Menbud Fadli Zon Ajak Awardee LPDP Bawa Misi Kebudayaan Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 02:10:32 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengimbau kepada segenap para penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan 280 yang tergabung dalam kelompok “Amerta Karsa” agar senantiasa tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik semata, melainkan turut mengemban misi pelestarian kebudayaan Indonesia selama mereka mengenyam masa pendidikan, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

"Kami boleh belajar ke mana saja, berpendidikan setinggi tingginya,menjelajah dunia mana pun, di universitas terbaik mana pun, dan bekerja sama dengan siapa pun.Tetapi jangan pernah melupakan bahwa kami punya tanggung jawab kepada bangsa dan negara kami," ujar Menbud dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ia menambahkan bahwa kesempatan emas menimba ilmu di berbagai institusi perguruan tinggi terkemuka dunia wajib diselaraskan dengan rasa tanggung jawab moral untuk kelak kembali mempersembahkan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Menurut pandangannya, para penerima beasiswa atau awardee LPDP memegang posisi yang sangat strategis guna mengenalkan ragam kekayaan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat global.

Menbud menjelaskan lebih lanjut bahwa pemajuan sektor kebudayaan merupakan amanat konstitusi yang secara tegas termaktub di dalam ketentuan Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, serta telah dijabarkan secara rinci lewat produk hukum Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Menbud juga memberikan pengingat bahwa esensi kebudayaan tidaklah sekadar terbatas pada ranah seni pertunjukan dan musik saja, melainkan mencakup cakupan luas yang meliputi 10 objek pemajuan kebudayaan, di antaranya bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, kesenian, permainan rakyat, hingga cabang olahraga tradisional.

Republik Indonesia dianugerahi aset kekayaan kebudayaan yang luar biasa besar serta rentang lintasan peradaban sejarah yang panjang, di mana kedua elemen tersebut menjadi modal utama yang sangat krusial dalam memperkokoh identitas nasional sekaligus mendongkrak posisi tawar Indonesia di kancah pergaulan internasional.

Oleh karena itu, Menbud mendorong para awardee agar bisa mengambil peran aktif sebagai bagian dari penggerak dalam memperkuat konsep the power of culture, baik melalui jalur diplomasi budaya, akselerasi pengembangan industri dan ekonomi budaya, maupun lewat penguatan kohesi sosial di tengah masyarakat.

Ia menilai bahwa sektor kebudayaan menyimpan potensi kekuatan raksasa yang akan menjadi pilar penopang kemajuan Indonesia di masa depan.

Pemerintah, lanjutnya, secara berkesinambungan terus berupaya memperkuat ekosistem kebudayaan nasional, yang di antaranya diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap pengembangan karya film, seni musik, seni rupa, seni pertunjukan, hingga karya sastra.

Menbud turut menyinggung langkah-langkah strategis yang tengah ditempuh oleh pemerintah dalam hal pelaksanaan repatriasi serta restitusi benda-benda cagar budaya bersejarah, sebagai wujud nyata komitmen dalam memperkuat kedaulatan sejarah serta penegakan cultural and historical justice.

Menurutnya, seluruh spektrum kekayaan budaya nusantara tersebut sudah sepatutnya untuk terus dilindungi, dikembangkan, serta dimanfaatkan secara optimal demi tercapainya prinsip keberlanjutan.

Ia menaruh harapan besar agar para penerima beasiswa LPDP di masa depan dapat bertransformasi menjadi sosok pemimpin serta pengambil kebijakan yang handal di bidang profesi masing-masing, namun tetap berpijak kuat pada akar jati diri dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

“Kalau kami mimpi sendiri, itu hanya ilusi. Tetapi kalau kami mimpi bersama-sama, itu bisa menjadi fajar,” pungkas Menbud Fadli.

Terkini