Bank Indonesia Siapkan 2 Bank Kliring Renminbi di Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 01:18:01 WIB
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memacu proses pendalaman pasar uang dan valuta asing (PUVA) di tingkat domestik melalui penetapan clearing bank atau bank kliring khusus bagi mata uang Tiongkok, Renminbi (RMB).

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono membeberkan bahwa penetapan Renminbi Clearing Bank ini dipicu oleh lonjakan permintaan atas mata uang tersebut yang naik drastis di pasar dalam negeri.

"Per Juli [2026], data aktual yang sudah kami terima, demand atau permintaan Renminbi di pasar domestik sudah mencapai ekuivalen US$38,9 miliar," ungkapnya dalam pengumuman RDG BI Agustus 2026, Rabu (19/8/2026).

Thomas menerangkan bahwa proyeksi internal pihak bank sentral semula memperkirakan total kebutuhan mata uang Renminbi bertengger di kisaran US$40 miliar sepanjang tahun ini.

Hal ini menandakan serapan hingga bulan ketujuh (US$38,9 miliar) telah mendekati angka 100 persen dari target tahunan, meski masih menyisakan durasi lima bulan ke depan.

Mempertimbangkan besarnya serapan pasar, pejabat bank sentral tersebut memaparkan bahwa keberadaan bank kliring difungsikan sebagai penjamin ketersediaan likuiditas Renminbi di dalam negeri.

Selain itu, penyediaan sarana ini ditargetkan sanggup memacu volume transaksi secara langsung antara mata uang Rupiah dan Renminbi (IDR-RMB).

Mengenai jadwal penerapannya, pihak BI menargetkan operasional Renminbi Clearing Bank tersebut sudah dapat beroperasi efektif selambat-lambatnya pada kuartal IV/2026.

Lebih jauh, Thomas memproyeksikan bahwa nantinya bakal ada dua institusi perbankan yang memegang peran sebagai bank kliring Renminbi di Indonesia.

Dari sudut pandang otoritas Tiongkok, People's Bank of China (PBOC) telah menyetujui langkah tersebut dengan memastikan penunjukan Bank of China sebagai bank kliring pertama.

"Tapi kami juga di Bank Indonesia mendorong suatu bank nasional dan memang ini bank Himbara yang saat ini sedang melalui proses administrasi. Jadi, nanti akan ada dua Clearing Bank Renminbi di Indonesia," tutup Thomas.

Terkini