Faktor Penyebab Uban Muncul pada Usia Muda dan Efeknya pada Pigmen

Senin, 24 Agustus 2026 | 03:33:02 WIB
Ilustrasi Muncul Uban Pada Rambut.

JAKARTA - Hadirnya beberapa helai rambut putih maupun abu-abu di usia yang terbilang muda kerap memicu tanda tanya terkait pemicunya. Perubahan warna rambut umumnya memang diidentikkan dengan tahapan penuaan alami.

Namun, pergeseran warna ini nyatanya juga bisa dialami oleh mereka yang masih menginjak rentang umur 20-an atau 30-an.

Faktor keturunan memegang peran vital yang membuat rambut memutih lebih awal. Selain itu, paparan stres serta kurangnya asupan nutrisi penunjang pembentukan warna rambut turut memberi pengaruh signifikan.

Melansir The Indian Express, spesialis kulit Dr Shareefa Chause dari Dr Shareefa Skin Care Clinic di Mumbai menerangkan sejumlah hal yang memicu rambut kehilangan pigmen aslinya lebih cepat.

Warna dasar rambut diproduksi oleh melanin, yakni pigmen yang dibentuk oleh sel khusus di dalam folikel. Tingkat pembentukan melanin bakal menyusut seiring bertambahnya usia seseorang.

Saat pasokan pigmen yang dihasilkan makin berkurang, helaian rambut secara perlahan kehilangan warnanya hingga memutih.

Menurut penjelasan Chause, faktor genetika memegang andil besar dalam menentukan kapan seseorang mulai mengalami kemunculan rambut putih. Garis keturunan keluarga dapat menjadi tolok ukur sebab seseorang cenderung memutih rambutnya pada usia yang relatif sama dengan anggota kerabatnya.

Defisit nutrisi spesifik juga berpotensi memicu timbulnya uban lebih dini karena mengganggu mekanisme produksi pigmen.

“Mineral dan kekurangan nutrisi dapat berkontribusi terhadap uban prematur dengan memengaruhi produksi melanin pada rambut. Kekurangan yang umum dikaitkan meliputi vitamin B12, zat besi, tembaga, feritin, dan terkadang seng,” jelas Chause.

Kendati demikian, munculnya uban di usia muda tidak serta-merta menandakan tubuh kekurangan zat gizi atau mineral tertentu secara langsung.

Stres menjadi variabel lain yang dapat memengaruhi sel pembentuk pigmen rambut. Chause memaparkan bahwa tekanan psikologis berkepanjangan berisiko mengganggu sel punca melanosit yang bertugas menjaga produksi warna.

“Hormon stres dan stres oksidatif dapat merusak sel-sel ini sehingga menyebabkan hilangnya warna rambut lebih awal,” kata Chause.

Keterkaitan stres dan pembentukan uban bukan berarti setiap orang yang tertekan akan langsung berambut putih. Faktor ini perlu dipahami bersamaan dengan kondisi genetik serta kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Zat gizi tertentu punya andil penting dalam merawat produksi pigmen. Vitamin B12, zat besi, tembaga, feritin, dan seng merupakan beberapa nutrisi yang kerap dikaitkan dengan kasus pemutihan rambut dini.

Kekurangan gizi yang berhasil terdeteksi lalu ditangani segera bisa memberikan dampak yang berbeda jika dibandingkan uban akibat garis keturunan.

“Jika uban prematur disebabkan oleh kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, koreksi sejak dini dapat memperlambat atau terkadang membalikkan sebagian kondisi tersebut,” kata Chause.

Sementara itu, pada kasus yang dipicu genetik atau tahapan penuaan biologis, perubahan warna rambut umumnya bersifat menetap.

Kehadiran beberapa helai uban pada usia muda belum tentu mengindikasikan masalah kesehatan serius. Langkah konsultasi medis bisa dipertimbangkan bila uban tumbuh dalam jumlah masif atau relatif lebih cepat dibandingkan riwayat keluarga.

Chause menyarankan dilakukannya pemeriksaan kadar vitamin B12 dan profil zat besi, termasuk nilai feritin. Evaluasi fungsi tiroid atau TSH juga dapat ditempuh untuk memetakan pemicu lainnya.

Dalam situasi tertentu, penelusuran kadar vitamin D, seng, serta tembaga bisa dilakukan berdasarkan pertimbangan dokter.

Prosedur ini jauh lebih bijak ketimbang langsung mengonsumsi suplemen tanpa kepastian medis apakah tubuh benar-benar defisit gizi.

Rambut putih pada dasarnya adalah bagian dari dinamika biologis yang dipengaruhi banyak faktor. Memahami akar penyebabnya membantu menetapkan penanganan yang pas, terutama jika uban muncul cukup lebat pada usia relatif muda.

Terkini