Pemerintah Kerap Pakaikan KRI Bung Hatta Pasok Logistik Gempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40:31 WIB
Kru KRI Bung Hatta memuat dukungan logistik ke dalam kapal untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nuasa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026).

JAKARTA - Pemerintah mengirimkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta guna menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (18/8).

Armada kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Labuan Bajo yang berada di Kabupaten Manggarai Barat menuju Pelabuhan Reok di Kabupaten Manggarai, membawa muatan logistik yang mencakup paket bantuan Presiden RI, sembako, tenda keluarga, serta tenda pengungsian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga sumbangan dari masyarakat.

"Setelah KRI Bung Hatta bersandar di Pelabuhan Reok, dukungan logistik ini selanjutnya akan dikirimkan ke wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Transportasi laut dipilih untuk mempercepat dukungan logistik tiba di wilayah terdampak," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan pembaruan data penanganan pascabencana gempa bumi magnitudo 7,7 di Provinsi NTT per Selasa (18/8), wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur tercatat mengalami dampak paling parah dengan jumlah korban meninggal serta pengungsi terbanyak.

Data di Kabupaten Manggarai mencatat korban meninggal dunia mencapai 27 jiwa dan warga yang mengungsi sebanyak 6.487 jiwa. Sedangkan di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat ada 25 jiwa korban meninggal dunia dan 15.465 jiwa warga mengungsi.

Bukan hanya KRI Bung Hatta, Pemerintah bersama TNI Angkatan Laut turut mengerahkan KRI dr. Soeharso (KRI SHS) yang difungsikan sebagai kapal bantu rumah sakit untuk menangani kebutuhan layanan kesehatan darurat di NTT.

Demi menjamin bantuan logistik tersebar merata ke setiap sudut daerah terdampak, BNPB mendirikan Pos Dukungan Logistik Nasional (Posduklognas) di tiga titik strategis, yakni Jakarta, Labuan Bajo, dan Maumere.

Posduklognas Jakarta ditempatkan di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk mengumpulkan pasokan dari berbagai lembaga, organisasi, maupun warga. Logistik yang terhimpun kemudian disalurkan ke posko di Labuan Bajo dan Maumere.

Untuk Posduklognas Labuan Bajo berlokasi di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UBPU) Komodo yang menaungi penanganan wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Lalu Posduklognas Maumere di Bandara Maumere menjangkau area terdampak di Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Fasilitas Posduklognas dibuka secara luas bagi publik atau kelompok masyarakat yang hendak menyerahkan donasi. BNPB mengimbau para donatur untuk terus berkomunikasi dengan petugas posko terkait jadwal pengiriman serta kebutuhan riil di lapangan.

"Koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak, baik dari sisi jenis, jumlah, waktu maupun moda transportasi, sehingga dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran," ucap Berton.

Terkini