Susun Peta Jalan Industri Maritim Pemerintah Gandeng PT PAL

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:18:02 WIB
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod.

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa pemerintah bersama PT PAL bakal segera merumuskan peta jalan (road map) industri maritim nasional.

Panduan strategis tersebut nantinya mengatur pemetaan fokus antargalangan, meliputi penegasan peran PT PAL di sektor militer dan pertahanan, serta optimalisasi keterlibatan galangan swasta/daerah pada bidang komersial atau sipil.

“Segera kami bentuk tim bersama untuk penyusunan roadmap industri maritim,” ucapnya saat berjumpa Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, dari keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Menurut penjelasan Menteri PPN, pengembangan sektor galangan laut perlu dieksekusi secara terpadu lantaran memegang peranan krusial sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memicu penguasaan teknologi mutakhir.

Bappenas juga siap membangun koordinasi lintas kementerian seputar rancangan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) guna menjadi payung hukum penguatan ekosistem maritim dalam negeri.

Langkah ini ditempuh Bappenas demi mengakselerasi konsolidasi industri maritim nasional dengan menempatkan PT PAL Indonesia sebagai National Consolidator sekaligus Lead Integrator.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAL Indonesia menjelaskan bahwa percepatan konsolidasi industri maritim mesti dijalankan secara menyeluruh sebab manufaktur perkapalan memiliki efek berganda yang luas bagi sektor pendukung, seperti dermaga, logistik, hingga industri komponen.

“Industri maritim merupakan salah satu industri induk yang mendorong berbagai sektor industri lainnya.” ujar Kaharuddin.

Salah satu skenario utama yang didorong yaitu pemesanan armada melalui PT PAL yang pengerjaan fisiknya kelak didistribusikan ke galangan-galangan kapal domestik lainnya lewat skema bundling pemanfaatan desain dan teknologi PT PAL.

Mekanisme ini dinilai selaras dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto dalam mempercepat konsolidasi industri maritim nasional serta ekspansi pasar, di mana PT PAL bertindak sebagai integrator kebutuhan dan galangan nasional lain sebagai mitra produksi.

Guna menunjang peran sentral itu, Kaharuddin mengungkapkan bahwa PT PAL dalam kurun lima tahun terakhir telah melakukan transformasi, termasuk memangkas docktime Frigate Merah Putih dari 22 bulan menjadi 8 bulan serta menyelesaikan Landing Dock Filipina dalam 6 bulan.

Selain memacu kapasitas produksi, PT PAL turut mengembangkan teknologi pertahanan mutakhir berbasis kecerdasan buatan (AI) lewat proyek Kapal Selam Otonom (KSOT).

“Pengembangan industri maritim tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi kapal, tetapi juga penguatan ekosistem dan penguasaan teknologi tinggi.” kata dia.

Terkini