Jayamas Medica Naikkan Target Pendapatan Tahun 2026 Jadi Rp2.6 Triliun

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:54:32 WIB
Ilustrasi Pekerja menyelesaikan produksi alat kesehatan di pabrik PT Jayamas Medica Industri Tbk

JAKARTA - Perusahaan produsen alat kesehatan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menetapkan proyeksi target pendapatan baru untuk sepanjang tahun 2026 setelah mencatatkan hasil positif pada semester I-2026.

Keyakinan perseroan didorong oleh peningkatan volume penjualan alat kesehatan, penguatan saluran ritel dan distribusi, serta peluncuran portofolio produk baru.

Direktur Operasional OMED Leonard Hariadi Hartanto memproyeksikan perolehan omzet pada 2026 sanggup melampaui patokan awal yang sebesar Rp2,3 triliun.

Ia menilai paruh kedua tahun ini masih menyimpan potensi pertumbuhan besar, mengingat berdasarkan rekam jejak historis porsi penjualan OMED pada semester I berkontribusi 45 persen dan sisanya 55 persen terealisasi pada semester II.

"Saat ini tim manajemen sudah melakukan proyeksi untuk Rp2,3 triliun akan terlampaui. Kami saat ini punya target baru antara Rp2,5 triliun sampai Rp2,6 triliun," ujarnya dalam earning calls, Rabu (12/8/2026).

Berlandaskan dinamika tersebut, jajaran manajemen kini membidik estimasi penjualan di kisaran Rp2,5 triliun hingga Rp2,6 triliun pada 2026.

Guna merealisasikan target anyar ini, OMED memfokuskan segmen medical disposable and device sebagai pilar utama penopang pertumbuhan di semester II-2026.

Perseroan juga akan memperluas jaringan ritel lewat penambahan satu unit toko baru di Jakarta, serta mengoptimalkan operasional distribusi melalui fasilitas gudang di Pulogadung.

“Di kota-kota yang lebih dekat, contoh Bandar Lampung, Pontianak, Batam, sekarang pengirimannya sudah kami distribusikan dari Jakarta,” kata Leonard.

Skema pengiriman terpusat ini diharapkan mampu memangkas durasi logistik sekaligus menjamin ketersediaan stok produk di daerah.

Performa percaya diri OMED turut disokong oleh capaian semester I-2026 yang solid, di mana perseroan meraup penjualan bersih Rp1,167 triliun atau tumbuh 26 persen secara tahunan dari posisi Rp925,8 miliar pada semester I-2025.

Laba bersih perseroan melesat 43,2 persen menjadi Rp221,5 miliar dari posisi Rp154,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, aktivitas ekspor OMED masih mengalami hambatan karena sejumlah jadwal proyek tertunda, sehingga target ekspor US$1 juta hingga US$1,5 juta belum terealisasi.

Dari aspek ekspansi, OMED menyerap belanja modal (capital expenditure) hampir Rp44 miliar per Juni 2026 dari alokasi tahunan Rp150 miliar.

Direktur Keuangan OMED Eka Suwignyoo menerangkan bahwa sisa anggaran capex akan difokuskan untuk penyelesaian pabrik keempat di Ngrimbi, Jombang, Jawa Timur, serta penambahan inventaris dan mesin operasional.

“Memang agak sedikit ter-delay. Nanti akan ada tambahan, misalnya proyek pabrik keempat di Ngrimbi lalu mesin-mesin maupun beberapa inventaris,” ujar Eka.

Perseroan berencana menambah 1 hingga 3 unit mesin baru pada semester II-2026, termasuk mesin auto clutch yang telah terpasang, sementara pengerjaan pabrik baru di Ngrimbi sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu.

Terkini