ENERGINEWS.ID — Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh tim GrapheneOS melalui unggahan di platform Mastodon. Mereka menyatakan bahwa fokus awal kemitraan dengan Motorola adalah pada perangkat reguler non-lipat, namun rencana jangka panjangnya mencakup dukungan untuk Razr Fold dan Razr Ultra. Jika terwujud, Razr Ultra akan menjadi perangkat pertama dengan form factor flip yang didukung GrapheneOS.
Dukungan terhadap perangkat lipat sendiri bukan hal baru bagi GrapheneOS. OS ini tercatat sudah mendukung Pixel Fold generasi pertama, Pixel 9 Pro Fold, dan Pixel 10 Pro Fold. Tim pengembang juga menegaskan rencana untuk menambahkan dukungan bagi jajaran Pixel generasi ke-11, termasuk Pixel 11 Pro Fold.
Mengapa Dukungan untuk Razr Ultra Menjadi Hal Baru
Form factor flip yang vertikal menjadi tantangan tersendiri bagi GrapheneOS. Berbeda dengan perangkat lipat model buku yang sudah didukung, ponsel flip punya kasus penggunaan utama sebagai perangkat mungil yang nyaman digenggam satu tangan saat dalam keadaan terlipat.
Adapun perangkat lipat model tablet yang sudah didukung sebelumnya dinilai sangat berguna untuk aktivitas seperti browsing web, membaca, dan melihat peta. Perbedaan perilaku dan tata letak inilah yang membuat proses adaptasi OS membutuhkan waktu.
Syarat Teknis dan Jadwal Rilis
Untuk versi 2026 dari Razr Fold dan Razr Ultra, statusnya disebut "hampir" memenuhi syarat. Masih ada beberapa fitur yang belum terpenuhi, seperti memory tagging (MTE) dan integrasi secure element yang selama ini tersedia di perangkat Pixel. Motorola disebut tengah mengintegrasikan fitur-fitur tersebut untuk perilisan tahun 2027, seiring dengan dukungan MTE yang lebih baik pada chipset Snapdragon generasi berikutnya.
Soal pembaruan, perangkat Motorola yang menjalankan GrapheneOS akan mendapat jaminan pembaruan sistem operasi selama 7 tahun. Menariknya, Motorola sendiri yang akan mengerjakan "sebagian besar" pekerjaan untuk menghadirkan pengalaman OS berfokus privasi ini ke perangkatnya.
Konteks Pasar dan Langkah Motorola
Langkah ini menjadi angin segar bagi pengguna yang menginginkan privasi ketat namun ingin mencoba perangkat di luar ekosistem Pixel. Sebelumnya, GrapheneOS telah mengumumkan bahwa ponsel hasil kolaborasi dengan Motorola akan hadir tahun depan dengan posisi yang lebih "high-end" dibandingkan Pixel, dan tentu saja dengan harga yang lebih tinggi.
Keputusan Motorola untuk serius mendukung GrapheneOS juga menjadi pembeda di tengah catatan buruknya soal pembaruan Android. Selama ini, Motorola kerap dikritik karena janji pembaruan sistem yang membingungkan dan lambat, seperti yang terlihat pada rilis terbaru mereka.
Bagi pengguna di Indonesia yang mengutamakan privasi dan tertarik dengan perangkat lipat, kabar ini layak dinantikan. Namun, perlu dicatat bahwa belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan dan harga untuk pasar lokal. Yang jelas, kehadiran GrapheneOS di perangkat Motorola akan memberi alternatif menarik di luar dominasi Google Pixel.