat cuaca panas dan lembap.
Kondisi tersebut menjadikan permukaan kulit semakin lengket dan pori-pori mudah tersumbat. Beralih ke formula yang lebih ringan bisa membantu kulit tetap nyaman sekaligus mencegah komedo.
Kenalkan bahan aktif secara perlahan. Bagi pemula, penggunaan produk AHA, BHA, atau retinol sebaiknya tidak langsung dipakai saban hari. Hawkins menyarankan untuk mengujinya terlebih dahulu pada area rahang guna mengantisipasi iritasi.
Jika kulit dapat mentoleransi produk dengan baik, frekuensi penggunaan dapat ditambah secara bertahap demi menjaga skin barrier tetap sehat.
Gunakan pore strip hanya sebagai solusi sementara. Pore strip memang dapat mencabut komedo secara mendadak sebelum menghadiri acara penting, namun efeknya bersifat sementara.
Hawkins menegaskan bahwa pore strip tidak akan mencegah pori-pori kembali tersumbat di kemudian hari. Oleh karena itu, penggunaannya tetap harus dibarengi dengan perawatan rutin yang konsisten.