Imbauan BNPB Usai Gempa M7,7 NTT: Jauhi Pantai dan Waspada Gempa Susulan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:55:01 WIB
Pegawai hotel mengamankan barang-barang milik wisatawan dari gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga masyarakat agar segera menjauhi kawasan pantai menyusul insiden gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang menghantam wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu subuh.

"Melalui media ini, kami meminta masyarakat tetap tenang. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, kami menghimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini sebelum nanti ada peringatan lain dari BMKG," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Di samping itu, masyarakat luas juga diinstruksikan untuk menghindari tindakan memasuki bangunan fisik, khususnya gedung-gedung yang telah mengalami kerusakan berupa keretakan struktur.

"Karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan," kata Berton.

Pihak BNPB mengonfirmasi bahwa setidaknya hingga laporan per Sabtu pagi ini, terdapat dua korban jiwa yang dinyatakan meninggal dunia akibat dampak langsung dari hantaman gempa bumi magnitudo M7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, NTT.

Ia menuturkan bahwa kedua korban meninggal dunia tersebut tercatat berada di sekitar kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

"Berdasarkan laporan pendahuluan, peristiwa gempa bumi berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yaitu satu laki-laki dan satu perempuan, serta satu orang mengalami luka-luka," kata Berton.

Sementara itu, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi telah menyatakan bahwa status peringatan dini tsunami telah berakhir sejak pukul 07.30 WIB.

BMKG memastikan akan terus memantau secara intensif segala bentuk aktivitas kegempaan susulan serta aktif menyalurkan pembaruan informasi terkini kepada masyarakat.

"Kami sudah akhiri (peringatan dini tsunami) tapi tentunya kami akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.

Terkini