Pergerakan Rupiah Hari Ini: Diprediksi Fluktuatif di Rp17.750-Rp17.850

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57:32 WIB
Pegawai menunjukan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Rabu (12/8/2026), diproyeksikan bakal berfluktuasi pada kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.

Mata uang rupiah sebelumnya ditutup melemah ke level Rp17.861 pada perdagangan hari Selasa (11/8/2026). Lesunya kinerja rupiah ini seirama dengan mayoritas mata uang lain di kawasan Asia yang juga mengalami pelemahan terhadap Greenback.

Tercatat nilai tukar rupiah terkoreksi 0,60% ke posisi Rp17.861 per dolar AS pada perdagangan tersebut. Kondisi serupa menimpa peso Filipina yang melemah 0,84%, rupee India melemah 0,15%, serta yuan China yang turut turun 0,02%. Barisan mata uang lain pun tak luput dari tekanan, seperti baht Thailand yang melemah 0,45%, ringgit Malaysia turun 0,03%, dan dolar Taiwan yang terkoreksi 0,22% terhadap dolar AS.

Analis Doo Financial Futures menyebutkan bahwa tekanan terhadap rupiah utamanya bersumber dari kembali memanasnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berisiko mendongkrak harga minyak mentah global.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa mata uang Garuda bersama peso Filipina menderita tekanan terberat akibat tingginya tingkat ketergantungan pada impor minyak mentah. Sementara dari kancah domestik, para pelaku pasar turut memantau publikasi data penjualan ritel nasional yang diestimasikan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,8%.

Berdasarkan pantauan data dari Doo Financial Futures pada pukul 09.10 WIB, rupiah bertengger di level Rp17.872 per dolar AS, menyusut 11 poin atau terkoreksi 0,06%. Koreksi mata uang Garuda ini terjadi di tengah tren pelemahan sebagian besar mata uang Asia lainnya.

Won Korea Selatan tercatat sebagai mata uang dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS yakni sebesar 0,28%, disusul peso Filipina yang turun 0,16%, rupee India melemah 0,15%, serta dolar Singapura yang terkoreksi 0,08%. Berikutnya, baht Thailand melemah 0,05%, yen Jepang turun 0,04%, dan yuan China melemah 0,01%.

Terkini