Perkuat Pasar Global, Menekraf Sebut Diaspora Mitra Strategis Ekraf

Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:40:01 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya membeberkan pandangan bahwa keberadaan jejaring diaspora Indonesia yang tersebar di pelbagai belahan negara merupakan mitra strategis yang sangat potensial guna menggenjot penguatan promosi produk-produk ekonomi kreatif nasional agar mampu merambah pasar internasional secara lebih luas.

"Penguatan data diaspora kreatif menjadi fondasi untuk memperluas kolaborasi dan membuka pasar global bagi produk ekonomi kreatif Indonesia," kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Jajaran Kementerian Ekraf saat ini tengah merintis penjajakan kerja sama konkret bersama pihak Indonesian Diaspora Network (IDN) Global demi membentangkan jalur ekspansi pasar internasional bagi produk ekonomi kreatif tanah air, yang diwujudkan lewat program aktivasi Creative Hub Diaspora sebagai gerai etalase produk kreatif nasional, pemantapan basis data diaspora kreatif, serta penyelarasan sinergi pemasaran kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal.

Pengalaman empiris, luasnya jangkauan jejaring internasional, serta tingginya semangat kebangsaan diaspora dalam membangun Indonesia dinilai sebagai kekuatan fundamental yang mumpuni untuk memperkenalkan karya produk kreatif nasional ke panggung global.

Ia menerangkan bahwa perumusan kebijakan, regulasi, hingga formula strategi penguatan ekonomi kreatif nasional yang jauh lebih tepat sasaran hanya dapat dilahirkan apabila bertumpu pada landasan data riil yang berbasis temuan di lapangan.

"Kami tentukan quick win yang bisa segera dijalankan bersama. Semangat diaspora membangun Indonesia merupakan modal besar. Jejaring IDN Global juga dapat menjadi mitra strategis dalam memperkenalkan produk ekonomi kreatif Indonesia ke pasar global," ujar Menteri Ekraf.

Pihak Kementerian Ekraf bersama IDN Global turut membahas langkah tindak lanjut terkait nota kesepahaman yang sebelumnya telah resmi ditandatangani pada bulan November 2025 lalu.

 Fokus kerja sama tersebut mencakup ruang lingkup penguatan basis data diaspora kreatif, optimalisasi pemanfaatan jejaring diaspora dalam memperluas pangsa pemasaran produk ekonomi kreatif, serta pengembangan Creative Hub Diaspora sebagai pusat etalase produk kreatif bangsa.

Presiden IDN Global Nathalia Widjaja mengungkapkan bahwa proses inventarisasi pendataan sebanyak 1.000 diaspora kreatif sebagai bentuk implementasi kerja sama strategis dengan Kementerian Ekraf saat ini masih terus berjalan secara progresif.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 200 orang diaspora kreatif yang berhasil terdata. Agenda percepatan proses pendataan tersebut bakal ditempuh melalui mekanisme integrasi data, pemanfaatan fasilitas Kartu Diaspora, penyelenggaraan forum diskusi virtual (webinar), serta pembentukan satuan tugas skala kecil guna mengakselerasi realisasi aktivasi kolaborasi.

"Kami ingin menghubungkan diaspora Indonesia di berbagai negara dengan pelaku ekonomi kreatif di tanah air agar promosi, pemasaran, dan kolaborasi bisnis dapat berjalan lebih cepat melalui jejaring yang kami miliki," ujar Nathalia.

Jalinan kerja sama strategis ini diharapkan mampu memperkokoh pemanfaatan jejaring diaspora secara optimal dalam rangka memperluas akses penetrasi pasar internasional, mengampanyekan produk dan kekayaan intelektual khas Indonesia, serta mendongkrak tingkat daya saing sektor ekonomi kreatif nasional di kancah global.

Terkini