Pemerintah Siaga Tangani Dampak Gempa M7,7 NTT Kata Mensesneg

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:40:02 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan kepastian bahwa pihak pemerintah menaruh perhatian serta kesiagaan penuh dalam merespons dampak musibah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang baru saja menghantam kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu pagi.

Prasetyo menuturkan bahwa dirinya telah membangun koordinasi intensif bersama berbagai instansi terkait guna menjamin kesiapan seluruh elemen dalam mengatasi situasi darurat di fase awal pascagempa.

"Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini," ujar Prasetyo dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Ia menyatakan bahwa pemerintah secara konsisten terus memantau dinamika perkembangan situasi di lapangan serta memastikan bahwa langkah-langkah penanganan dapat dieksekusi secara sigap manakala dibutuhkan.

Prasetyo turut menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan warga di NTT yang terdampak gempa tersebut.

“Mari kami kirimkan doa untuk saudara-saudara kami di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat," katanya.

Peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan besar yang mengguncang kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada hari Sabtu (15/8) pagi tersebut, turut dirasakan getarannya hingga menjangkau Pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan rilis informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan gempa tercatat terjadi pada pukul 05.58 WITA, dengan pusat episenter gempa berada di sebelah utara wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Titik koordinat pusat gempa bumi itu terletak pada posisi 8,33 derajat lintang selatan serta 121,32 derajat bujur timur dengan kedalaman hiposenter mencapai 10 kilometer.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG sempat menerbitkan peringatan dini potensi tsunami menyusul insiden gempa bumi tersebut. Di wilayah Sikka dan Labuan Bajo, NTT, tercatat kemunculan gelombang tsunami masing-masing setinggi 0,19 meter dan 0,36 meter. Sementara itu, di kawasan Dompu, NTB, hantaman gelombang tsunami terdeteksi setinggi 0,17 meter.

Terkini