JAKARTA - Emiten pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA), diprediksi bakal mencatatkan kinerja fundamental yang membaik pada paruh kedua 2026 seiring dengan hadirnya sejumlah film ternama di Tanah Air.
Equity Analyst KB Valbury Sekuritas, Ashalia Fitri Yuliana dan Naufal Rafi Kamal, memproyeksikan momentum yang mendorong laju CNMA pada paruh kedua 2026 akan membaik. Hal ini disokong oleh kehadiran film internasional seperti Spider Man: Brand New Day, Dune: Part Three, hingga Avengers: Doomsday.
Kendati demikian, para analis memberikan peringatan bahwa kinerja perseroan berpotensi sedikit tertekan lantaran paruh kedua 2026 minim periode libur panjang. Jumlah hari libur nasional serta cuti bersama hanya mencapai 4 hari pada semester II/2026, berbanding jauh dengan 21 hari pada semester I/2026.
”Sehingga waktu bagi keluarga untuk mengunjungi bioskop kemungkinan lebih sedikit. Kondisi kalender ini menjadi hambatan terhadap laju pemulihan, meskipun kualitas konten membaik,” tegasnya dalam riset yang dipublikasikan 10 Agustus 2026.
Sejalan dengan kondisi tersebut, KB Valbury menyesuaikan proyeksi pendapatan CNMA pada 2026 menjadi Rp5,94 triliun atau tumbuh 1,3 persen secara tahunan/year-on-year (YoY). Sementara itu, laba bersih perseroan ditargetkan menyentuh level Rp721 miliar atau naik 2,3 persen YoY.
Dari sisi operasional, CNMA telah meresmikan 7 layar baru pada paruh pertama 2026, sehingga total jaringan yang dikelola bertambah menjadi 296 bioskop dan 1.394 layar. Perseroan juga berencana menambah 15 layar lagi dengan fokus pengembangan di kota tier 2 dan tier 3.
”Kami mempertahankan rekomendasi buy, tetapi menurunkan target harga menjadi Rp130/saham dari sebelumnya Rp140/saham. Penurunan target harga mencerminkan pandangan yang lebih konservatif terhadap laju pemulihan 2H26 di tengah tidak adanya katalis libur besar,” tegasnya.
Berdasarkan laporan keuangan, CNMA membukukan total pendapatan senilai Rp2,63 triliun sepanjang 6 bulan pertama 2026. Realisasi ini menunjukkan penurunan 8,59 persen YoY dari Rp2,87 triliun pada periode yang sama tahun 2025.
Penurunan pendapatan terjadi akibat melemahnya kontribusi dari segmen film, makanan, serta minuman. Pada segmen tersebut, CNMA mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,47 triliun atau terkoreksi 10,63 persen YoY dari pencapaian Rp2,76 triliun pada semester I/2025.
Setelah dikurangi beban dan pajak, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tergerus 40,02 persen YoY dari Rp288,55 miliar menjadi Rp173,05 miliar pada paruh pertama 2026.
”Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, mengoptimalkan berbagai potensi lini pendapatan (revenue stream), serta memperluas jangkauan layanan demi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan Perseroan secara berkelanjutan,” kata Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman dalam keterangan resminya.