Kementerian Ekraf dan ION Berkolaborasi Buka Akses Pasar Global

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:07:48 WIB
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, berdialog dengan Head Steering Committee ION, Sachin Gopalan saat menerima audiensi Indonesia Open Network (ION) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (19

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong produk kreatif lokal untuk menembus pasar global melalui kolaborasi bersama Indonesia Open Network (ION). Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif Indonesia di kancah internasional.

Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menyatakan pada Kamis bahwa integrasi teknologi dapat memperkuat infrastruktur bisnis sekaligus melipatgandakan nilai ekonomi karya kreatif nasional.

“Kemitraan bersama ION menjadi momentum penting untuk membuka akses pasar digital yang lebih luas dan inklusif bagi seluruh kreator Tanah Air. Integrasi teknologi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur bisnis para pelaku usaha, tetapi juga dapat melipatgandakan daya saing serta nilai ekonomi karya kreatif nasional di kancah global,” ujar Irene.

Kolaborasi ini mencakup perluasan akses pasar, pemasaran digital, perdagangan lintas batas, pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Irene menilai penggunaan ekosistem jaringan terbuka ION sanggup mendukung proses digitalisasi dan memperkuat perlindungan kekayaan intelektual. Pemerintah berencana membentuk tim kerja bersama untuk mematangkan potensi kerja sama tersebut.

Kendati demikian, penguatan infrastruktur digital dinilai harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas para pelaku usaha.

“Tantangan terbesarnya adalah membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi secara optimal, sehingga kolaborasi yang adil dan berkelanjutan ini dapat segera diimplementasikan,” kata Irene.

Berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Ekraf, investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun pada tahun 2025. Nilai ekspornya menembus US$31,94 miliar dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,40 juta orang.

Capaian kinerja tersebut ditopang oleh 21 subsektor ekonomi kreatif, yang mencerminkan besarnya potensi industri kreatif di tanah air.

ION sendiri dikembangkan melalui sinergi Kementerian UMKM dan Kementerian Komdigi sebagai bagian dari inisiatif Kerja Sama Digital India–Indonesia.

Infrastruktur digital ini dirancang guna mengintegrasikan berbagai layanan penunjang pelaku usaha, mulai dari akses pasar digital, logistik, sistem pembayaran, pembiayaan, asuransi, hingga perdagangan berbasis AI.

Ketua Komite Pengarah ION Sachin Gopalan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam memperkuat ekosistem digital bagi UMKM dan kreator lokal.

“ION tidak dapat berhasil sendiri, kami membutuhkan banyak kolaborasi dengan pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki visi sama guna membangun ekosistem yang memberdayakan talenta muda, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif lokal,” jelasnya.

Melalui penguatan jaringan digital ini, kerja sama Ekraf dan ION diharapkan mampu memicu produk kreatif Indonesia memiliki nilai tambah tinggi serta berdaya saing global.

Terkini