BSI Catat Laba Bersih Rp4 Komma 15 Triliun di Kuartal II 2026 Naik 11 Persen

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:57:31 WIB
Ilustrasi Karyawati menunjukkan kepingan emas batangan dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) mengantongi pertumbuhan laba bersih sebesar 11,08 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp4,15 triliun per Juni 2026.

Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, perolehan laba bersih perseroan berada pada level Rp3,74 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia edisi Jumat (21/8/2026), capaian laba bersih ini disokong oleh lompatan pendapatan komisi yang melesat 57,88 persen (YoY), dari Rp1,07 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp1,69 triliun pada Juni 2026.

Pos pendapatan setelah distribusi bagi hasil juga turut menopang kinerja perseroan, di mana angkanya terangkat 5,68 persen (YoY) dari Rp10,28 triliun menjadi Rp10,87 triliun per Juni 2026.

Perseroan juga menorehkan perolehan laba operasional senilai Rp5,47 triliun, tumbuh signifikan 10,68 persen (YoY) dibanding capaian tahun sebelumnya yang tercatat Rp4,95 triliun.

Di sisi lain, BSI membukukan rugi non-operasional senilai Rp136,34 miliar.

Secara kumulatif hingga kuartal II/2026, perseroan membukukan laba tahun berjalan sebelum pajak mencapai Rp5,34 triliun, atau naik 10,65 persen (YoY) dari sebelumnya Rp4,82 triliun.

Dilihat dari fungsi penyaluran dana, BSI mencatatkan akumulasi pembiayaan mencapai Rp159,89 triliun, melonjak 25,00 persen (YoY) dari posisi tahun lalu sebesar Rp127,91 triliun.

Adapun total aset perseroan turut mengalami perluasan hingga 15,96 persen (YoY) menjadi Rp464,50 triliun pada Juni 2026.

Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun melesat 21,81 persen (YoY) dari Rp322,90 triliun menjadi Rp393,34 triliun.

Secara rinci, simpanan wadiah terkerek 14,20 persen (YoY) menjadi Rp87,62 triliun dan dana investasi non profit sharing melonjak 24,19 persen (YoY) hingga menyentuh Rp305,71 triliun pada Juni 2026.

Dari aspek rasio keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) BSI berada di angka 20,41 persen pada kuartal II/2026, bergeser dari posisi kuartal II/2025 yang sebesar 21,38 persen.

Kualitas aset memperlihatkan perbaikan yang ditandai penurunan NPF gross menjadi 1,80 persen dari semula 1,87 persen, serta NPF net melandai ke level 0,33 persen dari posisi 0,54 persen.

Sementara itu, net operating margin (NOM) berada di level 2,76 persen dan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) melandai menjadi 69,71 persen pada kuartal II/2026.

Terkini