PLN Pulihkan 100 Persen Kelistrikan Flores Pascagempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:43:31 WIB
petugas PLN terus memantau kondisi sistem kelistrikan untuk memastikan proses pemulihan berjalan aman dan optimal [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sukses menormalkan kembali 100 persen jaringan sistem kelistrikan yang tersebar di seluruh kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), berselang beberapa hari usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 menghantam Laut Flores.

Penyelesaian pemulihan seluruh infrastruktur kelistrikan tersebut tercatat tuntas pada hari Selasa (18/8/2026) tepat pukul 17.40 WITA. Berkat pencapaian ini, suplai tenaga listrik bagi warga di seantero daerah terdampak kini telah pulih sepenuhnya seperti sediakala.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengutarakan bahwa keberhasilan pemulihan jaringan listrik di Flores merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menjamin ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat, terkhusus ketika menghadapi kondisi darurat pascabencana.

“Alhamdulillah, kami bisa menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan di Flores. Sejak gempa terjadi, teman-teman PLN langsung bergerak, bekerja siang dan malam, mendatangi satu per satu lokasi yang terdampak,” katanya, Rabu (19/8/2026).

Darmawan mengakui bahwa rangkaian proses perbaikan tersebut tidak luput dari berbagai hambatan yang cukup berat. Kendati demikian, pihak PLN terus berupaya semaksimal dan secepat mungkin untuk menormalkan aliran listrik agar masyarakat bisa lekas melanjutkan aktivitas harian mereka.

Ia menuturkan pula bahwa pencapaian ini turut didukung oleh sinergi erat dari pelbagai instansi terkait, termasuk di antaranya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kami tidak bekerja sendiri. Kami menyampaikan terima kasih kepada ESDM atas dukungan dan koordinasinya dalam proses pemulihan ini,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran pemerintah daerah (pemda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta segenap elemen masyarakat di zona terdampak. Berbagai bentuk sokongan tersebut mencakup pembukaan akses jalur darurat menuju lokasi terisolasi, pasokan informasi situasi wilayah, hingga bantuan langsung bagi para petugas di lapangan.

“Semangat gotong royong seperti inilah yang membuat kami bisa melewati situasi yang sulit bersama-sama,” ucap Darmawan.

Di samping itu, Darmawan menambahkan bahwa pulihnya sistem kelistrikan di Pulau Flores juga berperan vital dalam menghidupkan kembali denyut aktivitas sosial sekaligus sektor pariwisata di Labuan Bajo. Situasi yang kembali normal ini diharapkan mampu menopang perputaran roda ekonomi warga serta menunjang geliat wisata di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) tersebut.

“Kami ingin memastikan kelistrikan terus mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia Timur,” kata Darmawan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena turut memberikan apresiasi tinggi atas respons sigap jajaran PLN dalam memulihkan jaringan kelistrikan pascagempa bumi di Laut Flores.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN, baik direksi di pusat maupun general manager di NTT dan khususnya wilayah Flores beserta semua tim lapangan,” ucapnya.

Ia menyebutkan bahwa pihak PLN telah mengerahkan tenaga sejak hari pertama musibah gempa guna mempercepat pemulihan aliran listrik di Pulau Flores dan pulau-pulau sekitarnya.

“PLN telah bekerja keras memulihkan listrik di Flores maupun pulau-pulau sekitarnya agar bisa digunakan dengan baik lagi oleh masyarakat,” ujar Lena.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT F Eko Sulistyono memaparkan bahwa proses perbaikan dijalankan secara bertahap dengan menerjunkan personel, material, serta instrumen teknis ke titik-titik lokasi terdampak.

“Sejak gempa terjadi, kami langsung melakukan asesmen terhadap kondisi jaringan di seluruh wilayah terdampak. Kami menerjunkan 1.144 personel untuk melakukan pengamanan, perbaikan, dan penormalan secara bertahap,” katanya.

Eko merinci bahwa operasi pemulihan sempat menghadapi sejumlah tantangan pelik di lapangan, terutama terkait akses transportasi menuju beberapa titik wilayah yang mengalami kerusakan parah akibat gempa.

Para petugas diwajibkan untuk memeriksa kondisi jaringan secara teliti titik demi titik sebelum melakukan penormalan guna memastikan sistem dapat beroperasi kembali dengan faktor keamanan yang terjamin.

“Personel, material, dan peralatan terus kami mobilisasi agar setiap titik dapat segera ditangani dengan cepat dan tetap mengutamakan keselamatan,” jelas Eko.

Meskipun seluruh jaringan kelistrikan di Flores telah pulih total 100 persen, Eko menegaskan bahwa pihak PLN tetap menyiagakan regu petugas guna memantau stabilitas jaringan secara kontinu serta mengantisipasi potensi gangguan susulan.

Selain fokus menormalkan infrastruktur kelistrikan, PLN turut menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Distribusi bantuan ini dieksekusi secara terkoordinasi bersama BPBD, pemerintah daerah, dinas sosial, serta aparat keamanan agar jenis bantuan yang diberikan tepat sasaran sesuai kebutuhan riil warga di masing-masing wilayah.

“Di situasi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana kami bisa ikut meringankan beban masyarakat,” kata Eko.

Bantuan kemanusiaan yang disalurkan mencakup perangkat penerangan darurat, paket bahan pangan beserta logistik, paket kesehatan dan medis, perlengkapan khusus untuk balita dan anak, hingga paket penunjang kebersihan serta sanitasi lingkungan.

Terkini