Prabowo Tambah 1.500 Personel TNI dan 6 Helikopter Atasi Karhutla Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:13:01 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Sabtu (22/8/2026). [Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden]

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memaparkan beberapa langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dirancang pemerintah usai Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat singkat terkait penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Sabtu.

Teddy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo mendarat di Pangkalan TNI AU Supadio, Kalimantan Barat, lalu segera memimpin rapat guna menerima laporan terbaru seputar kondisi karhutla sekaligus memastikan respons penanganan berjalan cepat serta terkoordinasi di lapangan.

"Sejumlah langkah penanganan yang disiapkan, yaitu penambahan tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan yang akan didatangkan mulai hari ini hingga Minggu pagi," kata Teddy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Langkah berikutnya, para petugas di lapangan bakal dikerahkan demi membantu memadamkan berbagai titik api yang masih membara.

Selanjutnya, pemerintah menyiagakan tambahan enam helikopter berkapasitas besar guna menjalankan operasi water bombing. Helikopter tersebut dijadwalkan tiba pada Sabtu (22/8) sore demi memperkuat proses pemadaman lewat udara.

Di samping itu, pemerintah hendak mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menunjang penanggulangan karhutla. Pelaksanaan OMC bakal memperhitungkan potensi hujan yang diprediksi turun di beberapa area Kalimantan Barat.

Teddy menegaskan bahwa berbagai langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemadaman sekaligus mengendalikan penyebaran karhutla.

Usai memimpin rapat, Presiden Prabowo lantas bertolak menuju Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, guna mengamati secara langsung area lahan yang masih terbakar.

Kunjungan tersebut dilakukan demi memastikan penanganan karhutla terealisasi di lapangan serta memantau kondisi terkini di wilayah yang terdampak kebakaran.

Terkini