PRDA Alokasikan Kas Internal Rp150 Miliar Guna Aksi Buyback Saham 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 | 03:13:01 WIB
PT Prodia Widyahusada Tbk.

JAKARTA — PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) mengagendakan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan menyiapkan dana segar maksimal Rp150 miliar terhitung mulai 20 Agustus 2026 hingga 19 November 2026.

Corporate Secretary Prodia Widyahusada Marina Eka Amalia menyampaikan bahwa aksi korporasi tersebut dieksekusi sebagai langkah taktis emiten dalam merespons dinamika pasar modal yang bergerak fluktuatif.

“Pembelian Kembali Saham merupakan langkah strategis Perseroan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, menstabilkan harga saham, dan memperkuat kepercayaan pasar,” kata Marina dalam keterbukaan informasi, Rabu (19/8/2026).

Marina menerangkan bahwa eksekusi buyback akan digulirkan secara bertahap maupun sekaligus dengan batas anggaran puncak Rp150 miliar, yang mencakup biaya jasa perantara serta beban transaksi lainnya.

Manajemen menegaskan alokasi volume saham yang ditarik dari bursa tidak akan melampaui porsi 20 persen dari keseluruhan modal yang disetor penuh oleh perseroan.

Proses buyback kali ini juga bakal memperhitungkan simpanan saham hasil buyback periode 2025 yang saat ini mencatatkan porsi treasury stock sebesar 5,09 persen.

Prodia bakal memanfaatkan kas internal penuh untuk mendanai aksi korporasi ini tanpa melibatkan dana hasil penawaran umum pemegang saham (IPO) maupun instrumen pinjaman dalam bentuk apa pun.

“Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan Pembeli Kembali Saham,” tambah Marina.

Pihak manajemen menilai bahwa agenda buyback tidak akan memberikan imbas negatif yang material terhadap kelangsungan aktivitas bisnis, operasional, laju pendapatan, hingga target pertumbuhan perusahaan.

Saham yang berhasil ditarik nantinya bakal disimpan dalam portofolio treasury stock dengan kurun waktu penguasaan paling lama tiga tahun usai tenggat periode pembelian berakhir.

Inisiatif korporasi ini diharapkan mampu menghadirkan ruang gerak yang fleksibel bagi perseroan demi membentuk struktur permodalan yang efisien sekaligus meningkatkan nilai imbal hasil bagi pemegang saham.

Terkini